
Bola.net - - Jose Mourinho baru saja menorehkan tiga prestasi gemilang di Premier League. Pertama, ia membawa Chelsea menang 3-1 atas lawan berat, Manchester United di Stamford Bridge kemarin malam. Kedua, ia juga resmi mencatatkan kemenangan ke-100 di sepanjang karirnya di Premier League.
Terakhir, ia mendapatkan penghargaan khusus dari Football Writers Association sebagai bentuk apresiasi atas semua dedikasinya pada sepakbola, terutama di tanah Inggris.
Tentu saja tiga hal positif tersebut semakin mengukuhkan reputasi Mourinho, yang menyebut dirinya sendiri 'The Special One', sebagai pelatih hebat tak hanya di Inggris namun mungkin juga seantero Eropa.
Kali ini Bolanet mencoba mengumpulkan tak kurang dari 20 alasan mengapa Mourinho memang layak disebut sebagai seorang pelatih yang spesial, terlepas dari fakta bahwa ia sendiri yang menyebutkan julukan itu sendiri ketika pertama kali datang ke London.
Oke, tanpa banyak panjang lebar lagi, mari kita simak pemaparannya satu persatu Bolanetters.
The Special One

Dalam konfrensi pers pertamanya bersama media Inggris, Mou melontarkan satu kalimat yang hingga kini masih dikenang oleh banyak orang.
"Tolong jangan panggil saya arogan, namun saya adalah seorang juara Eropa dan saya pikir saya adalah seorang yang spesial."
Mulai detik itu, Mou pun menjadi The Special One.
Terbaik di Dunia

Bahkan Josep Guardiola mengakui Mourinho sebagai yang terbaik sebelum Barcelona menghadapi Inter di Liga Champions musim 2009/10.
Determinasi

Saat laga kandang digelar, Mourinho ditengarai ada di ruang ganti Chelsea untuk memberikan instruksi pada pemainnya, sebelum laga dimulai dan saat istirahat babak pertama. Selain itu kabarnya ia juga memberikan instruksi rahasia pada timnya melalui alat komunikasi rahasia dan beberapa pesan tertulis.
Terakhir, 10 menit sebelum pertandingan bubar, Mourinho disebut meninggalkan Stamford Bridge dengan bersembunyi di keranjang cucian agar keberadaannya tidak diendus oleh media!
Guru Terbaik

Setelahnya, ia juga sempat menyerap ilmu bersama Louis Van Gaal, sebelumnya akhirnya memulai karir pada tahun 2000 di Portugal dan akhirnya menjadi juara Liga Champions pada tahun 2004.
Total

Hal yang sama juga pernah dilakukan oleh Mourinho saat ia berkunjung ke Old Trafford di musim 2003/04. Kala itu Porto mengalahkan MU dan lolos ke babak berikutnya. Selebrasi yang dilakukan oleh Mourinho kabarnya disebut amat mengganggu oleh Sir Alex Ferguson.
Kebal Kekalahan

Ia tak terkalahkan bersama Porto, Chelsea, Internazionale, dan Real Madrid di 151 laga kandang hingga bulan April 2011. Kala itu Los Blancos kalah dari Sporting Gijon, klub yang sebelumnya tak pernah menang di Bernabeu selama 16 tahun.
Rekor Poin

Musim 2004/05, musim pertamanya di Chelsea berakhir dengan titel juara Premier League. The Blues juara untuk kali pertama semenjak tahun 1995. Mourinho memecahkan rekor poin terbanyak di Premier League dengan 95 angka. Ia juga membuat Chelsea menjadi tim yang paling sedikit kebobolan (15).
Ia juga melakukan hal yang sama di tahun 2012. Real Madrid ia bawa menjadi juara dengan meraih 100 poin. Selain itu, Los Blancos juga amat produktif dengan membuat total 121 gol di musim yang sama.
Impresif di Italia & Spanyol

Mou juga menjadi manajer pertama di Serie A yang mampu membawa timnya meraih treble winner. Ia melaukannya bersama Internazionale pada musim 2009/10. Kala itu Nerazzurri sukses menyampu bersih trofi Liga Champions, Scudetto, dan Coppa Italia.
Kuasai Enam Bahasa

Tak Kenal Kompromi

Semenjak ditepikan di era Mourinho, hingga kini nasib Casillas tak kunjung membaik di Real Madrid. Ia hanya dimainkan di Liga Champions oleh Carlo Ancelotti, sementara posisi utama di La Liga tetap diserahkan pada Diego Lopez.
Detail

Tak banyak manajer yang memiliki keinginan untuk mengikuti metode Mourinho tersebut. Disebutkan oleh Bleacher Report, satu waktu Mou pernah menuliskan laporan mendetail mengenai hasil latihan dari Porto di situs resmi klub. Laporan tersebut kemudian menuai pujian dari berbagai pihak terkait karena pendekatan yang amat ilmiah dan inovatif.
Musim berikutnya, Mourinho ditunjuk menjadi pelatih utama Porto.
Caci Manajer Lawan

Soal Arsene Wenger, Mourinho pernah berkata: "Saya pikir ia adalah orang yang termasuk dalam tipe penguntit. Ia suka melihat apa yang dilakukan oleh orang lain. Ada orang yang, ketika mereka berada di rumah, mereka memiliki teleskop besar untuk melihat apa yang terjadi dengan keluarga lain. Ia berbicara dan terus berbicara tentang Chelsea."
Untuk Claudio Ranieri, eks manjer Chelsea yang ia gantikan, Mourinho punya komentar lain lagi: "Saya belajar bahasa Italia selama lima jam sehari selama berbulan-bulan untuk memastikan bahwa saya bisa berkomunikasi dengan para pemain, media, dan fans. Ranieri sudah berada di Inggris selama lima tahun dan masih kesulitan untuk mengucapkan 'selamat pagi' dan 'selamat sore'."
Eks manajer Barcelona, Frank Riijkard, juga tak luput dari serangan Mourinho. Ia pernah berkata," Sejarah saya sebagai seorang manajer tidak bisa dibandingkan dengan Frank Riijkard. Ia memiliki nol trofi sedangkan saya punya banyak."
Tak Gentar Kritik

40 menit menjelang derby Madrid di musim 2012/13, Jose Mourinho masuk ke lapangan di Bernabeu terlebih dahulu, agar para suporter yang ingin bersiul mengejek dirinya bisa melakukannya terlebih dahulu tanpa mengganggu tim.
Tentu saja ini adalah tindakan yang akan anda harapkan dari manajer nyleneh seperti Mourinho. Namun yang mengejutkan, tak sedikit fans yang kemudian terkesan dengan apa yang ia lakukan dan memberikan tepukan semangat sebagai gantinya.
Dahulukan Keluarga

Hal tersebut yang kemudian mempengaruhi keputusannya untuk menerima pinangan Chelsea kedua kalinya di musim panas lalu. The Special One menyebut keluarganya amat betah di Inggris dan selain itu Matilda juga ingin melanjutkan kuliah di London.
Dobrak Tradisi Pers

Hasilnya? Chelsea mengalahkan Barcelona kala itu dan lolos ke babak perempat final.
Advertisement
Berita Terkait
-
Liga Inggris 29 Maret 2026 02:00Bantah akan Cabut, Kai Havertz Tegaskan Komitmennya di Arsenal
-
Liga Inggris 28 Maret 2026 21:55
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 29 Maret 2026 02:00 -
Liga Spanyol 29 Maret 2026 01:00 -
Otomotif 28 Maret 2026 23:36 -
Otomotif 28 Maret 2026 23:19 -
Otomotif 28 Maret 2026 23:18 -
Otomotif 28 Maret 2026 23:10
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
- 11 Pemain yang Pernah Membela PSG dan Chelsea, Ada...
- 3 Pelatih yang Pernah Menangani PSG dan Chelsea, A...
- Starting XI Gabungan PSG dan Chelsea Sepanjang Mas...
- 7 Bintang Dunia yang Bisa Gabung MLS di 2026, Term...
- 5 Pemain yang Pernah Membela Galatasaray dan Liver...
- Juara Bukan Jaminan Aman: 5 Manajer yang Dipecat S...
- 3 Alasan Malick Diouf Layak Jadi Target MU di 2026...

















:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540320/original/048270600_1774703402-IMG-20260328-WA0084.jpg)
:strip_icc():watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,573,20,0)/kly-media-production/medias/5539770/original/085372900_1774619710-033A9641.JPG.jpeg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540211/original/032439000_1774689231-20121002014.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5540210/original/046253600_1774688411-Screenshot_20260328_140636_Instagram.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539781/original/084989500_1774620379-Prabowo_-_Anwar_Ibrahim.jpg)
:strip_icc()/kly-media-production/medias/5539843/original/087983700_1774629042-1000023606.jpg)
