
Bola.net - Cabang olahraga (cabor) dansa memiliki peluang besar untuk dipertandingkan dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) ke XVIII/2012 di Pekanbaru, Riau. Pasalnya, Ketua KONI Pusat, Tono Suratman, akan berupaya keras agar cabor dansa tetap dipertandingkan. Caranya, Tono akan meminta warga untuk tidak merisaukan stigma cabor dansa yang cenderung mempertontonkan lekukan tubuh.
Menurut Tono, cabor dansa yang akan ditampilkan tidak akan mengumbar nafsu seperti yang dikhawatirkan lembaga adat Riau.
“Cabor dansa tidak seperti yang kita bayangkan. Karena sudah lolos, maka harus diberi tempat,” kata Tono kepada Bola.net.
Sejauh ini, cabor dansa tersebut masih ditolak untuk ditampilkan di PON. Mereka yang menolak adalah lembaga adat Riau dan organisasi kepemudaan. Alasannya, cabang dansa tidak mencerminkan budaya muslim.
“Nantinya, akan ada sosialisasi dengan lembaga adat Riau. Soalnya, cabor dansa sudah memenuhi persyaratan di PON. Kami harus beri hak kepada mereka yang sudah mendaftar,” ujar dia.
Menurut orang nomor satu di KONI Pusat tersebut, pihaknya akan menawarkan solusi kepada lembaga adat Riau untuk menggelar dansa di lokasi tertutup. Dengan demikian, masyarakat umum tidak bisa melihat pertandingan secara langsung.
“Apakah digelar di outdoor atau indoor, akan dibicarakan bersama lebih lanjut. Cabor tersebut sebenarnya juga sudah ada sejak lama dan dipertandingkan tingkat dunia. Kami berharap dansa tetap bisa,” imbuhnya.
Sebelumnya, KONI Pusat membuka pendaftaran untuk tiga cabang olahraga tambahan untuk dipertandingkan di event empat tahunan itu. Ketiganya, masing-masing drumband, hoki dan dansa. Untuk cabang yang disebut terakhir lah yang memenuhi kriteria, yakni diikuti minimal lima provinsi. Di antaranya, Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur.
“Untuk dansa sudah dibuatkan surat keputusan (SK) karena sudah lolos melalui beberapa kriteria yang ditentukan,” ujar dia.
Mengenai dana tambahan untuk cabang dansa, pihaknya belum bisa memastikan. Hanya saja, anggaran yang dibutuhkan tidak begitu banyak karena hanya lima provinsi yang mengikutinya.
“Penambahan dana tidak terlalu signifikan. Kalau satu provinsi hanya mengirim lima atlet dan pelatih, kami pikir tidak perlu dana banyak,” terangnya. (esa/Rev)
Menurut Tono, cabor dansa yang akan ditampilkan tidak akan mengumbar nafsu seperti yang dikhawatirkan lembaga adat Riau.
“Cabor dansa tidak seperti yang kita bayangkan. Karena sudah lolos, maka harus diberi tempat,” kata Tono kepada Bola.net.
Sejauh ini, cabor dansa tersebut masih ditolak untuk ditampilkan di PON. Mereka yang menolak adalah lembaga adat Riau dan organisasi kepemudaan. Alasannya, cabang dansa tidak mencerminkan budaya muslim.
“Nantinya, akan ada sosialisasi dengan lembaga adat Riau. Soalnya, cabor dansa sudah memenuhi persyaratan di PON. Kami harus beri hak kepada mereka yang sudah mendaftar,” ujar dia.
Menurut orang nomor satu di KONI Pusat tersebut, pihaknya akan menawarkan solusi kepada lembaga adat Riau untuk menggelar dansa di lokasi tertutup. Dengan demikian, masyarakat umum tidak bisa melihat pertandingan secara langsung.
“Apakah digelar di outdoor atau indoor, akan dibicarakan bersama lebih lanjut. Cabor tersebut sebenarnya juga sudah ada sejak lama dan dipertandingkan tingkat dunia. Kami berharap dansa tetap bisa,” imbuhnya.
Sebelumnya, KONI Pusat membuka pendaftaran untuk tiga cabang olahraga tambahan untuk dipertandingkan di event empat tahunan itu. Ketiganya, masing-masing drumband, hoki dan dansa. Untuk cabang yang disebut terakhir lah yang memenuhi kriteria, yakni diikuti minimal lima provinsi. Di antaranya, Yogyakarta, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur.
“Untuk dansa sudah dibuatkan surat keputusan (SK) karena sudah lolos melalui beberapa kriteria yang ditentukan,” ujar dia.
Mengenai dana tambahan untuk cabang dansa, pihaknya belum bisa memastikan. Hanya saja, anggaran yang dibutuhkan tidak begitu banyak karena hanya lima provinsi yang mengikutinya.
“Penambahan dana tidak terlalu signifikan. Kalau satu provinsi hanya mengirim lima atlet dan pelatih, kami pikir tidak perlu dana banyak,” terangnya. (esa/Rev)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Voli 7 Juni 2026 11:51Hasil Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026
BERITA LAINNYA
SOROT
-
Liputan6 7 Juni 2026 11:25
Prabowo Kunjungi Sekolah Rakyat Menengah Pertama di Tabanan Bali
-
Liputan6 6 Juni 2026 20:10CFD Rasuna Said Kembali Hadir Besok, Simak Keseruannya
-
Liputan6 6 Juni 2026 16:47DPO Anak Punk yang Tusuk Pedagang di Lampung Akhirnya Ditangkap
MOST VIEWED
Indonesia Jadi Tuan Rumah 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026, Bali Siap Sambut Ratusan Atlet Asia
Saksikan NEX Road to Champion Vol. 3 Live Streaming Hanya di Vidio
Rekor Nasional Tercipta di Indonesia Short Course Emerging Series 2026
Indonesia Short Course Emerging Series 2026 Resmi Bergulir, Perkuat Regenerasi Atlet Renang Nasional
HIGHLIGHT
Chelsea Era Baru: 5 Bintang yang Bisa Bersinar di ...
Masa Depan Marcus Rashford Menggantung! 5 Klub Ini...
5 Destinasi Potensial Dani Carvajal Setelah Tingga...
Ke Mana Pep Guardiola Setelah Man City? Ini 7 Kand...
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hug...
Daftar Manajer Termuda Juara Premier League, Mikel...
4 Pelatih yang Bisa Gantikan Pep Guardiola di Manc...












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7970363/original/076578100_1780806991-eleanor.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7423398/original/034099100_1780200717-CFD_Rasuna_Said.jpeg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG [Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Gunakan Momentum untuk Penilaian Dampak Kesehatan MBG](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/tITdedV3H-UtIN8YQVCvyxd8MBc=/673x379/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5084734/original/085391600_1736341642-20250108-Tjandra_Yoga_Aditama-ANG_6.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/826784/original/062893300_1426130957-illustration111.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7908606/original/011431000_1780739237-1001334760.jpg)
