5 Poin Sikap PSSI soal Kasus yang Menimpa 4 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda

5 Poin Sikap PSSI soal Kasus yang Menimpa 4 Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda
Aksi Dean James bersama Timnas Indonesia pada laga uji coba lawan Lebanon, September 2025 (c) Abdul Aziz

Bola.net - PSSI melalui Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji menyampaikan lima poin sikap terkait kasus yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda. Pernyataan ini muncul setelah isu administrasi pemain di Eredivisie.

Kasus tersebut bermula dari persoalan status pemain naturalisasi dari berbagai negara di Liga Belanda. Situasi ini kemudian ramai dibahas karena melibatkan pemain yang juga memperkuat Timnas Indonesia.

Beberapa nama yang terdampak antara lain Justin Hubner, Dean James, Nathan Tjoe-A-On dan Tim Geypens. Dampaknya, kemepatnya tidak bisa berlatih dan bermain di Liga Belanda.

"Yang pertama, seluruh pemain keturunan yang telah membela Timnas Indonesia, termasuk di situ ada Justin (Hubner), Dean James, dan Nathan (Tjoe-A-On), yang saat sekarang ini sedang ramai diperbincangkan di media," ujar Sumardji kepada wartawan.

"Dan perlu kami tegaskan bahwa anak-anak kita semua telah sah menjadi Warga Negara Indonesia (WNI). Dan, ini tidak ada masalah menurut hukum Indonesia. Mereka sudah sah menjadi WNI," katanya menambahkan.

Latar Belakang Pemain

Latar Belakang Pemain

Manajer Timnas Indonesia U-22, Sumardji, memberikan pengarahan kepada pemain di latihan perdana menuju SEA Games 2025 yang digelar di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta, Selasa (11/11/2025) silam. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Poin kedua yang disampaikan Sumardji berkaitan dengan latar belakang para pemain yang sebagian besar tumbuh di luar Indonesia. Ia menyatakan bahwa keputusan mereka menjadi WNI merupakan bentuk komitmen terhadap Indonesia.

"Yang kedua, mereka itu banyak yang lahir, besar, hidup, dan memiliki keluarga di luar Indonesia," tegas Sumardji.

"Jadi, dengan mereka memutuskan menjadi WNI itu sebagai bukti bahwa mereka mempunyai dan memiliki rasa kecintaan dan pengabdian yang teramat sangat luar biasa untuk bangsa dan negara yang kita cintai ini," lanjutnya.

Pengorbanan Para Pemain

Pengorbanan Para Pemain

Aksi Justin Hubner pada laga Timnas Indonesia vs Bulgaria pada final FIFA Series, Senin (30/3/2026) (c) Abdul Aziz

Selanjutnya, Sumardji pengorbanan yang harus dihadapi para pemain setelah berganti kewarganegaraan. Ia menyebut adanya fasilitas tertentu yang harus dilepas oleh para pemain.

"Yang ketiga, perlu saya sampaikan bahwa anak-anak kita bukan hanya terbukti mau dan mampu dari kerja keras dia. Tetapi, mereka dalam latihan dan pertandingan di Timnas Indonesia, tapi terbukti juga bahwa dengan menjadi WNI banyak fasilitas yang harus mereka lepaskan. Misalnya keharusan memiliki izin atau visa untuk tinggal dan bekerja di negara asing. Contohnya seperti di Belanda," tutur Sumardji.

Poin keempat menyinggung soal pengorbanan para pemain yang tetap berkarier di level tinggi Eropa. Sumardji juga menyebut masih adanya kepercayaan dari klub-klub besar terhadap pemain Indonesia.

"Yang keempat, ini merupakan bentuk nyata pengorbanan yang diambil oleh pemain-pemain kita, anak-anak kita. Tapi, kami bersyukur bahwa pemain Timnas Indonesia masih dipercaya mengambil peran penting di klub-klub level teratas Eropa. Kami mengambil contoh seperti Maarten Paes," ucapnya.

Murni Aturan di Belanda

Murni Aturan di Belanda

Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, jadi penjaga gawang terbaik dalam PSSI Awards 2026. Malam penghargaan digelar di SCTV Tower, Jakarta, Sabtu (28/3/2026). (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Ia mencontohkan Maarten Paes sebagai pemain yang tetap mendapatkan peran penting di klub Eropa. Hal ini disebut sebagai bukti kualitas pemain Indonesia di level internasional.

Poin terakhir menegaskan bahwa persoalan yang terjadi di Belanda tidak berkaitan dengan status pemain di Indonesia. Menurutnya, masalah tersebut murni bersifat administratif sesuai aturan setempat.

"Yang kelima, perlu kami sampaikan mengenai permasalahan yang ada di klub-klub Eredivisie, maka itu adalah masalah teknis administrasi yang berkaitan dengan hukum dan peraturan di negara Belanda," imbuh Sumardji.