
Bola.net - Ada momen menarik di balik kemenangan Timnas Indonesia U-23 atas Makau pada Kualifikasi Piala Asia U-23 2026, Sabtu (6/8) malam WIB. Usai laga, tiga perwakilan tim hadir di ruang jumpa pers: pelatih Gerald Vanenburg, kapten Arkhan Fikri, dan seorang sosok yang mungkin tak banyak dikenal publik, Matias Ibo, sang penerjemah.
Meski bukan bintang utama, peran Matias sangat vital dalam sesi jumpa pers. Dialah jembatan komunikasi antara pelatih, pemain, dan para jurnalis. Dengan tenang, ia menerjemahkan pernyataan Vanenburg dari bahasa Inggris ke bahasa Indonesia, lalu sebaliknya menerjemahkan jawaban Arkhan Fikri ke dalam bahasa Inggris.
Namun, ada satu momen yang membuatnya semakin mencuri perhatian. Saat Vanenburg sempat kesulitan memahami salah satu pertanyaan, ia meminta Matias menjelaskannya kembali dalam bahasa Belanda. Tanpa ragu, Matias langsung melakukannya dengan fasih. Dari situlah, publik sadar: pria 46 tahun ini adalah seorang poliglot sejati.
Poliglot di Balik Timnas Indonesia U-23
Matias Ibo dikenal mampu berbicara setidaknya lima bahasa. Ia fasih berbahasa Inggris, menguasai Belanda berkat pendidikan yang ditempuhnya di sana, serta tentu saja bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu. Tak berhenti di situ, Matias juga bisa menggunakan bahasa Jerman dengan cukup baik.
Kemampuannya tak hanya terbatas pada bahasa asing. Matias juga bisa berbicara bahasa Jawa, dalam bentuk ngoko yang akrab digunakan untuk percakapan sehari-hari. Hal itu semakin memperkaya identitasnya sebagai seorang poliglot, yang dengan mudah berpindah dari satu bahasa ke bahasa lain sesuai kebutuhan situasi.
Jawaban Singkat yang Bermakna
Bola.net sempat mencoba bertanya kepada Matias di mixed zone setelah laga melawan Makau. Namun, karena rombongan Timnas Indonesia U-23 sedang terburu-buru meninggalkan stadion, ia hanya memberi jawaban singkat.
"Ora wawancara, sesuk wae yo. Sawise bal-balane rampung," ucapnya sambil menaiki bus Timnas Indonesia. Ungkapan itu, dalam bahasa Jawa ngoko, berarti: "Tidak usah wawancara, besok saja ya. Setelah pertandingan sepak bolanya berakhir." Sebuah jawaban singkat yang justru menegaskan sisi poliglot dirinya.
Bukan Sosok Asing di Sepak Bola Indonesia
Nama Matias Ibo sebenarnya bukan baru di dunia sepak bola Indonesia. Ia pernah menjadi fisioterapis Timnas Indonesia pada periode 2010-an, termasuk di Piala AFF 2012. Pengalamannya di dunia sepak bola nasional cukup panjang dan penuh cerita.
Selain bersama Timnas, Matias juga pernah bekerja dengan Timo Scheunemann di Persema Malang.
Kini, ia kembali hadir untuk membantu Timnas Indonesia U-23, bukan lagi di bidang medis, melainkan sebagai penerjemah yang memastikan komunikasi berjalan lancar. Sosok yang tenang, multitalenta, dan diam-diam menjadi bagian penting dari perjalanan skuad Garuda Muda.
(Bola.net/As'ad Arifin)
Baca Juga:
- Demi Sang Anak yang Idolakan Jens Raven, Keluarga Lukman Hadi Rela Dua Hari Beruntun Nonton Timnas Indonesia
- Dion Markx Solid, Rafael Struick Cetak Gol: Performa Gemilang Pemain Diaspora Timnas Indonesia U-23
- Vanenburg Ingin Dialog dengan Klub soal Menit Main Pemain Timnas Indonesia U-23: Harus Kerja Sama
- Gerald Vanenburg Puji Timnas Indonesia U-23: Akhirnya Menang Karena Main Pakai Pikiran, Bukan Emosi
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 25 Juli 2026 21:00Update Kondisi Kobbie Mainoo: Kapan Bisa Gabung Pra Musim MU?
-
Liga Spanyol 25 Juli 2026 20:00Digoda Real Madrid, Yan Diomande Siap Melipir ke Spanyol
LATEST UPDATE
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 26 Juli 2026 00:33Dapur MBG Pesawaran Lampung Disetop usai 32 Siswa Diduga Keracunan
-
Liputan6 25 Juli 2026 23:48Ibu di Deli Serdang Ditikam Anak Saat Coba Hentikan Pertengkaran
-
Liputan6 25 Juli 2026 22:52Rano Karno Siap Kirim Bantuan Air ke Tangerang
MOST VIEWED
Bertabur Bintang! Inilah Skuad Final Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026
5 Pemain yang Diprediksi Bersinar di Piala AFF 2026, Salah Satunya Thom Haye
Timnas Indonesia Sambut Piala AFF 2026, Stadion Pakansari Tampil dengan Wajah Baru
Timnas Indonesia Tundukkan Bali United 3-0, John Herdman Puas dengan Perkembangan Skuad
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya














:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307172/original/049725600_1784962184-mayat_tanpa_kepala.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307368/original/005039900_1785000809-1001493847.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4458178/original/050647500_1686209005-earthquake-g477b52052_640.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9307360/original/066583000_1784998111-3465dc30-964d-4de6-880a-6e5588afe7e9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/699933/original/_Dawn__Victims.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7282214/original/004443700_1780067930-IMG_0649.jpeg)

