
Bola.net - Situasi dan kondisi yang semakin carut marut di tubuh PSSI membuat mantan Ketua Komite Normalisasi PSSI, Agum Gumelar kecewa.
Menurut Agum Gumelar, perkembangan yang terjadi antara PSSI dengan KPSI yang terus menerus berseteru dan nyaris tanpa ujung tersebut adalah buruk untuk persepakbolaan Indonesia.
"Saya sangat kecewa dengan situasi PSSI yang berseteru dengan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) hingga sekarang," kata Agum Gumelar usai membuka Rakernas Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) 2012 di Solo, Jumat.
Dirinya pun dengan tegas menolak ikut campur dalam perseteruan tersebut. Agum beralasan bahwa tugasnya telah usai seiring terpilihnya Djohar Arifin sebagai Ketua Umum PSSI dalam Kongres Luar Biasa di Solo.
Mantan Ketua Umum PSSI periode 1999–2003 berharap kedua kubu tersebut mempunyai iktikad baik memajukan sepakbola nasional dengan tidak saling ngotot dan merasa paling benar. Ditambahkan juga agar kedua kubu tersebut memiliki satu tekad untuk persepakbolaan Indonesia dan berpikir lebih jernih.
"Keduanya jangan saling ngotot dan merasa dirinya benar. Meskipun, keduanya agak sulit untuk bersatu, tetapi semuanya bisa dicoba untuk persepakbolaan di Tanah Air," katanya. (ant/dzi)
Menurut Agum Gumelar, perkembangan yang terjadi antara PSSI dengan KPSI yang terus menerus berseteru dan nyaris tanpa ujung tersebut adalah buruk untuk persepakbolaan Indonesia.
"Saya sangat kecewa dengan situasi PSSI yang berseteru dengan Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) hingga sekarang," kata Agum Gumelar usai membuka Rakernas Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) 2012 di Solo, Jumat.
Dirinya pun dengan tegas menolak ikut campur dalam perseteruan tersebut. Agum beralasan bahwa tugasnya telah usai seiring terpilihnya Djohar Arifin sebagai Ketua Umum PSSI dalam Kongres Luar Biasa di Solo.
Mantan Ketua Umum PSSI periode 1999–2003 berharap kedua kubu tersebut mempunyai iktikad baik memajukan sepakbola nasional dengan tidak saling ngotot dan merasa paling benar. Ditambahkan juga agar kedua kubu tersebut memiliki satu tekad untuk persepakbolaan Indonesia dan berpikir lebih jernih.
"Keduanya jangan saling ngotot dan merasa dirinya benar. Meskipun, keduanya agak sulit untuk bersatu, tetapi semuanya bisa dicoba untuk persepakbolaan di Tanah Air," katanya. (ant/dzi)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Piala Dunia 13 Juli 2026 11:34Pape Thiaw dan Timnas Senegal Resmi Berpisah
-
Piala Dunia 13 Juli 2026 11:16Inggris vs Argentina, Bellingham vs Messi
-
Piala Dunia 13 Juli 2026 11:08Serangan Cepat Prancis vs Kendali Permainan Spanyol
BERITA LAINNYA
-
indonesia 11 Juli 2026 17:49Alasan Romantis Sandy Walsh Pilih Nomor Punggung 6 di Persib
-
indonesia 10 Juli 2026 19:23Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
-
indonesia 10 Juli 2026 17:37Herdman Ingin Bawa Timnas Indonesia Angkat Trofi Piala AFF 2026
SOROT
-
Liputan6 13 Juli 2026 12:29Kasus Santri Terbakar, Kapolres Lombok Tengah Dipanggil Komisi III DPR
-
Liputan6 13 Juli 2026 12:10Pengirim Ancaman Bom SD di Jaksel Diburu
-
Liputan6 13 Juli 2026 11:45Siswa SD Srengseng Jaksel Dipulangkan Usai Ada Ancaman Bom
-
Liputan6 13 Juli 2026 11:40Isi Pesan Ancaman Bom di SD Srengseng Jaksel
-
Liputan6 13 Juli 2026 11:38Stop Kontak Diduga Jadi Pemicu Kebakaran Maut Pulogadung
MOST VIEWED
Pelatih Ungkap Alasan Persib Bandung Terus Buru Pemain Baru
Rekam Jejak Kerim Memija: Bek Juara dari Bosnia dan Herzegovina yang Siap Perkokoh Pertahanan Persija
Karakter Impian Pratama Arhan di Persija: Pekerja Keras dan Disiplin
Konsistensi Alex Martins Mencetak Gol jadi Harapan Baru Persebaya Surabaya
HIGHLIGHT
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barc...
10 Target Transfer Arsenal yang Patut Dipantau di ...
Dari Pele hingga Gilberto Mora, Inilah 10 Pemain T...
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraol...
4 Bek Top yang Jadi Target Real Madrid pada Bursa ...
Man United atau Fenerbahce? 5 Klub yang Bisa Jadi ...
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295230/original/053647500_1783920550-kapolrew-loteng-akbp-eko.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295218/original/003127000_1783919388-cf231a13-5654-4e49-aae5-9b8981148943.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295188/original/024772000_1783917905-WhatsApp_Image_2026-07-13_at_10.38.06.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295186/original/041644000_1783917564-28d50722-c9bc-4007-8902-57a5a628c0db.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295185/original/098678100_1783917530-1000976053.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9295173/original/013974400_1783916750-IMG_7928.jpeg)
