
Bola.net - Meski cabang olahraga (cabor) dansa memenuhi syarat untuk dipertandingkan di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau, Pekan Baru, namun masih menghadapi tantang berat.
Pasalnya, Riau selaku tuan rumah, justru secara terang-terangan mengungkapkan rasa keberatannya. Alasan utamanya, dansa dinilai tidak mencerminkan budaya Riau yang bernuansa Islami Melayu.
Sesuai pendaftaran yang digelar KONI Pusat hingga 4 April lalu, dari tiga cabor yang akan ditambahkan ke PON, hanya dansa yang memenuhi syarat. Lima provinsi telah mendaftar pada cabang tersebut, di antaranya Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur.
Adapun, dua cabang yang lain, yakni drumband dan hoki tidak memenuhi syarat untuk dipertandingkan. Sebab, syarat yang diharuskan diikuti minimal lima provinsi tidak terpenuhi.
Hanya terdapat empat provinsi yang mendaftar drumband, yaitu Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Begitu pula hoki hanya empat daerah, di antaranya Yogyakarta, Jawa Barat, Papua Barat dan Kalimantan Timur.
Mengenai persoalan tersebut, Kemenpora akan memanggil KONI Pusat dan PB PON guna membahas cabang dansa dengan nomor Cha-Cha, terutama terkait penolakan tuan rumah karena berseberangan dengan adat Melayu Riau.
"Kami berharap ada pertemuan dulu antara KONI dengan PB PON. Kami juga menunggu laporan mereka. Yang pasti, Cha-cha harus dilaksanakan di Riau dan persoalan ini harus selesai sebelum entry by name," kata Deputi IV Bidang Pembinaan dan Prestasi Kemenpora, Djoko Pekik kepada Bola.net.
Pria asal Grobogan, Jawa Tengah tersebut belum bisa memastikan waktu pertemuan dengan KONI Pusat dan PB PON. Namun, dia menjanjikan mediasi terjadi sebelum entry by name. Entry by name sendiri akan dilaksanakan tiga bulan sebelum PON dilaksanakan atau sekitar Juni.
"Mediasi akan dilakukan sebelum entry by name yang dilaksanakan tiga bulan sebelum PON atau sekitar Juni," tandasnya.
Terkait solusi pembuatan technical handbook, Djoko menawarkan jalan tengah. Buku yang sudah dibuat tidak perlu ada perubahan. Semua tetap berjalan sesuai rencana. Hanya, untuk dansa bisa dibuatkan buku semacam suplemen.
"Nanti buku itu bisa diselipkan di tengah-tengah technical handbook, semacam suplemen. Jadi tidak perlu dibuat ulang," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PB PON Ahmadsyah Harrofie belum bisa memutuskan apakah bakal menggelar cabang dansa atau tidak. Pihaknya masih menunggu pertemuan dengan Kemenpora dan KONI Pusat.
"Belum ada keputusan, sebab masih menunggu pertemuan di Jakarta," Ahmadsyah Harrofie.
Menurutnya, cabang dansa meski sudah memenuhi persyaratan, namun masih menjadi kontroversi di Riau. Pasalnya, Organisasi masa dan organisasi kepemudaan di provinsi tersebut menolak penyelenggaraan cabang dansa. Karena itu, pihaknya perlu bertemu dengan KONI Pusat untuk mencarikan jalan keluar. (esa/Rev)
Pasalnya, Riau selaku tuan rumah, justru secara terang-terangan mengungkapkan rasa keberatannya. Alasan utamanya, dansa dinilai tidak mencerminkan budaya Riau yang bernuansa Islami Melayu.
Sesuai pendaftaran yang digelar KONI Pusat hingga 4 April lalu, dari tiga cabor yang akan ditambahkan ke PON, hanya dansa yang memenuhi syarat. Lima provinsi telah mendaftar pada cabang tersebut, di antaranya Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur.
Adapun, dua cabang yang lain, yakni drumband dan hoki tidak memenuhi syarat untuk dipertandingkan. Sebab, syarat yang diharuskan diikuti minimal lima provinsi tidak terpenuhi.
Hanya terdapat empat provinsi yang mendaftar drumband, yaitu Yogyakarta, Jawa Barat, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Begitu pula hoki hanya empat daerah, di antaranya Yogyakarta, Jawa Barat, Papua Barat dan Kalimantan Timur.
Mengenai persoalan tersebut, Kemenpora akan memanggil KONI Pusat dan PB PON guna membahas cabang dansa dengan nomor Cha-Cha, terutama terkait penolakan tuan rumah karena berseberangan dengan adat Melayu Riau.
"Kami berharap ada pertemuan dulu antara KONI dengan PB PON. Kami juga menunggu laporan mereka. Yang pasti, Cha-cha harus dilaksanakan di Riau dan persoalan ini harus selesai sebelum entry by name," kata Deputi IV Bidang Pembinaan dan Prestasi Kemenpora, Djoko Pekik kepada Bola.net.
Pria asal Grobogan, Jawa Tengah tersebut belum bisa memastikan waktu pertemuan dengan KONI Pusat dan PB PON. Namun, dia menjanjikan mediasi terjadi sebelum entry by name. Entry by name sendiri akan dilaksanakan tiga bulan sebelum PON dilaksanakan atau sekitar Juni.
"Mediasi akan dilakukan sebelum entry by name yang dilaksanakan tiga bulan sebelum PON atau sekitar Juni," tandasnya.
Terkait solusi pembuatan technical handbook, Djoko menawarkan jalan tengah. Buku yang sudah dibuat tidak perlu ada perubahan. Semua tetap berjalan sesuai rencana. Hanya, untuk dansa bisa dibuatkan buku semacam suplemen.
"Nanti buku itu bisa diselipkan di tengah-tengah technical handbook, semacam suplemen. Jadi tidak perlu dibuat ulang," ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Ketua PB PON Ahmadsyah Harrofie belum bisa memutuskan apakah bakal menggelar cabang dansa atau tidak. Pihaknya masih menunggu pertemuan dengan Kemenpora dan KONI Pusat.
"Belum ada keputusan, sebab masih menunggu pertemuan di Jakarta," Ahmadsyah Harrofie.
Menurutnya, cabang dansa meski sudah memenuhi persyaratan, namun masih menjadi kontroversi di Riau. Pasalnya, Organisasi masa dan organisasi kepemudaan di provinsi tersebut menolak penyelenggaraan cabang dansa. Karena itu, pihaknya perlu bertemu dengan KONI Pusat untuk mencarikan jalan keluar. (esa/Rev)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 16 September 2026 20:40Lupakan Derby Manchester, Manchester United Fokus Penuh Hadapi Brighton
-
Liga Inggris 16 September 2026 20:20Inikah Penerus Harry Maguire di Skuad Manchester United?
-
Bola Indonesia 16 September 2026 20:13Madura United Punya Misi Balas Dendam ke PSIM di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/2027
-
Liga Inggris 16 September 2026 20:00Tajam dan Jadi Pembeda, Kenapa Carlos Espi Terus Cadangan, Wahai Mourinho?
-
Liga Inggris 16 September 2026 19:40Nganggur di Real Madrid, MU Siap Selamatkan Karir Endrick
-
Liga Spanyol 16 September 2026 19:20Lagi, Jose Mourinho Pasang Badan untuk Vinicius Junior
BERITA LAINNYA
-
olahraga lain lain 16 September 2026 13:1135 Cabor yang Diikuti Indonesia di Asian Games 2026: Sepak Bola Absen
-
olahraga lain lain 15 September 2026 15:27KONI Dukung PB ESI di Bawah Herindra, Bidik Prestasi Dunia dan Perkuat Game Lokal
SOROT
-
Liputan6 16 September 2026 20:26Besok Hari Terakhir Pencarian 5 Jurnalis, Ini Syarat Operasi Diperpanjang
-
Liputan6 16 September 2026 20:012 Mobil Terparkir di Tebet Terbakar, Ini Penyebabnya
-
Liputan6 16 September 2026 19:48Update Temuan Hari ke-9 Pencarian Jurnalis Hilang Kontak
-
Liputan6 16 September 2026 19:33Ketua Baleg DPR: RUU Reforma Agraria Selesai Senin
-
Liputan6 16 September 2026 19:29KPK Belum Cegah Nusron Wahid Terkait Kasus Korupsi HGB Summarecon
-
Liputan6 16 September 2026 19:03Prabowo: Saya yang Serahkan Dadan Hindayana ke Kejagung
MOST VIEWED
Jakarta Barat Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Peraih Emas Dapat Bonus dari Bang Kent
KONI Dukung PB ESI di Bawah Herindra, Bidik Prestasi Dunia dan Perkuat Game Lokal
Kisah Kashish Malik Menuju Asian Games 2026: Tekanan, Pengorbanan Ayah, dan Ambisi India di Taekwondo
35 Cabor yang Diikuti Indonesia di Asian Games 2026: Sepak Bola Absen
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350141/original/056340600_1789565200-1001673249.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350129/original/068209700_1789563676-WhatsApp_Image_2026-09-16_at_19.53.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350124/original/044332600_1789562927-WhatsApp_Image_2026-09-16_at_19.46.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5354064/original/028103000_1758191356-7032a730-490b-440c-9036-c32b46c8ce27.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530864/original/019695200_1773496477-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9302220/original/068100800_1784536790-Pidato_Prabowo_di_Sidang_Kabinet.jpg)
