
Bola.net - Kompetisi domestik bukan satu-satunya lahan 'bermain' bagi bandar match fixing. Tentakel-tentakel para pelaku tindakan lancung ini juga sudah menggerayangi tim nasional.
Salah seorang perantara antara bandar dan 'operator lapangan' (pemain, offisial, pelatih, maupun perangkat pertandingan), Bambang Suryo, mengaku bahwa timnas tak lepas dari jerat match fixing. Ada sejumlah pertandingan timnas yang disebutnya terkontaminasi.
"Sama saja. Bisa saja masuk ke timnas," ujar Bambang Suryo, kala ditemui Bola.net di kediamannya, Senin (04/12).
"Saya tidak mau sebut kapan ada bandar yang masuk ini. Yang pasti, saya berani bilang ada," sambung pria berkepala plontos ini .
Menurut BS, sapaan karibnya, ada sejumlah perbedaan antara match fixing yang melibatkan timnas dan klub. Salah satunya, sambung pria yang mengaku sudah bertobat dari perbuatan masa silamnya ini, adalah besaran dana operasional yang harus dikeluarkan.
"Kalau untuk timnas bisa sampai miliaran. Jauh lebih besar jumlahnya kalau dibandingkan dengan main di klub. Kalau klub kan kisarannya hanya ratusan juta rupiah," tuturnya.
Pernyataan BS ini sesungguhnya bukan hal baru. Beberapa kali Timnas Indonesia digoyang skandal suap.
Dalam catatan Bola.net, jelang Asian Games 1962 silam, sempat terlontar isu penyuapan pada Timnas Indonesia yang menelan kekalahan pada laga uji coba kontra Yugoslavia Selection. Pelatih Timnas Indonesia waktu itu, Antun Pogacnik, bahkan sampai berurai air mata kala sejumlah pemainnya diperiksa polisi.
Aroma suap kembali tercium pada 1981 kala Manajer Timnas Indonesia, Sjarnoebi Said sempat meminta anak asuhnya bersumpah tak menerima suap, dua hari sebelum laga mereka kontra Timnas Fiji. Pada pertandingan kualifikasi Piala Dunia 1982 ini Indonesia yang sempat unggul 3-1 akhirya harus puas berbagi angka 3-3.
Pada 1987, giliran sejumlah pemain Timnas Indonesia yang bermain di pra-Olimpiade 1987 tersandung kasus suap. Akibatnya, Bambang Nurdiansyah dan sejumlah pemain lain harus dihukum selama tiga tahun.
Kabar masuk anginnya Timnas Indonesia kembali berembus kencang pada gelaran Piala AFF 2010. Skuat besutan Alfred Riedl ini ditengarai 'masuk angin' pada laga puncak gelaran tersebut, kontra Malaysia.
Tengara ini kian meluas kala seseorang yang mengaku bernama Eli Cohen menulis surat elektronik kepada Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono. Dalam surelnya, Eli -yang mengaku pegawai pajak- menuding sejumlah pengurus PSSI mengatur laga Timnas Indonesia vs Malaysia di final Piala AFF, Desember lalu.
"Disampaikan bahwa kekalahan tim sepak bola Indonesia dari tuan rumah Malaysia saat itu adalah sudah ditentukan sebelum pertandingan dimulai. Hal ini terjadi karena adanya permainan atau skandal suap yang dilakukan oleh Bandar Judi di Malaysia dengan petinggi penting di PSSI yaitu XX dan XXX. Dari kekalahan tim Indonesia ini baik Bandar judi maupun 2 orang oknum PSSI ini meraup untung puluhan miliar rupiah."
"Informasi dari kawan saya, saat di kamar ganti dua orang oknum PSSI ini masuk ke ruang ganti pemain (menurut aturan resmi seharusnya hal ini dilarang) untuk memberikan instruksi kepada oknum pemain. Insiden "laser" dinilai sebagai salah satu desain dan pemicunya untuk mematahkan semangat bertanding," demikian potongan surel tertanggal 30 Januari 2011 tersebut.
Waktu itu, tuduhan Eli ditampik oleh PSSI. Humas PSSI waktu itu, Tubagus Adhi, menyebut bahwa tudingan ini tak lebih dari sekadar omong kosong.
"Nggak bener itu! Yang jelas ini merupakan sesuatu yang tidak bagus di akhir masa tugas Pengurus PSSI periode 2007-2011," ujarnya pada Bola.net waktu itu.
"Saya rasa mustahil bakal terjadi suap atau semacam itu. Apalagi ini sebuah momen yang berat bagi PSSI. Ada banyak hal yang menghambat langkah PSSI baik dari luar maupun dalam," ia memungkasi.
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 4 September 2026 15:46Peluang Debut Emil Audero di Rayo Vallecano: 2 Sesi Latihan Jadi Penentu
-
Liga Spanyol 1 September 2026 23:23Tinggalkan Como, Emil Audero Bakal Merantau ke Spanyol
-
Tim Nasional 31 Agustus 2026 18:12Peluang Mees Hilgers Tembus Starting XI Heerenveen: Persaingan Sangat Ketat!
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 4 September 2026 20:15Alasan Manchester United Tak Merekrut Mamadou Sangare meski Sempat Memantaunya
-
Liga Inggris 4 September 2026 19:05Bintang Chelsea Mulai Cemas karena Xabi Alonso, Siap Pergi Januari
-
Liga Spanyol 4 September 2026 18:30Jose Mourinho Segera Jalani Ujian Besar di Real Madrid: Hadapi Betis dan Inter
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 4 September 2026 15:46Peluang Debut Emil Audero di Rayo Vallecano: 2 Sesi Latihan Jadi Penentu
-
tim nasional 3 September 2026 18:21Tempat Menonton Live Siaran Langsung Timnas Indonesia U-20 vs Laos Hari Ini
-
tim nasional 3 September 2026 18:14Link Streaming Siaran Langsung Timnas Indonesia U-20 vs Laos Hari Ini
SOROT
-
Liputan6 4 September 2026 19:57Cerita Kepanikan Penghuni Dapat Kabar Apartemen Pavilion Kebakaran
-
Liputan6 4 September 2026 19:50160 Siswa Keracunan, Dapur MBG di Toraja Disanksi
-
Liputan6 4 September 2026 19:44Tersangka Kasus Kebakaran Hutan Bertambah Jadi 112 Orang
-
Liputan6 4 September 2026 19:29Hujan Akhirnya Menyapa Pontianak
-
Liputan6 4 September 2026 19:10Hukuman 2 TNI Kasus Andrie Yunus Dipangkas dan Batal Dipecat
-
Liputan6 4 September 2026 18:30Banjarbaru Buka Rumah Oksigen 24 Jam Hadapi Kabut Asap
MOST VIEWED
Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia U-20 vs Laos Hari Ini
Tempat Menonton Live Siaran Langsung Timnas Indonesia U-20 vs Laos Hari Ini
Penampilan Elegan Seragam Tim Indonesia di Asian Games 2026, Gorga dan Limar Jadi Identitas Wastra Nusantara
Prediksi Starting XI Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Akan Ada Sejumlah Perubahan
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340875/original/044738600_1788526653-93357.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340870/original/079729800_1788526203-1091801.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340866/original/033813100_1788525848-93367.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340860/original/078027400_1788524971-1002269829.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5569416/original/031673100_1777441882-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340835/original/050371000_1788521462-kepolisian-buka-posko-kesehatan-warga-terdampak-karhutla-2855752.jpg)

