
Bola.net - Piala AFF 1998 menyisakan beberapa kisah yang tak mengenakkan bagi Timnas Indonesia. Pada edisi kedua turnamen sepak bola antartim nasional negara-negara Asia Tenggara yang kala itu lebih dikenal dengan sebutan Piala Tiger, Indonesia hanya mampu menembus semifinal.
Timnas Indonesia sebentar lagi akan kembali beraksi di Piala AFF 2020, di mana pada edisi kali ini, Piala AFF akan digelar secara terpusat di Singapura. Dalam pelaksanaannya, Piala AFF selalu memiliki fakta menarik, tak terkecuali pada edisi 1998.
Piala AFF, yang pada awalnya dikenal dengan sebutan Piala Tiger, merupakan kejuaraan bergengsi di regional Asia Tenggara. Bagi Timnas Indonesia, trofi Piala AFF adalah sebuah trofi bergengsi yang paling mungkin diraih, meski hingga saat ini Tim Garuda belum berhasil mendapatkannya.
Hal tersebut yang membuat banyak pecinta sepak bola Indonesia berharap Tim Garuda bisa mengakhiri penantian mereka untuk bisa melihat, kali pertama, Timnas Indonesia mengangkat trofi juara Piala AFF.
Jelang gelaran Piala AFF 2020 akhir pekan ini, yuk bernostalgia dan melihat kembali beberapa momen unik yang terjadi di Piala AFF 1998, yang merupakan edisi kedua turnamen Asia Tenggara yang awalnya bernama Piala Tiger itu.
Digelar di Vietnam pada 26 Agustus hingga 5 September 1998, Piala Tiger 1998 menghasilkan Singapura sebagai juara, di mana Timnas Indonesia hanya berhasil meraih tempat ketiga di turnamen tersebut.
Melansir dari Bola.com, berikut beberapa fakta menarik seputar Piala AFF 1998.
Singapura, Tak Terkalahkan Hingga Juara
Singapura berhasil menjadi juara Piala AFF 1998 setelah tak sekalipun mengalami kekalahan dalam lima pertandingan di turnamen seperti itu. Sejak awal, Timnas Singapura langsung tancap gas.
Tim asuhan Barry Whitbread, Singapura, berhasil melangkah begitu jauh untuk meraih trofi pertama mereka di kompetisi Piala AFF 1998. Singapura mengawalinya dengan kemenangan meyakinkan 2-0 atas Malaysia.
Malaysia menjadi korban pertama Singapura yang menang 2-0 pada pertandingan pertama Grup B. Setelah bermain imbang tanpa gol dengan Vietnam pada laga kedua, Singapura sukses menang telak 4-1 atas Laos pada laga terakhir.
Sementara di semifinal, Vietnam mampu meraih kemenangan telak 3-0 atas Thailand. Sementara di final, Singapura kembali berhadapan dengan Vietnam.
Meski bermain imbang tanpa gol di fase grup, Singapura mampu meraih hasil berbeda di laga final ini, yaitu kemenangan 1-0 atas Vietnam.
Sepak Bola Gajah
Piala Tiger 1998 adalah momen kelam dalam sejarah sepak bola Indonesia. Kala itu, dalam laga ketiga fase grup, di mana Timnas Indonesia menghadapi Thailand, sebuah permainan tidak terpuji yang disebut sepak bola gajah terjadi.
Dalam kedudukan imbang 2-2 antara Timnas Indonesia dan Thailand, Mursyid Effendi mencetak gol bunuh diri yang membuat Thailand unggul 2-3. Namun, bukannya bersedih, Mursyid dan beberapa pemain Tim Garuda justru tampak gembira dengan gol tersebut.
Unsur kesengajaan dalam proses gol bunuh diri itu sangat jelas terlihat. Melalui layar kaca, penggemar sepak bola di Tanah Air tersentak karena seusai membobol gawang sendiri, Mursyid disambut beberapa rekan setim justru melakukan selebrasi.
Motif menghindari Vietnam di semifinal diduga kuat sebagai alasan Timnas Indonesia dan Thailand enggan menang di partai terakhir penyisihan Grup A Piala AFF 1998 hingga akhirnya memilih memainkan sepak bola gajah.
Pada akhirnya Timnas Indonesia justru bertemu Singapura dan kalah 1-2 dalam pertandingan tersebut. Setelah itu Mursyid Effendi pun mendapatkan sanksi dari FIFA berupa larangan bermain seumur hidup di pertandingan sepak bola internasional.
Semua Gol Bunuh Diri Melibatkan Timnas Indonesia
Jika melihat statistik Piala Tiger 1998, maka Anda akan menemukan ada tiga gol bunuh diri yang terjadi dalam sepanjang turnamen, termasuk yang dilakukan Mursyid Effendi ketika menghadapi Thailand dan mendapatkan sorotan dan sebutan sebagai sepak bola gajah.
Jika satu di antara tiga gol bunuh diri tersebut dicetak oleh pemain Timnas Indonesia sendiri, dua gol bunuh diri lain juga melibatkan Timnas Indonesia.
Dua gol bunuh diri lain dicetak oleh pemain Myanmar, Min Aung dan Min Thu. Keduanya mencetak gol ketika harus menghadapi Timnas Indonesia di laga kedua fase Grup A Piala AFF 1998.
Min Aung mencetak gol bunuh diri yang menjadi gol ketiga Timnas Indonesia dalam pertandingan tersebut. Tak sampai di situ saja, Min Thu juga menjadi pencetak gol bunuh diri dalam pertandingan yang sama, yang merupakan gol terakhir Tim Garuda pada laga tersebut.
Timnas Indonesia Cetak Gol Terbanyak di Fase Grup
Meski harus menanggung beban memalukan karena sepak bola gajah yang terjadi di fase grup, Timnas Indonesia juga mencatatkan prestasi dengan menjadi tim yang mencetak gol paling banyak di fase grup Piala AFF 1998.
Total dari tiga pertandingan di fase grup, Timnas Indonesia mencetak 11 gol, termasuk dua gol bunuh diri yang dilakukan oleh pemain Myanmar. Hal tersebut membuat Tim Garuda juga memiliki selisih gol paling besar di antara tujuh tim lain, yaitu dengan surplus enam gol.
Tak hanya itu, hanya Timnas Indonesia yang mampu mencetak hingga lebih dari 10 gol di fase grup tersebut, disusul Myanmar dengan 8 gol dan Thailand dengan 7 gol. Sementara dua tim yang lolos dari Grup B, Singapura dan Thailand, masing-masing mencatatkan enam dan lima gol di fase grup.
Disadur dari: Bola.com (Benediktus GP; 27/11/2021)
Dukung Indonesia di Piala AFF 2020
- Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2020: Optimistis Boleh, Terlena Jangan!
- 4 Pemain Bintang Tim Lawan yang Bisa Jadi Mimpi Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF 2020
- Jelang Piala AFF: Apa Beda Pemain Naturalisasi dengan Pemain Keturunan?
- Indonesia Kalahkan Antalyaspor di Laga Terakhir Jelang Piala AFF, Tapi Netizen Malah Heboh
- Starting XI Timnas Indonesia Dengan 4 Pemain Keturunan: Baggott, Arhan, dan Asnawi Out?
Advertisement
Berita Terkait
-
Bola Indonesia 4 September 2026 17:29Hasil BRI Super League: 4-0, Sepak Sudut Arema FC Sukses Hancurkan Isenmulang!
-
Bola Indonesia 4 September 2026 16:26Prediksi BRI Super League: Persik Kediri vs Dewa United 5 September 2026
-
Tim Nasional 4 September 2026 15:46Peluang Debut Emil Audero di Rayo Vallecano: 2 Sesi Latihan Jadi Penentu
-
Bola Indonesia 4 September 2026 15:14Marc Klok dan Laga Emosional Persib vs PSM Makassar
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 4 September 2026 20:15Alasan Manchester United Tak Merekrut Mamadou Sangare meski Sempat Memantaunya
-
Liga Inggris 4 September 2026 19:05Bintang Chelsea Mulai Cemas karena Xabi Alonso, Siap Pergi Januari
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 4 September 2026 15:46Peluang Debut Emil Audero di Rayo Vallecano: 2 Sesi Latihan Jadi Penentu
-
tim nasional 3 September 2026 18:21Tempat Menonton Live Siaran Langsung Timnas Indonesia U-20 vs Laos Hari Ini
-
tim nasional 3 September 2026 18:14Link Streaming Siaran Langsung Timnas Indonesia U-20 vs Laos Hari Ini
SOROT
-
Liputan6 4 September 2026 20:36Siswa SMP di Nabire Pembunuh Mantan Pacar Dihukum 10 Tahun
-
Liputan6 4 September 2026 19:57Cerita Kepanikan Penghuni Dapat Kabar Apartemen Pavilion Kebakaran
-
Liputan6 4 September 2026 19:50160 Siswa Keracunan, Dapur MBG di Toraja Disanksi
-
Liputan6 4 September 2026 19:44Tersangka Kasus Kebakaran Hutan Bertambah Jadi 112 Orang
-
Liputan6 4 September 2026 19:29Hujan Akhirnya Menyapa Pontianak
-
Liputan6 4 September 2026 19:10Hukuman 2 TNI Kasus Andrie Yunus Dipangkas dan Batal Dipecat
MOST VIEWED
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-20 vs Laos Hari Ini
Tempat Menonton Live Siaran Langsung Timnas Indonesia U-20 vs Laos Hari Ini
Penampilan Elegan Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026, Gorga dan Limar Jadi Identitas Wastra Nusantara
Prediksi Starting XI Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Akan Ada Sejumlah Perubahan
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340895/original/092729500_1788529017-WhatsApp-Image-2026-09-04-at-20.58.05.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340875/original/044738600_1788526653-93357.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340870/original/079729800_1788526203-1091801.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340866/original/033813100_1788525848-93367.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340860/original/078027400_1788524971-1002269829.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569416/original/031673100_1777441882-3.jpg)

