
Bola.net - - Oleh: Jeffrie Liem
Entah apa yang dipikiran oleh para penonton sepak bola saat melakukan kerusuhan sebelum, sesudah atau bahkan selama pertandingan berlangsung di Stadion. Pernahkah mereka berpikir kerugian yang akan ditanggung oleh tim yang mereka dukung?
Apa yang terjadi di Mesir kemarin merupakan contoh terbaru, betapa fanatisme yang berlebihan memiliki akibat yang sangat fatal. Sedikitnya 73 orang tewas dalam bentrokan antar kelompok pendukung klub papan atas Liga Mesir Al-Masry dan Al-Ahly di kota Port Said, Rabu (1/2) malam waktu setempat. Selain itu ribuan lainnya dilaporkan mengalami luka-luka saat kedua kubu penggemar yang bersenjatakan pisau menyerbu lapangan usai pertandingan antara kedua klub itu.
Apakah layak banyaknya nyawa melayang menjadi sebuah harga yang harus dibayarkan untuk menjaga kebanggaan kita pada sebuah tim? Apakah benar kebanggaan tim bisa tetap berdiri karena kelakuan buruk pendukung? Tentunya tidak, bahkan memiliki efek sebaliknya! Larangan bermain, hukuman denda, bermain tanpa penonton, atau yang paling buruk adalah semua pertandingan liga dihentikan, seperti yang terjadi di Mesir. Siapa yang merugi bila semua itu terjadi?

Pertandingan sepak bola atau perang? © AFP Photo
Bagi mereka yang mungkin merasa mempertahankan kekerasan sepakbola sebagai bagian yang dapat diterima dari tradisi olahraga ini, mungkin bisa berhenti sejenak untuk merenungkan satu hal: 73. Itulah setidaknya jumlah orang yang tidak akan pulang ke rumah karena tragedi Mesir kemarin.
Para istri kehilangan suami mereka, ibu kehilangan putra mereka, saudara-saudara tidak akan pernah bertemu lagi. Ini adalah semacam hal yang seharusnya hanya terjadi dalam perang atau bencana alam, itu seharusnya tidak pernah terjadi kepada orang-orang yang telah membayar uang untuk dua jam pertandingan. Cobalah untuk memikirkan tentang hal itu.
Adalah hal yang wajar bila kita para pecinta bola selalu bersemangat mendukung tim masing-masing. Bahkan karena cinta, waktu, tenaga dan biaya bukanlah hal yang mahal demi tim favorit. Lalu bagaimana dengan nyawa? Apakah layak?
Persaingan dalam sepak bola adalah sesuatu yang indah untuk diikuti, ibaratnya adalah bumbu yang membuat sedap. Dalam sebuah persaingan, kalah menang adalah hal yang biasa, kepuasan dan kekecewaan silih berganti terjadi akan menjauhkan kita dari sebuah kebosanan.
Fanatisme sebaiknya jangan dijadikan sebagai alasan untuk ajang caci maki, sumpah serapah, permusuhan bahkan ancaman. Tidakkah Anda melihat bagaimana kebiasaan para pemain setelah pertandingan? Tidakkah kita menyadari bahwa mereka berjabat tangan, kadang-kadang bahkan saling berpelukan. Mereka juga bertukar kaos bersama dengan ucapan selamat. Apa yang dilakukan Beckham kepada Andik Vermansyah beberapa waktu lalu adalah contoh yang indah. Sudah saatnya kita semua bisa belajar dewasa seperti mereka.
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 26 Agustus 2026 08:26Chelsea Sepakat Jual Liam Delap ke Nottingham Forest
-
Liga Spanyol 26 Agustus 2026 08:22Prediksi Barcelona vs Bilbao 28 Agustus 2026
-
Asia 26 Agustus 2026 07:42Cristiano Ronaldo Murka Ditarik Keluar, Al Nassr Comeback Dramatis di Markas Al Ettifaq
-
Liga Inggris 26 Agustus 2026 07:28Prediksi Chelsea vs Luton 28 Agustus 2026
-
Liga Italia 26 Agustus 2026 06:51Juventus Lepas Fabio Miretti ke Besiktas, Jalan Franck Kessie Terbuka
BERITA LAINNYA
-
editorial 25 Agustus 2026 11:334 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
-
editorial 12 Agustus 2026 12:515 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
-
editorial 5 Agustus 2026 10:596 Pemain yang Bisa Dijual Real Madrid demi Datangkan Rekrutan Baru
-
editorial 3 Agustus 2026 10:597 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United Pekan Ini
SOROT
-
Liputan6 26 Agustus 2026 07:59Prabowo Kunjungi Wilayah Terdampak Gempa NTT Hari Ini
-
Liputan6 26 Agustus 2026 07:25Pengakuan Revaldo Usai Ditangkap Terkait Kasus Narkoba
-
Liputan6 26 Agustus 2026 06:27Bareskrim Ungkap Peredaran Permen Narkoba dari Inggris
-
Liputan6 26 Agustus 2026 05:13Ada Peresmian LRT Kelapa Gading-Manggarai Hari Ini, Cek Rekayasa Lalu Lintasnya
-
Liputan6 25 Agustus 2026 23:59Pulang Sekolah, 2 Pelajar SD Temukan Jasad Bayi di Aliran Sungai
-
Liputan6 25 Agustus 2026 23:41WNA Rusia Diamankan Imigrasi Terkait Publikasi Demo di Wamena
MOST VIEWED
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9331890/original/090364900_1787580842-ab8bea23-84ec-40ac-b4d1-746ff4cd4501.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1649853/original/099822200_1500184645-revaldo-3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332453/original/062857700_1787700458-WhatsApp_Image_2026-08-25_at_19.53.24__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9323167/original/068331100_1786603547-IMG_3653.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332409/original/097416900_1787667996-1001597980.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332439/original/056621100_1787676071-1001894926.jpg)
