Heboh 'Paspor Gate' di Belanda: Dean James dan Nathan Tjoe-A-On Jadi Sorotan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Heboh 'Paspor Gate' di Belanda: Dean James dan Nathan Tjoe-A-On Jadi Sorotan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Aksi Dean James bersama Timnas Indonesia pada laga uji coba lawan Lebanon, September 2025 (c) Abdul Aziz

Bola.net - Kasus yang dijuluki 'Paspor Gate' tengah mengguncang sepak bola Belanda. Dua pemain Timnas Indonesia, Dean James dan Nathan Tjoe-A-On, menjadi pusat perhatian.

Polemik ini bermula dari protes klub NAC Breda. Mereka mempertanyakan status Dean James saat tampil untuk Go Ahead Eagles dalam kemenangan telak 6-0.

Situasi kemudian melebar. TOP Oss ikut mengajukan keberatan atas penampilan Nathan Tjoe-A-On bersama Willem II di Keuken Kampioen Divisie.

Berdasarkan laporan media Belanda, BD, isu paspor ini tidak sederhana. Ada aspek hukum, administrasi, dan regulasi pemain non-Uni Eropa yang saling terkait.

Kini, KNVB harus menyelidiki kasus yang berpotensi berdampak besar pada kompetisi. Apalagi, belakangan juga muncul potensi kasus serupa terjadi pada pemain naturalisasi dari Suriname, Curacao, hingga Cape Verde.

Awal Mula: Protes NAC Breda dan Efek Domino

Awal Mula: Protes NAC Breda dan Efek Domino

Dean James ketika memperkuat Go Ahead Eagles. (c) Instagram @deanjames

Kasus ini pertama kali mencuat setelah kekalahan telak NAC Breda. Mereka merasa ada kejanggalan terkait status Dean James.

James diketahui telah menjadi WNI dan membela Timnas Indonesia. Hal ini memicu pertanyaan soal status kewarganegaraannya di level klub.

Jika tidak lagi berstatus warga Uni Eropa, maka ada aturan khusus. Klub wajib mengurus izin kerja dan memenuhi standar gaji minimum.

Protes NAC kemudian memicu efek domino. Klub lain mulai menelusuri kasus serupa, termasuk TOP Oss.

Nathan Tjoe-A-On Ikut Terseret, TOP Oss Ajukan Banding

Nathan Tjoe-A-On Ikut Terseret, TOP Oss Ajukan Banding

Starting XI Timnas Indonesia saat memainkan laga uji coba lawan Chinesse Taipei pada FIFA Matchday edisi September 2025 (c) Abdul Aziz

TOP Oss mempertanyakan laga melawan Willem II yang berakhir 1-3. Mereka menilai ada keraguan atas kelayakan Nathan Tjoe-A-On.

Klub tersebut bahkan meminta KNVB menyelidiki pertandingan yang digelar 13 Maret 2026. Mereka mengajukan protes dalam batas waktu resmi.

Dalam pernyataannya, TOP Oss menegaskan sikapnya. Mereka ingin kejelasan atas status pemain lawan.

Sementara itu, Willem II memilih bersikap hati-hati. Mereka menyerahkan sepenuhnya proses pada otoritas yang berwenang.

“Willem II mengetahui masalah ini dan telah meninjau berkas dengan cermat. Klub memberikan kerja sama penuh dengan penanganan lebih lanjut dalam prosedur KNVB yang berlaku," bunyi pernyataan resmi klub.

Status Kewarganegaraan Jadi Kunci Masalah

Status Kewarganegaraan Jadi Kunci Masalah

Aksi pemain Timnas Indonesia, Dean James (kiri) ketika Go Ahead Eagles dalam laga Eredivisie versus Twente, Minggu (14/12/2025). (c) Go Ahead Eagles Official

Akar persoalan terletak pada status kewarganegaraan. Apakah Dean James dan Nathan Tjoe-A-On masih berstatus warga Uni Eropa atau tidak.

Jika tidak, mereka masuk kategori pemain non-UE. Konsekuensinya cukup berat bagi klub.

Selain izin kerja, klub juga wajib memberikan gaji minimum tinggi. Angkanya bisa mencapai sekitar 600.000 euro per tahun. Maarten Paes dan Ajax Amsterdam adalah contoh yang sudah beres secara administrasi.

Menariknya, kedua pemain, Dean James dan Nathan Tjoe-A-On tetap dimainkan di laga berikutnya. Padahal, protes sudah diajukan dan kasus sedang bergulir.

KNVB Turun Tangan, Hasil Laga Tetap Berlaku Sementara

KNVB Turun Tangan, Hasil Laga Tetap Berlaku Sementara

Timnas Indonesia dalam laga lanjutan putaran ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Jepang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (15/11/2024) (c) Bola.com/Bagaskara Lazuardi

KNVB kini tengah menyelidiki kasus tersebut. Mereka menyebut situasi ini kompleks dan membutuhkan waktu.

Direktur Eredivisie CV, Jan de Jong, memberikan penjelasan soal kemungkinan dampaknya. Ia menegaskan bahwa hasil pertandingan tidak akan diubah untuk sementara.

"Ini adalah masalah yang sangat kompleks yang akan diselidiki oleh jaksa penuntut sepak bola profesional. Itu bisa memakan waktu cukup lama," kata Jan de Jong kepada NOS.

"Dewan kompetisi bermaksud untuk menganggap semua pertandingan yang telah dimainkan sebagai telah dimainkan. Dan membiarkan hasilnya tetap berlaku. Itulah keputusannya, setidaknya, sampai kita tahu pasti apa yang dikatakan jaksa penuntut; kemudian kita akan mengambil keputusan final," sambungnya.

Sumber: bd.nl