
Bola.net - Tim nasional Indonesia senior wajib tampil sekuat tenaga ketika versus China dalam lanjutan kualifikasi Grup C Piala Asia 2015, di Shaanxi Province Stadium, Xi’an, China, Jumat (15/11).
Apalagi, memperoleh poin penuh jadi target utama pasukan Jacksen Ferreira Tiago dari Team Dragon- julukan Timnas China.
"Kami sangat menyadari jika pertandingan nanti tidak akan berjalan dengan mudah. Tapi, semua mempersiapkan semuanya dengan cukup baik. Pada pertandingan pertama, kami pun terlihat bisa mengimbangi mereka. Karena itu, kami yakin bisa memberikan sesuatu di pertandingan nanti," ucap Jacksen Ferreira Tiago.
Menghadapi China, menjadi tantangan yang berat bagi Jacksen. Pasalnya, belum sekalipun meraih poin penuh. Apalagi, statistik pertandingan juga tidak bersahabat.
Dalam empat pertandingan sebelumnya, hasil imbang selalu mewarnai pertemuan kedua tim. Sedangkan di tiga laga lainnya, Timnas Indonesia senior menerima kekalahan. Kekalahan pertama terjadi ketika dijamu China, 5-1, (13 Mei 2001), di Kualifikasi Piala Dunia. Kekalahan kedua terjadi pada 27 Mei 2001, timnas Indonesia tumbang, 0-2, di kandang sendiri.
Pada pertemuan ketiga, (21 Juli 2004), kekalahan dengan skor besar kembali dialami Timnas Indonesia. Ketika itu, China unggul lima gol tanpa balas, di Workers’ Stadium, Beijing. (esa/dzi)
Apalagi, memperoleh poin penuh jadi target utama pasukan Jacksen Ferreira Tiago dari Team Dragon- julukan Timnas China.
"Kami sangat menyadari jika pertandingan nanti tidak akan berjalan dengan mudah. Tapi, semua mempersiapkan semuanya dengan cukup baik. Pada pertandingan pertama, kami pun terlihat bisa mengimbangi mereka. Karena itu, kami yakin bisa memberikan sesuatu di pertandingan nanti," ucap Jacksen Ferreira Tiago.
Menghadapi China, menjadi tantangan yang berat bagi Jacksen. Pasalnya, belum sekalipun meraih poin penuh. Apalagi, statistik pertandingan juga tidak bersahabat.
Dalam empat pertandingan sebelumnya, hasil imbang selalu mewarnai pertemuan kedua tim. Sedangkan di tiga laga lainnya, Timnas Indonesia senior menerima kekalahan. Kekalahan pertama terjadi ketika dijamu China, 5-1, (13 Mei 2001), di Kualifikasi Piala Dunia. Kekalahan kedua terjadi pada 27 Mei 2001, timnas Indonesia tumbang, 0-2, di kandang sendiri.
Pada pertemuan ketiga, (21 Juli 2004), kekalahan dengan skor besar kembali dialami Timnas Indonesia. Ketika itu, China unggul lima gol tanpa balas, di Workers’ Stadium, Beijing. (esa/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 7 Juni 2026 07:30Michael Carrick Patah Hati! Mantan Anak Asunya Ogah Gabung MU!
-
Piala Dunia 7 Juni 2026 07:26Hasil Brasil vs Mesir: Endrick Jadi Penentu Kemenangan Selecao
-
Tim Nasional 7 Juni 2026 07:00Prediksi Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 7 Juni 2026
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 7 Juni 2026 07:00Prediksi Timnas Indonesia U-19 vs Vietnam U-19 7 Juni 2026
SOROT
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
-
Liputan6 6 Juni 2026 15:31Kementerian ATR/BPN Kejar Sertifikasi 100 Persen Tanah Wakaf di 2028
MOST VIEWED
Nonton Live Streaming FIFA Matchday 2026: Indonesia vs Oman
Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Oman di FIFA Matchday
Nonton Live Streaming Timnas Indonesia vs Oman di SCTV dan Indosiar - FIFA Matchday
Jadwal Timnas Indonesia U-19 di Piala AFF U-19 2026, Siaran Langsung Indosiar dan SCTV, Live Streaming Vidio
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...













:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7906760/original/020408400_1780737353-Tenda_jemaah_haji_di_dekat_Jamarat__Mina__Makkah__Arab_Saudi.__Asnida_Riani_Liputan6.com_Media_Center_Haji_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5185504/original/083767400_1744433482-WhatsApp_Image_2025-04-12_at_09.58.00.jpeg)

