
Bola.net - Tim nasional Indonesia U-23, harus merelakan lepasnya medali emas dari cabang olahraga sepak bola ajang SEA Games 2015. Meski demikian, tuntutan membawa pulang medali, sekalipun perunggu, tetap dinantikan publik Tanah Air.
Hal tersebut, coba dijawab Timnas Indonesia U-23 saat lawan Vietnam, di Stadion Nasional, Singapura, Senin (15/6).
"Kita harus bisa kerja keras. Jangan mudah menyerah, sebab harus dapat medali sekalipun perunggu. Kekalahan kemarin dari Thailand, semoga bisa menjadi bahan introspeksi," ujar mantan pesepakbola nasional, Peri Sandria.
"Kita harus bisa mewaspadai permainan cepat Vietnam. Saya harap, tim pelatih bisa bertindak cepat dan tepat. Terutama, saat terjadi kebuntuan dan kesulitan karena terus ditekan lawan," imbuh sosok kelahiran Tandem, Binjai, Sumatera Utara, 24 September 1969 tersebut.
Dilanjutkannya lagi, Garuda Muda- julukan skuad Timnas Indonesia U-23- tidak membuat kesalahan seperti ketika bertemu Thailand, di babak semifinal, Singapore National Stadium, Sabtu (13/6).
Ketika itu, Indonesia dipermalukan dengan skor 0-5. Rincian lima gol bagi The War Elephants- julukan skuad Timnas Thailand, masing-masing dicetak Rungat Phumichantuk (dua gol), Thitiphan Puangjan, Narubadin Weerawatnodom dan ditutup Chanathip Songkrasin.
"Semestinya, saat itu kita bermain menunggu dan sabar. Pemain belakang tidak disiplin menjaga lawan dan daerahnya. Sehingga, pemain lawan menjadi leluasa bergerak. Bahkan ironisnya, kemarin itu bermain sama sekali tidak memiliki visi dan jiwa nasionalisme," pungkas mantan Pelatih Persipo, PS Siak, Persipon Pontianak, dan Pelita Bandung Raya (asisten pelatih) tersebut (esa/dzi)
Hal tersebut, coba dijawab Timnas Indonesia U-23 saat lawan Vietnam, di Stadion Nasional, Singapura, Senin (15/6).
"Kita harus bisa kerja keras. Jangan mudah menyerah, sebab harus dapat medali sekalipun perunggu. Kekalahan kemarin dari Thailand, semoga bisa menjadi bahan introspeksi," ujar mantan pesepakbola nasional, Peri Sandria.
"Kita harus bisa mewaspadai permainan cepat Vietnam. Saya harap, tim pelatih bisa bertindak cepat dan tepat. Terutama, saat terjadi kebuntuan dan kesulitan karena terus ditekan lawan," imbuh sosok kelahiran Tandem, Binjai, Sumatera Utara, 24 September 1969 tersebut.
Dilanjutkannya lagi, Garuda Muda- julukan skuad Timnas Indonesia U-23- tidak membuat kesalahan seperti ketika bertemu Thailand, di babak semifinal, Singapore National Stadium, Sabtu (13/6).
Ketika itu, Indonesia dipermalukan dengan skor 0-5. Rincian lima gol bagi The War Elephants- julukan skuad Timnas Thailand, masing-masing dicetak Rungat Phumichantuk (dua gol), Thitiphan Puangjan, Narubadin Weerawatnodom dan ditutup Chanathip Songkrasin.
"Semestinya, saat itu kita bermain menunggu dan sabar. Pemain belakang tidak disiplin menjaga lawan dan daerahnya. Sehingga, pemain lawan menjadi leluasa bergerak. Bahkan ironisnya, kemarin itu bermain sama sekali tidak memiliki visi dan jiwa nasionalisme," pungkas mantan Pelatih Persipo, PS Siak, Persipon Pontianak, dan Pelita Bandung Raya (asisten pelatih) tersebut (esa/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
-
Tim Nasional 13 Februari 2026 15:47Asian Games 2026: Aturan Baru Jegal Timnas Indonesia, PSSI Wajib Lobi AFC!
LATEST UPDATE
-
Liga Italia 6 Maret 2026 10:16 -
Liga Inggris 6 Maret 2026 09:59 -
Liga Inggris 6 Maret 2026 09:45 -
Liga Italia 6 Maret 2026 09:45 -
Piala Dunia 6 Maret 2026 09:44 -
Otomotif 6 Maret 2026 09:38
BERITA LAINNYA
-
tim nasional 5 Maret 2026 21:43 -
tim nasional 5 Maret 2026 20:49 -
tim nasional 5 Maret 2026 20:39 -
tim nasional 5 Maret 2026 20:22 -
tim nasional 4 Maret 2026 15:20 -
tim nasional 4 Maret 2026 09:32
MOST VIEWED
- Resmi! Daftar 28 Pemain Pilihan Nova Arianto ke Timnas Indonesia U-20 untuk Piala AFF U-19 2026 dan Kualifikasi Piala Asia U-20 2027
- AFC Umumkan Agenda Resmi Piala Asia 2027: Digelar di 3 Kota dan 8 Stadion, Terapkan Team Base Camp, Target Timnas Indonesia Perempat Final
- Rapor Mewah 2 Pemain Timnas Indonesia di Serie A: Emil Audero Raja Save, Jay Idzes 10 Besar Tekel Terbanyak
- Nasib Buruk 3 Andalan Timnas Indonesia Era Shin Tae-yong: Asnawi, Marselino, dan Arhan Kompak Naik Meja Operasi
HIGHLIGHT
- Dari Eks Chelsea hingga Barcelona: 5 Pemain yang P...
- 5 Transfer Ideal untuk Michael Carrick Jika Jadi M...
- 10 Pemain dengan Gaji Tertinggi di Premier League:...
- 6 Calon Pengganti Casemiro di Manchester United: S...
- 5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey A...
- Prediksi Starting XI Chelsea di Bawah Liam Rosenio...
- 10 Pemain Premier League yang Berpotensi Pindah pa...















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522448/original/009788000_1772766034-DSC09809.JPG.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522449/original/042748700_1772766093-1000741596.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522417/original/079318200_1772765522-HIR09964.JPG.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522406/original/079569100_1772764695-74d6a5bc-764f-4d1c-9967-0d21327b5b0e.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/thumbnails/5522383/original/088529400_1772763974-ulama-dan-pimpinan-ormas-islam-buka-suara-usai-bertemu-prabowo-411185.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5522371/original/054355300_1772762310-IMG-20260306-WA0036.jpg)
