Cerita Jens Raven Menangis Usai Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia: Mimpi Masa Kecil Menjadi Kenyataan

Cerita Jens Raven Menangis Usai Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia: Mimpi Masa Kecil Menjadi Kenyataan
Jens Raven menangis usai Timnas Indonesia U-22 dipastikan gagal lolos ke semifinal SEA Games 2025. (c) Bola.net/Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Striker Bali United, Jens Raven diwawancara media Belanda, AD saat mendapatkan panggilan untuk pertama kalinya ke Timnas Indonesia. Pemain berusia 20 tahun itu mengaku emosional saat menerima kabar tersebut.

Raven mengatakan momen pemanggilan ke Timnas Indonesia menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Ia menyebutnya sebagai impian masa kecil yang akhirnya terwujud.

"Saya harus menitikkan sedikit air mata. Ini benar-benar mimpi masa kecil yang menjadi kenyataan," ujar Raven.

Raven sebelumnya menjalani perjalanan karier yang cukup cepat sebelum bergabung dengan Bali United. Ia menandatangani kontrak bersama Serdadu Tridatu itu pada musim ini.

Raven menyebut proses kepindahannya berlangsung sangat singkat. Dalam waktu sekitar satu pekan, ia sudah menyelesaikan negosiasi dan menandatangani kontrak di Jakarta.

"Itu benar-benar seperti roller coaster. Setelah satu minggu negosiasi, saya menandatangani kontrak di Jakarta dan hidup saya tiba-tiba berpindah ke belahan dunia lain," kata Raven.

Unek-Unek Jens Raven

Unek-Unek Jens Raven

Jens Raven dalam sesi latihan Timnas Indonesia di Stadion Madya, Jakarta, Minggu (29/3/2026). (c) Bola.net/M. Iqbal Ichsan

Ia juga mengungkapkan bahwa kepindahan tersebut membuatnya harus meninggalkan lingkungan yang sudah dikenal. Perbedaan waktu turut menjadi tantangan dalam menjalani kehidupan barunya.

"Saya meninggalkan lingkungan yang sudah terbiasa bagi saya, dan semua orang yang saya sayangi tidak lagi bisa saya temui. Perbedaan waktu juga ikut berpengaruh," tegas Raven.

Raven memulai karier sepak bolanya di DWO Zoetermeer sebelum pindah ke SV Nootdorp saat berusia 15 tahun. Ia kemudian menjalani debut di tim utama pada usia 16 tahun.

Setelah dua tahun di SV Nootdorp, ia melanjutkan karier ke akademi FC Dordrecht. Di sana, ia menyebut salah satu momen penting adalah final piala melawan Feyenoord U-21.

"Itu adalah mimpi bagi saya bisa bermain melawan tim-tim profesional lainnya. Final melawan Feyenoord U-21 menjadi momen puncak, meski kami kalah lewat adu penalti," ucapnya.

Langkah Demi Langkah

Langkah Demi Langkah

Ekspresi Jens Raven pada laga Timnas Indonesia U-22 vs Myanmar di fase grup SEA Games 2025 (c) Bagaskara Lazuardi

Performa Raven bersama FC Dordrecht membuatnya dilirik Timnas Indonesia U-20. Ia kemudian mendapatkan kesempatan memperkuat Timnas Indonesia U-23 sebelum promosi ke Timnas Indonesia.

"Jika kesempatan seperti itu datang, tentu Anda harus mengambilnya dengan kedua tangan," tutur Raven.

"Saya sedang duduk di bangku, lalu tiba-tiba mendapat pesan undangan. Saya tidak tahu harus bagaimana, saya sangat senang dan langsung menghubungi keluarga."

"Saya mengatakan kepada diri sendiri bahwa saya tidak punya apa-apa untuk kehilangan. Saya berharap bisa mendapatkan menit bermain dan akan mempersiapkan diri seperti di Bali United," imbuhnya.