3 Pemain Timnas Indonesia U-19 saat Juara Piala AFF 2013 yang Kariernya Meredup

Gia Yuda Pradana | 30 Juni 2022 11:41
Selebrasi Timnas Indonesia U-19 saat meraih gelar Piala AFF 2013 (c) aseanfootball.org

Bola.net - Timnas Indonesia U-19 asuhan Indra Sjafri untuk kali pertama menjuarai Piala AFF U-19 2013 yang diselenggarakan di Sidoarjo. Itu adalah momen yang berkesan bagi para pendukung Timnas.

Prestasi itu diraih dengan penampilan yang luar biasa. Evan Dimas dkk waktu itu menampilkan permainan yang benar-benar berbeda dari taktik yang ada di sepak bola Indonesia.

Setelah sembilan tahun berlalu, banyak perjalanan yang mereka lalui. Ada yang masih bertahan dan berkompetisi di kasta tertinggi, tetapi ada pula yang namanya hilang ditelan bumi seiring kariernya yang meredup.

Sejumlah pemain sempat membuka asa dengan bergabung Bhayangkara FC di musim 2016. Saat itu, tawaran dari The Guardian sulit ditolak. Sebab, mereka ditawari menjadi anggota Polri yang akan bermanfaat setelah pensiun.

Akan tetapi, beberapa di antaranya malah harus berjuang meneruskan karier di kompetisi kasta kedua, bahkan kasta ketiga. Hal ini berbanding terbalik dengan prestasi yang mereka raih saat usia muda.

Disadur dari Bola.com, berikut tiga di antaranya.

1 dari 3 halaman

Ravi Murdianto

Ravi Murdianto (c) Bola.com/M. Iqbal Ichsan

Ravi Murdianto adalah kiper andalan Timnas Indonesia U-19 di tahun 2013. Namanya digadang-gadang akan jadi kiper masa depan skuat Garuda. Namun, kini dia malah kesulitan menembus Liga 1.

Bersama Dimas Drajad, dia memilih bergabung PS TNI di tahun 2015. Status sebagai anggota TNI juga membuat mereka masuk klub yang kini bernama Persikabo 1973 itu. Hanya Dimas Drajad yang mampu tampil gemilang hingga sekarang.

Ravi sendiri mengalami penurunan karier. Dia sempat berjibaku membela klub kasta kedua berganti-ganti klub Liga 1, seperti Madura United hingga Mitra Kukar. Terakhir, Ravi bergabung dengan Persela Lamongan yang terdegradasi dari Liga 1 2021/2022.

2 dari 3 halaman

Maldini Pali

Aksi pemain Sriwijaya FC, Maldini Pali saat menerobos pertahanan Persija Jakarta pada laga Liga 1 2017, Jumat (16/6/2017). (c) Bola.com/Nicklas Hanoatubun

Nasib Maldini Pali juga kurang mujur. Sempat jadi winger andalan Timnas Indonesia U-19, dia malah tak muncul lagi di kasta tertinggi. Dia sempat bergabung dengan Bhayangkara FC, tetapi prestasinya semakin menurun.

Maldini Pali tercatat pernah bergabung PSM Makassar. Pada 2017, dia juga berseragam Sriwijaya FC dan Persiba Balikpapan. Bersama klub terakhir, Maldini merasakan pahitnya terdegradasi dari Liga 1 2017.

Berikutnya, dia bergabung Bhayangkara FC pada 2018, tetapi minim kesempatan dengan hanya membukukan enam laga. Sejak 2019, dia menjadi bagian dari Kalteng Putra yang sempat bermain di Liga 1 2019, lalu terdegradasi ke Liga 2 hingga sekarang.

3 dari 3 halaman

Muchlis Hadi

Muchlis Hadi (c) Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Cerita Muchlis Hadi hampir sama dengan dua rekannya di ayas. Dia bergabung dengan Bhayangkara FC pada medio 2017 dengan status sebagai anggota Polri, tapi kesulitan bersaing mendapatkan tempat utama.

Di Liga 1 2017, Bhayangkara sebenarnya menjadi juara. Akan tetapi, Muchlis hanya tampil lima laga dan kemudian dipinjamkan ke Semen Padang. Mulai 2018, dia memilih bergabung Persib Bandung, dan nasibnya pun tak mujur lagi.

Muchlis dipinjamkan ke Bandung United, klub satelit Persib yang sempat tampil di Liga 2 2019, tetapi kini malah terdampar ke Liga 3.

Disadur dari: Bola.com/Aditya Wany/Hendry Wibowo, 30 Juni 2022

Berita Terkait

KOMENTAR

BERIKAN KOMENTAR