Doa Bersama Mengawali Laga Arema vs Deltras

Doa Bersama Mengawali Laga Arema vs Deltras
Arema Indonesia
- Laga Arema Indonesia yang menjamu Deltras Sidoarjo di ajang Liga Super Indonesia (LSI) di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Minggu, akan diawali doa bersama para pemuka agama dan Aremania.

"Media Officer" Arema Indonesia Sudarmaji, mengatakan, doa bersama tersebut akan dipimpin oleh enam pemuka agama dan satu orang tokoh penganut kepercayaan.

"Doa bersama pemuka agama yang bertujuan untuk mendoakan persepakbolaan di Tanah Air agar tidak sampai dijatuhi sanksi FIFA. Acara ini merupakan usulan dari Aremania. Usulan itu kami tampung dan sekarang kita realisasikan," katanya.

Doa bersama yang bertajuk "Doa Kita untuk Sepak Bola Indonesia dari Bumi Arema" itu juga sebagai bentuk dari kepedulian Arema terhadap persepakbolaan di Tanah Air yang sedang dibayangi sanksi FIFA.

Dengan doa bersama itu nanti diharapkan segala persoalan yang menghimpit bangsa Indonesia segera bisa diselesaikan dengan baik, tak terkecuali masalah persepakbolaan.

Darmaji mengemukakan, gelar doa bersama para pemuka agama dan Aremania sebelum "kick off" babak pertama itu sudah mendapat "lampu hijau" dari pengawas pertandingan. Doa bersama itu nanti selama 15-20 menit.

Para pemuka agama yang sudah memastikan hadir dalam doa bersama tersebut adalah ustadz Lukman Chumaedi, Ustadz Mahfud, ustadz Saleh Arifin (Islam), Pdt Matius Agus dan Yafet Suripto (Nasrani), Sutarno Adi Wijaya (Hindu), Supeno (Budha), FX Atmojo (Katolik), Anton Triono (Konghuchu) serta Adi (kepercayaan).

Untuk acara doa bersama tersebut, panpel Arema membuat panggung khusus di sebelah kiri tribun VIP.

Sebelumnya (26/5), ratusan Aremania juga menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Kota Malang dan berharap Indonesia tidak dijatuhi sanksi oleh FIFA.

"Mudah-mudahan Indonesia tidak sampai dijatuhi sanksi, sehingga kita tetap punya kesempatan untuk berkiprah di ajang sepak bola internasional dan terus berupaya memperbaiki kualitas persepakbolaan nasional," tegas koordinator aksi, Tembel. (ant/mac)

Berita Terkait