Momen-momen Menarik Piala AFF U-19 2026 Indonesia vs Myanmar: Dimas Curi Perhatian Dengan Brace-nya, 2 Error Untungnya tak Fatal

Momen-momen Menarik Piala AFF U-19 2026 Indonesia vs Myanmar: Dimas Curi Perhatian Dengan Brace-nya, 2 Error Untungnya tak Fatal
Duel antara Timnas Indonesia U-19 lawan Myanmar pada matchday pertama Grup A Piala AFF U-19 2026 (c) Dok. Timnas Indonesia

Bola.net - Timnas Indonesia U-19 berhasil menang dengan skor 3-0 atas Timnas Myanmar U-19 di laga perdana Grup A Piala AFF U-19 2026 di Stadion Utama Sumatera Utara, Deli Serdang, Senin (01/06/2026) malam WIB.

Duel Indonesia vs Myanmar ini awalnya berjalan dengan ketat. Tim asuhan Nova Arianto sempat kesulitan menemukan irama permainan yang tepat dan dipaksa melakukan pergantian pemain lebih awal di tengah babak pertama.

Setelah itu, permainan Indonesia membaik dan membuka gol melalui sontekan Arkhan Kaka sebelum babak pertama berakhir. Di babak kedua Dimas Adi Prasetyo tampil gemilang.

Ia berhasil mencetak brace alias dua gol. Indonesia pun menang telak 3-0 atas Myanmar.

Berikut beberapa momen menarik yang mungkin terlewatkan dari pandangan Anda Bolaneters.

Foul Horor Pada Algazani tak Berbuah Kartu

Pada menit ke-17, Timnas Myanmar U-19 mencoba membangun serangan. Mereka sukses melewati garis tengah lapangan.

Pemain nomor 11 yang menguasai bola kemudian kehilangan kontrol atas si kulit bundar. Algazani lalu berhasil menggapai bola liar tersebut lebih dahulu.

Namun engkel kaki kanannya terkena injak pemain nomor 11 yang mencoba merebut bola. Sayangnya wasit hanya memberikan pelanggaran tapi tak memberikan hukuman pada pemain lawan meski dalam tayangan ulang foul tersebut terlihat berbahaya.

Peluang Gol Kaka Dihentikan Tiang Gawang

Pada menit ke-34, Timnas Indonesia U-19 sedang aktif-aktifnya menekan pertahanan Myanmar U-19. Mereka akhirnya menciptakan peluang emas.

Pemain nomor 7, Reno Salampessy, berhasil membawa bola masuk ke kotak penalti meski sempat coba diadang dua pemain lawan. Setelah masuk di halfspace kiri, ia melepas umping lob ke tiang jauh.

Di sana bola disundul oleh Arkhan Kaka. Namun sayangnya bola itu hanya membentur tiang gawang saja.

Arkhan Kaka Akhirnya Nyekor

Pada menit ke-38, Timnas Indonesia U-19 membangun serangan dari lini belakang. Bola saat itu ada di sisi kanan lapangan.

Sebuah umpan panjang kemudian dilepaskan ke dalam kotak penalti. Arkhan Kaka mengejar bola itu tapi coba diganggu oleh kapten Myanmar U-19.

Namun Kaka bisa melewati adangan sang kapten dan akhirnya tinggal berhadapan dengan kiper lawan. Dengan sontekan kaki kanannya, pemain nomor 8 ini sukses mencetak gol.

Selebrasi 6 Kaka

Arkhan Kaka sukses memecah kebuntuan pada menit ke-38. Ia kemudian merayakan gol tersebut dengan berlari ke sudut kanan lapangan.

Di pojok lapangan, Kaka melakukan selebrasi yang Unik. Tangan kanannya mengacungkan satu jari dan tangan kirinya lima jari, menunjukkan angka enam.

Selebrasinya tak berhenti sampai di situ. Ia juga menciptakan simbol ‘hati’ dengan kedua tangannya.

Emosi, Pemain Myanmar Dorong Kaka

Usai mencetak gol, pemain Indonesia U-19 tentu saja langsung berselebrasi. Setelah itu mereka kembali ke area permainan dan bersiap melakukan restart pertandingan.

Namun Arkhan Kaka jadi pemain terakhir yang balik ke posisinya. Hal tersebut membuat salah satu pemain Myanmar emosi.

Ia tampak mendorong Kaka, yang mendekati garis tengah lapangan, dari belakang. Sayangnya meski terjadi di dekat wasit, tak ada peringatan untuk pemain lawan tersebut.

Kartu Kuning tak Perlu Algazani

Pada menit ke-52, Timnas Indonesia U-19 mencoba memulai serangan dari belakang. Bola dikuasai oleh Putu Panji.

Sayangnya ia melakukan error saat mencoba melakukan umpan dan akhirnya bola keluar lapangan. Pemain Myanmar kemudian berusaha gerak cepat untuk melakukan lemparan ke depan.

Namun usaha itu diganggu oleh Algazani dengan mengambil bola dan melemparnya ke udara. Aksi tersebut langsung saja mendapat kartu kuning dari wasit.

Error Putu Panji Untungnya tak Berbuah Fatal

Pada menit ke-62, Indonesia U-19 menguasai bola di lini belakang tepatnya di area kiri lapangan. Saat itu bola dikuasai oleh Putu Panji.

Ia terlalu lama menguasai bola meski berada dalam tekanan lawan. Satu pemain Myanmar akhirnya sukses mencuri bola.

Untungnya serangan lawan terhenti di kotak penalti setelah ada pemain Indonesia lainnya yang berhasil melakukan cover.

Myanmar Nyaris Manfaatkan Kesalahan Umpan Indonesia

Pada menit ke-67, Timnas Indonesia U-19 sedang menguasai bola di belakang garis tengah. Bola kemudian coba diumpan ke pemain di lini belakang.

Namun arah umpannya bisa dibaca pemain Myanmar. Lawan pun bisa memanfaatkan situasi itu untuk menciptakan peluang mencetak gol.

Pemain Myanmar sukses melepas tembakan dari dalam kotak penalti di halfspace kanan. Untungnya peluang itu masih bisa dinetralisir oleh Dafa.

Pressing Dimas Berbuah Gol

Pada menit ke-78, Timnas Myanmar U-19 berhasil menahan tekanan dari Indonesia U-19. Tapi pemain belakang mereka kemudian kesulitan untuk mengalirkan bola ke depan.

Kapten Myanmar kemudian melakukan backpass pada kiper. Bola itu dikejar oleh Dimas Adi Praasetyo.

Kiper Myanmar berusaha menendang bola tapi terkena blok oleh Dimas. Pemain nomor 9 itu akhirnya menyambar bola liar dan mencetak gol kedua bagi Indonesia.

Dimas Cetak Gol Keduanya

Pada menit ke-86, Timnas Indonesia U-19 mengurung pertahanan Myanmar U-19. Mereka awalnya mencoba menyerang dari tengah tapi kemudian bola digulirkan ke sisi kiri lapangan.

Bola dikuasai oleh Amar Brkic. Ia mengirim umpan silang ke tengah kotak penalti dan bola dikuasai oleh pemain Indonesia.

Bola kemudian diberikan dengan cepat kepada Dimas yang dalam posisi tak terkawal. Dengan kaki kirinya, ia melakukan finishing cantik yang gagal dihentikan kiper lawan.