5 Aspek Taktik John Herdman di Laga Timnas Indonesia vs St. Kitts and Nevis: Janji yang Dipenuhi, Ole Romeny jadi Playmaker!

5 Aspek Taktik John Herdman di Laga Timnas Indonesia vs St. Kitts and Nevis: Janji yang Dipenuhi, Ole Romeny jadi Playmaker!
Aksi John Herdman pada laga Timnas Indonesia lawan Saint Kitts and Nevis pada FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3) (c) M. Iqbal Ichsan

Bola.net - Debut John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia berjalan positif. Pada duel lawan St. Kitts and Nevis, Skuad Garuda bermain apik dan mencatat kemenangan dengan skor telak 4-0.

Indonesia berjumpa St. Kitts and Nevis pada babak semifinal FIFA Series, Jumat (27/3) malam WIB. Bermain di Stadion Gelora Bung Karno, Jay Idzes dan kolega bermain apik dan menghibur.

Beckham Putra dan Ole Romeny jadi bintang permainan. Beckham Putra mencetak dua gol. Ole Romeny mencetak dua assist dan satu gol. Mauro Zijlstra juga turut menyumbang gol untuk Indonesia.

John Herdman bukan hanya memberikan hasil yang positif, akan tetapi permainan secara umum. Taktik yang diterapkan mantan pelatih Timnas Kanada itu berjalan bagus dan mampu dieksekusi para pemain.

Berikut adalah beberapa aspek taktik yang diterapkan John Herdman pada laga Timnas Indonesia lawan St. Kitts and Nevis.

Beda Formasi Dengan dan Tanpa Bola

Beda Formasi Dengan dan Tanpa Bola

Skuad Timnas Indonesia di laga lawan Saint Kitts and Nevis pada FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3) (c) M. Iqbal Ichsan

Di atas kertas, Indonesia bermain dengan formasi 3-4-2-1. John Herdman sepertinya paham bahwa ini adalah formasi yang sangat familiar bagi pemain Timnas Indonesia.

Herdman memainkan Calvin Verdonk dan Jordi Amat sebagai duet gelandang. Verdonk sudah bisa memainkan peran itu. Sementara, bagi Jordi Amat, dia melanjutkan peran bersama Persija Jakarta.

Indonesia bermain dengan 3-4-2-1 ketika menguasai bola. Saat tanpa bola, formasi akan berubah jadi 4-4-2. Dony Tri akan mundur jadi bek kiri dan Rizky Ridho geser jadi bek kanan.

Ole Romeny jadi Playmaker

Ole Romeny jadi Playmaker

Selebrasi Ole Romeny di laga Timnas Indonesia lawan Saint Kitts and Nevis pada FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3) (c) Muhammad Iqbal Ichsan

Ketika daftar 24 pemain Timnas Indonesia diumumkan, ada banyak tanda tanya tentang sosok playmaker. Sebab, tanpa Thom Haye, Indonesia dinilai tak punya banyak opsi untuk peran tersebut.

Ada Beckham Putra yang bisa memainkan peran tersebut. Namun, John Herdman memilih opsi di luar perkiraan banyak pihak. Herdman menjadikan Ole Romeny sebagai playmaker.

Ole Romeny bermain lebih dalam. Sementara Ramadhan Sananta jadi penyerang tengah. Ole Romeny jadi otak kreatif dan sukses. Dia membuat dua assist dari lima umpan kunci yang dilepaskan.

Semua Bisa Menyerang

Semua Bisa Menyerang

Aksi Jordi Amat pada laga Timnas Indonesia lawan Saint Kitts and Nevis pada FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3) (c) Abdul Aziz

Terlepas dari kualitas sang lawan, Timnas Indonesia tampil dengan intensitas dan agresivitas yang konsisten. Skuad Garuda bermain dengan tekanan tinggi dan dilakukan secara kolektif.

Herdman memberikan kepercayaan pada semua pemain untuk melakukan aksi menyerang. Pada awal babak pertama, Jordi Amat dan Kevin Diks bisa masuk kotak penalti St. Kitts and Nevis.

Hal yang sama terjadi pada babak kedua, lebih tepatnya menit ke-55, dengan Elkan Baggott yang bergerak maju. Elkan Baggott leluasa melepas crossing.

Janji Perbaiki Transisi

Janji Perbaiki Transisi

Selebrasi gol Beckham Putra pada laga Timnas Indonesia lawan Saint Kitts and Nevis pada FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3) (c) Abdul Aziz

Sebelum laga, John Herdman merasa Indonesia kuat dalam organisasi bertahan di era Shin Tae-yong dan lebih terbuka bersama Patrick Kluivert. Herdman tak ingin menghapus dua hal yang sudah berjalan baik.

Herdman ingin memperbaiki satu aspek dari permainan Indonesia yakni transisi. Hal itu benar-benar diwujudkan pada duel lawan St. Kitts and Nevis.

Dua gol pertama Indonesia berasal dari situasi transisi. Indonesia memenangkan perebutan bola, melepas umpan cepat dan langsung menuju ke gawang. Skema serupa juga sering terjadi pada babak kedua.

Lini Belakang Aman Bersama Elkan Baggott?

Lini Belakang Aman Bersama Elkan Baggott?

Ekspresi Elkan Baggott di laga Timnas Indonesia lawan Saint Kitts and Nevis pada FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3) (c) Abdul Aziz

Indonesia punya kemewahan di lini belakang. Banyak pemain dengan level yang sama untuk posisi tersebut. Namun, kehadiran Elkan Baggott benar-benar memberi aspek yang berbeda.

Baggott punya kaki kiri yang kuat. Faktor ini penting untuk build-up dengan peran Baggott sebagai bek tengah kiri. Dia membuat aliran bola lebih lancar.

Selain itu, Baggott juga kuat dalam situasi bola mati. Dia sering menang duel udara. Faktor ini bisa sangat penting ketika di masa depan Indonesia berjumpa tim-tim Timur Tengah yang mengandalkan duel fisik.