3 Pemain Kunci Como yang Ikut Ukir Sejarah Lolos ke Eropa Selain Nico Paz: Serdadu Andalan Cesc Fabregas!

3 Pemain Kunci Como yang Ikut Ukir Sejarah Lolos ke Eropa Selain Nico Paz: Serdadu Andalan Cesc Fabregas!
Momen selebrasi gol Martin Baturina dalam laga Serie A antara Como vs Pisa di Stadio Giuseppe Sinigaglia, 22 Maret 2026 (c) Antonio Saia/LaPresse via AP

Bola.net - Como 1907 akhirnya menorehkan sejarah baru di sepak bola Italia. Klub asuhan Cesc Fabregas itu dipastikan lolos ke kompetisi antarklub Eropa untuk pertama kali sepanjang sejarah mereka.

Kepastian itu didapat setelah Como menang 1-0 atas Hellas Verona pada laga Serie A, Minggu (11/5/2026). Hasil tersebut memastikan posisi Como tak lagi bisa keluar dari enam besar klasemen akhir.

Keberhasilan Como menjadi salah satu kisah paling mengejutkan di Serie A musim 2025/2026. Hanya dua tahun setelah promosi dari Serie B, klub asal Lombardia itu kini sudah menembus level kompetisi Eropa.

Nama Nico Paz memang paling banyak mendapat sorotan sepanjang musim ini. Namun, keberhasilan Como sejatinya lahir dari kontribusi kolektif sejumlah pemain penting dalam sistem permainan yang dirancang Fabregas.

Tasos Douvikas Jadi Mesin Gol Como

Tasos Douvikas Jadi Mesin Gol Como

Pemain Como Anastasios Douvikas (kiri) berebut bola dengan pemain Juventus Teun Koopmeiners pada laga Serie A/Liga Italia antara Juventus vs Como, Sabtu, 21 Februari 2026 (c) Marco Alpozzi/dpa via AP

Tasos Douvikas menjelma sebagai tumpuan utama Como di lini depan musim ini. Penyerang asal Yunani itu tampil tajam dan konsisten dalam menyelesaikan peluang.

Didatangkan dari Celta Vigo pada Februari 2025 dengan nilai transfer sekitar 13 juta euro, Douvikas langsung mampu beradaptasi dengan atmosfer Serie A. Ia tidak membutuhkan waktu lama untuk menjadi andalan di lini serang.

Musim ini, Douvikas mencatatkan 13 gol dan satu assist dari total 2.115 menit bermain. Catatan tersebut menjadikannya top skor Como pada musim bersejarah mereka.

Ketajaman Douvikas memberi dimensi berbeda dalam permainan Como. Kehadirannya membuat skema menyerang racikan Fabregas menjadi lebih efektif dan berbahaya di area kotak penalti lawan.

Pertandingan Selanjutnya
Serie A Serie A | 17 Mei 2026
Como Como
20:00 WIB
Parma Parma

Jacobo Ramon Kokoh di Jantung Pertahanan

Jacobo Ramon Kokoh di Jantung Pertahanan

Pelatih Como Cesc Fabregas dan para pemain memberikan tepuk tangan kepada para suporter saat merayakan kemenangan 2-0 pada akhir laga Serie A/Liga Italia antara Genoa vs Como, 26 April 2026 (c) Tano Pecoraro/LaPresse via AP

Como juga mendapat keuntungan besar dari performa Jacobo Ramon di lini belakang. Bek tengah berusia 21 tahun itu tampil solid sejak didatangkan secara permanen dari Real Madrid pada Juli 2025.

Jacobo langsung dipercaya menjadi bagian inti dalam sistem permainan Cesc Fabregas. Ia menunjukkan kematangan bermain meski usianya masih sangat muda.

Sepanjang musim 2025/2026, Jacobo mencatatkan 2.564 menit bermain di Serie A. Selain kuat dalam bertahan, ia juga mampu menyumbang dua gol penting untuk Como.

Kehadiran Jacobo membuat lini pertahanan Como jauh lebih stabil dibanding musim-musim sebelumnya. Ia menjadi sosok penting yang membantu klub menjaga konsistensi dalam persaingan papan atas Serie A.

Lucas da Cunha Jadi Pengatur Irama Permainan

Lucas da Cunha Jadi Pengatur Irama Permainan

Selebrasi Lucas da Cunha dalam laga Como vs Torino di Liga Italia, Sabtu (24/1/2026). (c) La Presse via AP Photo/Antonio Saia

Lucas da Cunha memainkan peran vital di sektor tengah Como musim ini. Gelandang asal Prancis itu tampil konsisten sebagai motor permainan tim.

Pemain berusia 24 tahun tersebut mencatatkan empat gol dan empat assist dari 33 penampilan di Serie A. Kontribusinya bukan hanya terlihat lewat statistik, tetapi juga dari kontrol permainan yang ia tampilkan.

Da Cunha menjadi pemain yang mampu menjaga keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Ia juga memiliki mobilitas tinggi yang membuat Como tampil agresif dalam transisi permainan.

Performa impresif itu membuat Como memperpanjang kontrak Da Cunha hingga Juni 2029. Keputusan tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran sang gelandang dalam proyek jangka panjang Cesc Fabregas.