FOLLOW US:


Review: Chelsea Ukir Histori

16-05-2013 03:58

 | Fernando Torres

Review: Chelsea Ukir Histori
Selebrasi Fernando Torres setelah mencetak gol pertama Chelsea. AFP

Bola.net - Chelsea meraih trofi Liga Europa pertamanya setelah menang dramatis 2-1 atas Benfica di partai puncak. Chelsea pun menjadi tim pertama sepanjang sejarah yang sanggup menjuarai dua kompetisi utama UEFA dua musim secara berurutan.

Setelah mengangkat trofi Liga Champions di Munich pada musim 2011/12 lalu, Chelsea melengkapinya dengan kejayaan Liga Europa 2012/13 di Amsterdam ArenA, Kamis (16/5). Fernando Torres membuka keunggulan Chelsea di pertengahan babak kedua, tapi bisa disamakan oleh Benfica melalui penalti Oscar Cardozo. Kemenangan pasukan Rafael Benitez ditentukan oleh Branislav Ivanovic di penghujung laga.

Tanpa Eden Hazard serta John Terry yang cedera, Chelsea mengambil kendali laga di sepuluh menit awal dan mendapat peluang terbaik lewat sepakan jarak jauh Oscar, namun arahnya masih lurus ke penjaga gawang Benfica.

Setelah itu, giliran Benfica, yang juga mengincar trofi perdana di kompetisi ini, yang menguasai permainan. Berulang kali, operan-operan pendek dan sederet serangan pasukan Jorge Jesus lewat Nicolas Gaitan serta Eduardo Salvio di sektor sayap berhasil merepotkan barisan pertahanan The Blues. Akan tetapi, hingga setengah jam laga berjalan, 'berkat' finishing para pemain depan Benfica yang kurang cermat, skor sama kuat pun tetap tidak berubah.

Pada menit 37, di tengah tekanan konstan Benfica ke lini yang dikomandani Ivanovic dan Gary Cahill, Chelsea mendapat sebuah kesempatan dari serangan balik yang diakhiri tendangan keras Frank Lampard. Sayang, meski kiper Artur Moraes sempat hampir mati langkah, tangannya masih bisa menepis bola.

Tanpa gol di babak pertama, Benfica mencoba mengambil inisiatif serangan setelah jeda. Enam menit setelah peluit kick-off babak kedua dibunyikan, para pendukung Benfica bersorak ketika sundulan Cardozo meneruskan crossing Gaitan bersarang di gawang Cech, tapi suka cita mereka sirna karena hakim garis sudah terlebih dahulu mengangkat bendera tanda offside.

Sembilan menit setelah gol Benfica dianulir, pada menit 60, Kebuntuan pun pecah juga, tapi bukan oleh Benfica yang sedang mendominasi permainan, melainkan Chelsea. Berawal dari lemparan Cech, Juan Mata membelokkan bola ke jalur lari Torres dengan sempurna. Sang striker, yang di babak pertama tak sekali pun melepas shot on target ke gawang Benfica, menggunakan speed dan power-nya untuk melewati Luisao sebelum menaklukkan Artur dari sudut sempit serta membawa The Blues unggul 1-0.

Kebobolan gol mengejutkan, mental Benfica rupanya tidak goyah. Dua kali jawara European Cup itu kembali berdiri dan bangkit untuk melawan. Hasilnya, pada menit 68, tak lama sejak masuknya Lima dan Ola John, mereka sukses menyamakan kedudukan lewat eksekusi penalti Cardozo setelah sebelumnya Cesar Azpilicueta divonis wasit Bjorn Kuipers handball di area terlarang.

Kedaan kembali imbang, dan laga pun berjalan semakin sengit dengan tempo yang lebih cepat pula. Dua mantan pemain Benfica di kubu Chelsea, Ramires dan David Luiz, berperan besar membantu The Blues, baik dalam bertahan maupun menyerang.

Satu menit sebelum berakhirnya waktu normal, Chelsea nyaris saja unggul lewat tendangan super keras Lampard, tapi hanya menerpa mistar dan memantul jauh ke luar area Benfica.

Di menit ke-3 injury time, perlawanan Benfica berakhir. Diawali corner Mata, Ivanovic melepas sebuah sundulan tajam dari udara, membuat Artur tak sanggup bergerak, bola bersarang di gawang, dan 2-1 untuk Chelsea di detik-detik kematian.

Benfica mencoba membalas di sisa waktu yang ada dan Cardozo hampir saja membawa laga ke extra time, tapi tak ada gol lagi yang tercipta, dan Chelsea pun mengukir sebuah sejarah indah.

Chelsea menjadi tim keempat setelah Juventus, Ajax, dan Bayern Munich yang berhasil menyapu bersih tiga trofi bergengsi UEFA, yakni Piala Winner, Liga Champions, dan Liga Europa.

Benitez pun tak kalah spesial. Pria Spanyol tersebut kini tercatat sebagai manajer kedua setelah Giovanni Trapattoni yang bisa menjuarai turnamen ini dengan lebih dari satu klub. Yang pertama dilakukan Benitez bersama Valencia pada musim 2003/04 silam.

Susunan pemain Benfica: Artur; Almeida, Luisao (kuning 61'), Garay (kuning 45'), Melgarejo (Ola John); Perez, Matic, Gaitan, Salvio; Rodrigo (Lima 66'), Cardozo.
Cadangan: Paulo Lopes, Jardel, Andre Gomes, Aimar, Urreta, Ola John.

Susunan pemain Chelsea: Cech; Azpilicueta, Ivanovic, Cahill, Cole; Ramires, Lampard, Luiz; Oscar (kuning 14'), Mata; Torres.
Cadangan: Turnbull, Ferreira, Ake, Mikel, Marin, Benayoun, Moses.

Statistik Benfica - Chelsea (via WhoScored)
Shots: 15 - 12
Shots on goal: 3 - 5
Penguasaan bola: 58% - 42%
Pelanggaran: 17 - 18
Corner: 4 - 4
Offside: 1 - 8
Kartu kuning: 2 - 1
Kartu merah: 0 - 0. (bola/gia)