John Herdman dan Peluang Suksesnya Bersama Timnas Indonesia

John Herdman dan Peluang Suksesnya Bersama Timnas Indonesia
Aksi John Herdman pada laga Timnas Indonesia lawan Saint Kitts and Nevis pada FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3) (c) M. Iqbal Ichsan

Bola.net - Kehadiran John Herdman sebagai arsitek baru Timnas Indonesia memicu beragam reaksi dari berbagai kalangan. Salah satu pandangan datang dari mantan penjaga gawang Tim Garuda, Hermansyah.

Eks penjaga gawang era 1980–1990-an itu menilai bahwa latar belakang Herdman sebagai akademisi bukan hambatan untuk meraih prestasi. Ia bukan mantan pemain profesional, berbeda dengan banyak pelatih pada umumnya.

Menurut Hermansyah, sudah ada contoh nyata bahwa pelatih tanpa pengalaman sebagai pemain tetap mampu membawa tim meraih hasil positif. Hal tersebut ia sampaikan dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Bicara Bola.

"Kalau menurut saya, kita flashback ke belakang. Negara besar seperti Argentina juga pernah dilatih Menotti. Dia bukan seorang pemain bola, tetapi berhasil bersama Argentina di era Maradona. Jadi kita harus berpikir positif," ujarnya.

"Kita harus memberikan kesempatan untuk pelatih dengan waktu dekat ini ada Piala AFF dan Piala Asia. Mudah-mudahan Herdman bisa memberikan hasil yang positif dan kita sebagai mantan pemain selalu mendukung PSSI untuk bisa lebih baik lagi," lanjut Hermansyah.

Pendekatan Akademis dan Filosofi Baru

Pendekatan Akademis dan Filosofi Baru

Ekspresi John Herdman dalam laga Timnas Indonesia vs Saint Kitts and Nevis di FIFA Series 2026, Jumat (27/3/2026). (c) Bola.net/M. Iqbal Ichsan

Pandangan serupa juga disampaikan oleh mantan striker Timnas Indonesia, Peri Sandria. Ia menilai kehadiran John Herdman membawa warna baru, khususnya dalam cara pelatih tersebut menjaring pemain.

Menurut Peri, Herdman tidak hanya berfokus pada pemain naturalisasi, tetapi juga membuka peluang bagi pemain lokal untuk unjuk kemampuan. Pendekatan ini dianggap lebih seimbang dalam membangun tim.

“Saya rasa wajar jika pelatih baru membawa pemain baru. Namun yang saya lihat, Herdman juga aktif mencari pemain lokal, tidak hanya mengandalkan pemain naturalisasi,” ujarnya.

Eks pemain Persib Bandung itu menambahkan bahwa metode tersebut bisa menjadi hal positif bagi perkembangan sepak bola nasional. Ia menilai pendekatan ini dapat membantu membangun fondasi tim yang lebih kuat untuk jangka panjang.

Mengandalkan Energi dan Potensi Pemain Muda

Mengandalkan Energi dan Potensi Pemain Muda

Aksi John Herdman pada laga Timnas Indonesia lawan Saint Kitts and Nevis pada FIFA Series di Stadion Gelora Bung Karno, Jumat (27/3) (c) M. Iqbal Ichsan

Peri juga menyoroti kecenderungan John Herdman yang cenderung memilih pemain muda dengan karakter bermain agresif. Menurutnya, hal tersebut selaras dengan tuntutan sepak bola modern yang mengutamakan tempo tinggi dan intensitas permainan.

“Dia mencari pemain muda yang agresif agar rencana permainannya berjalan. Mungkin ini mirip dengan tim Kanada yang pernah ia tangani, yang banyak dihuni pemain muda dan lokal dengan agresivitas yang sangat baik,” ujar Peri.

Peri menegaskan bahwa latar belakang Herdman sebagai akademisi bukanlah kelemahan. Ia menilai hal tersebut tidak menghalangi seseorang untuk meraih kesuksesan sebagai pelatih.

Ia kemudian mencontohkan sosok Jose Mourinho yang juga tidak memiliki karier sebagai pemain top namun mampu meraih banyak gelar. “Herdman akademisi, tapi bukan berarti tidak bisa sukses. Contohnya Mourinho, bukan pemain besar, tetapi berhasil membawa tim juara. Semoga Herdman juga mampu meracik tim ini dengan baik,” harapnya.

Awal Meyakinkan Bersama Tim Garuda

Awal Meyakinkan Bersama Tim Garuda

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman (c) Bola.net/M Iqbal Ichsan

John Herdman menjalani laga perdananya bersama Timnas Indonesia dengan hasil yang meyakinkan. Pelatih berusia 49 tahun itu sukses membawa skuad Garuda meraih kemenangan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis pada ajang FIFA Series 2026, Jumat (27/3/2026).

Sejak resmi ditunjuk pada awal Januari untuk menggantikan Patrick Kluivert, Herdman mulai memperlihatkan dampak positif dalam permainan tim. Kehadirannya diharapkan mampu meningkatkan performa Timnas Indonesia di level internasional.

Di laga berikutnya, Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Bulgaria pada partai final FIFA Series 2026. Pertandingan tersebut akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Senin (30/3/2026) malam WIB.

Bulgaria sendiri melangkah ke final dengan catatan impresif setelah mengalahkan Kepulauan Solomon dengan skor telak 10-2. Hasil tersebut menunjukkan bahwa laga puncak diprediksi akan berlangsung dengan tingkat persaingan yang tinggi.

Disadur dari: Bola.com (Ana Dewi, Rizki Hidayat) 30 Maret 2026