Proliga 2026: Jalan Bandung BJB Tandamata Makin Berat, Empat Laga Jadi Penentuan Final Four

Proliga 2026: Jalan Bandung BJB Tandamata Makin Berat, Empat Laga Jadi Penentuan Final Four
Aksi Calista Maya saat bermain untuk Bandung BJB Tandamata di Proliga 2026 (c) Proliga

Bola.net - Bandung BJB Tandamata menghadapi jalan berat menuju final four Proliga 2026 setelah menyelesaikan seri Malang. Tim asuhan Risco Herlambang Matulessy itu harus memperbaiki posisi usai hasil kurang maksimal pada putaran reguler.

Kekalahan 0-3 dari Jakarta Electric PLN Mobile di GOR Ken Arok, Malang, pada Sabtu (7/2), membuat posisi mereka tertahan di papan bawah. Hasil tersebut menempatkan BJB Tandamata di peringkat keenam klasemen sementara.

Tim asal Kota Kembang itu mengoleksi sembilan poin dari delapan pertandingan. Mereka terpaut tiga angka dari Jakarta Popsivo Polwan yang berada di zona empat besar.

Sementara itu, Jakarta Electric PLN Mobile menguatkan posisi di peringkat ketiga dengan 14 poin. Di atasnya ada Jakarta Pertamina Enduro yang mengoleksi 18 angka sebelum laga lanjutan seri Malang.

Gresik Phonska Plus Pupuk Indonesia masih memimpin klasemen sementara. Mereka memiliki 20 poin.

4 Laga Penentu

Pada seri berikutnya di Bojonegoro, Bandung BJB Tandamata akan menghadapi Medan Falcons dan Gresik Phonska Plus. Setelah itu, mereka bakal menutup putaran reguler dengan melawan Jakarta Popsivo Polwan serta Jakarta Livin Mandiri di Sentul.

"Harus menang di empat pertandingan tersisa. Ini tentunya jadi pelajaran buat kami memenangi seri selanjutnya di Bojonegoro dan Sentul," ujar Risco.

"Masih ada harapan, meski kalau kita kalah lagi, tentunya agak sulit buat kita lolos ke final four," katanya menambahkan.

Sempat Unggul

Dalam laga kontra Jakarta Electric PLN Mobile, Bandung BJB Tandamata sempat memulai set pertama dengan keunggulan 4-0. Namun, lawan mampu membalikkan keadaan hingga menutup pertandingan dengan kemenangan tiga set langsung.

"Di set pertama kami sudah unggul 4-0, di set kedua juga kami bisa menyamakan kedudukan 4-4 meskipun sempat tertinggal lebih dulu," tutur Risco.

"Tapi lagi-lagi kami tidak bisa mematikan receive dari lawan," imbuh Risco.