Degradasi Konfidensi dan 'Fighting Spirit' Liverpool

Degradasi Konfidensi dan 'Fighting Spirit' Liverpool
Rafa Benitez, gagal membawa Liverpool berprestasi musim ini. (c)AP

Bola.net - - Oleh : Zulfikar Aleksandri Liverpool 1 Arsenal 2. Rafa Benitez kembali gagal memberi kemenangan untuk , dengan skor yang sama saat menjamu di Liga Champions empat hari sebelumnya. Akankah Rafa mengikuti jejak Tiger Woods yang mundur ketika situasi berubah dari jelek menjadi buruk? Mimpi buruk bagi pun terus berlanjut. Tidak ada tombol mute yang akan menghentikan teriakan Liverpludian ketika melihat timnya terus terpuruk musim ini. Tersingkir di Piala Liga, gagal lolos 16 besar Liga Champions, dan amburadul di Premiership. Simak ejekan dari suporter di Anfield berikut ini, "Thursday night, Channel Five," yang merujuk "terdegradasinya" ke ajang Liga Europa. Enam kali kalah dalam 16 pertandingan membuat rekor kekalahan bahkan lebih buruk dari Stoke City, dan menjadi awal sinyal bahaya bagi tim yang tidak ingin bermain di divisi Championship musim berikutnya. Sebuah tim yang mengincar gelar juara butuh kepercayaan diri untuk bertahan di tengah tantangan ketatnya kompetisi. Dalam hal ini menunjukkan mereka tidak memiliki apa yang dipunyai , mencetak gol saat tidak ada striker dan membalikkan keadaan dari situasi putus asa di babak pertama.
Steven Gerrard saat memprotes keputusan wasit Howard Webb Arsene Wenger punya jawabannya. Kehilangan Robin van Persie dan Nicklas Bendtner mampu ditutup Andrei Arshavin yang kembali menjadi pemain spesialis penakluk Anfield, lima gol dalam dua pertandingan di markas , termasuk quattrick musim lalu. Sang Professor mampu membakar motivasi pemainnya di ruang ganti saat jeda pertandingan yang membuat Cesc Fabregas dkk tampil luar biasa di babak kedua dan mampu membalikkan keadaan menjadi 2-1. Menurut kapten The Gunners, Cesc Fabregas, pelatihnya itu terlihat sangat marah saat teamtalk dengan mengatakan "Kalian tidak pantas memakai kostum ," "Setelah 13 tahun, sepertinya bagus bila saya masih bisa mengagetkan mereka," ujar yang enggan membuka rahasia kata-kata motivasinya saat jeda pertandingan. Krisis yang dialami pun mengundang komentar , "Mereka tidak memiliki kepercayaan diri seperti musim lalu," Pernyataan tersebut tercermin dari permainan skuad Rafa Benitez. Ketika tetap mencetak dua gol tanpa Van Persie dan , tidak memperlihatkan semangat bertanding layaknya tim "big four" yang berjuang di jalur juara.
Fernando Torres dan Yossi Benayoun, degradasi konfidensi dan fighting spirit Thomas Vermaelen, Cesc Fabregas, dan Andrei Arshavin menunjukkan kelasnya di Anfield. Bandingkan dengan tiga simbol : Steven Gerrard, Fernando Torres, dan Jamie Carragher yang tampak frustasi di atas lapangan. Pasca kekalahan dari , cedera pemain tidak lagi bisa digunakan sebagai alibi. Konfidensi, dan fighting spirit-lah yang menjadi masalah besar Si Merah saat ini, tak ada lagi bekas kesuksesan ketika Steven Gerrard mengangkat trofi Liga Champions dengan mengalahkan AC Milan di Istanbul. Musim lalu, mencatat perolehan poin tertinggi selama keikutsertaannya di Premiership, tapi itu belum cukup untuk melebihi poin Manchester United yang akhirnya menjadi juara. Musim ini disebut sebagai yang paling kompetitif. Tim-tim papan atas mengalami kekalahan lebih banyak dibandingkan musim lalu. Manchester City memang baru sekali kalah, tapi lebih dari separuh pertandingan yang mereka mainkan berakhir imbang. memprediksi perebutan gelar juara Premiership musim ini bukan lagi "tiga kuda berpacu" (, Manchester United, dan ), tetapi "empat atau lima". Tidak termasuk .

Berita Terkait