John Herdman Tegaskan Timnas Indonesia Underdog Menghadapi Jepang di Piala Asia 2027, tapi Tidak Melawan Qatar dan Thailand

John Herdman Tegaskan Timnas Indonesia Underdog Menghadapi Jepang di Piala Asia 2027, tapi Tidak Melawan Qatar dan Thailand
Ekspresi John Herdman dalam laga Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026, Jumat (27/3/2026). (c) Bola.net/M. Iqbal Ichsan

Bola.net - Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menilai Skuad Garuda harus memiliki pendekatan berbeda saat menghadapi Jepang, Qatar, dan Thailand di Piala Asia 2027. Herdman menyebut setiap pertandingan di Grup F memiliki tantangan tersendiri.

Timnas Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand setelah hasil drawing Piala Asia 2027 diumumkan di Riyadh, Arab Saudi. Grup tersebut langsung dianggap menjadi salah satu grup paling berat.

Jepang datang dengan status tim terbaik Asia berdasarkan ranking FIFA saat ini. Sementara Qatar merupakan juara bertahan Piala Asia dan Thailand menjadi satu di antara rival kuat Indonesia di Asia Tenggara.

Herdman memahami banyak pihak memandang grup tersebut sebagai tantangan besar bagi Timnas Indonesia. Namun, juru taktik berkebangsaan Inggris itu memilih melihat situasi tersebut dari sisi berbeda.

"Ya, saya pikir banyak orang akan melihat ini sebagai grup yang sulit. Namun ketika Anda bermain di level AFC seperti ini, setiap grup pasti sulit," ujar Herdman.

Maksimal Melawan Qatar

Menurut Herdman, Timnas Indonesia harus menikmati kesempatan menghadapi lawan sekelas Jepang. Ia menilai status underdog justru dapat menjadi keuntungan bagi Skuad Garuda.

"Bagi kami, kami harus melihat peluang yang ada dari kesempatan menghadapi tim besar seperti Jepang dan menjalani laga itu sebagai underdog," kata Herdman.

Selain Jepang, Timnas Indonesia juga dituntut tampil maksimal ketika menghadapi Qatar. Herdman ingin para pemain mampu mengeluarkan kemampuan terbaik saat melawan juara bertahan Piala Asia tersebut.

"Lalu kami juga harus mampu mengeluarkan versi terbaik dari diri kami untuk bersaing melawan Qatar, dan menunjukkan semangat juang, hasrat, serta determinasi yang dibutuhkan untuk mengalahkan tim seperti Thailand," tegas Herdman.

Pola Pikir yang Berbeda

Peracik strategi berumur 50 tahun itu menilai setiap pertandingan membutuhkan pola pikir yang berbeda. Karena itu, Timnas Indonesia tidak boleh menyamakan pendekatan ketika menghadapi tiga lawan di Grup F.

"Saya pikir setiap pertandingan memiliki tantangan uniknya masing-masing, dan setiap laga membutuhkan pola pikir yang berbeda," tutur Herdman.

"Kami harus menjalaninya satu pertandingan demi satu pertandingan. Jadi, daripada melihat semua ini sebagai tantangan besar, saya justru melihatnya sebagai peluang besar," imbuhnya.