Sumardji Super Kecewa Usai Disanksi FIFA 20 Laga Tidak Bisa Mendampingi Timnas Indonesia: Tak Masuk di Nalar dengan Peristiwanya

Sumardji Super Kecewa Usai Disanksi FIFA 20 Laga Tidak Bisa Mendampingi Timnas Indonesia: Tak Masuk di Nalar dengan Peristiwanya
Manajer Timnas Indonesia, Sumardji, ketika menghadiri sesi larihan Tim U-22 jelang SEA Games 2025 (c) Bagaskara Lazuardi

Bola.net - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji dihukum berat FIFA. Ia dilarang mendampingi Timnas Indonesia dalam 20 pertandingan dan denda 15.000 franc Swiss (Rp324 juta).

Dalam keputusan Komite Disiplin (Komdis) FIFA pada 18 November 2025, Sumardji dianggap melanggar Pasal 14 ayat (1) huruf (l) Kode Disiplin FIFA. Ia dinilai melakukan penyerangan terhadap ofisial pertandingan.

"Ya seperti itu, sanksi Komdis FIFA tidak boleh mendampingi tim di bangku cadangan selama 20 pertandingan," ujar Sumardji saat dikonfirmasi Bola.net, Rabu (4/2).

"Saya super kecewa karena tidak masuk di nalar dengan peristiwanya," katanya menambahkan.

Usai Timnas Indonesia Kalah 0-1 dari Irak

Kejadian itu usai Timnas Indonesia kalah 0-1 dari Irak. Partai yang berlangsung pada 11 Oktober 2025 di Arab Saudi itu menggagalkan Skuad Garuda lolos ke Piala Dunia 2026.

"Termohon, Sumardji Sumardji, dinyatakan terbukti melanggar Pasal 14 ayat (1) huruf (l) Kode Disiplin FIFA (FDC) karena melakukan penyerangan terhadap ofisial pertandingan sehubungan dengan laga Irak melawan Indonesia yang dimainkan pada 11 Oktober 2025 dalam rangka kompetisi pendahuluan Piala Dunia FIFA 2026™," ujar Komdis FIFA.

"Termohon dijatuhi sanksi larangan mendampingi tim selama dua puluh (20) pertandingan, yang pelaksanaannya dilakukan sesuai dengan Pasal 69 FDC," sambungnya.

7 Fakta terkait Insiden

Komdis FIFA membeberkan tujuh fakta terkait insiden itu. Salah satunya adalah Sumardji yang mendapatkan kartu merah dari wasit asal China, Ma Ning usai pertandingan.

"Setelah Pertandingan, laporan resmi pertandingan berikut diajukan oleh perangkat pertandingan: Laporan Wasit: Kartu merah untuk manajer tim Indonesia, Sumardji (setelah pertandingan berakhir), dengan alasan: perilaku kekerasan," tulis Komdis FIFA.

"Laporan Komisaris Pertandingan: Setelah pertandingan, dua pemain Indonesia (nomor punggung 19 dan 20) serta seorang ofisial tim Indonesia (Manajer Tim) dikeluarkan dari lapangan. Menurut laporan wasit, Manajer Tim dikeluarkan karena mendorong wasit secara ofensif dari belakang," lanjutnya.

Telah Mundur dari Manajer Timnas Indonesia

Saat itu, Sumardji masih menjadi manajer Timnas Indonesia. Namun pada akhir Desember 2025, ia mundur dari posisinya akibat kegagalan dari SEA Games 2025 di Thailand.

"Termohon diwajibkan membayar denda sebesar CHF 15.000. Termohon diberikan batas waktu terakhir selama tiga puluh (30) hari sejak pemberitahuan putusan ini untuk melunasi denda tersebut. Apabila hingga berakhirnya batas waktu terakhir tersebut Termohon tetap lalai atau tidak sepenuhnya mematuhi putusan ini, Komite Disiplin FIFA dapat menjatuhkan langkah-langkah tambahan," tutup Komdis FIFA.