Chelsea dan Rotasi Besar yang Memicu Masalah di Lapangan

Chelsea dan Rotasi Besar yang Memicu Masalah di Lapangan
Striker Wrexham, Sam Smith membobol gawang Chelsea, Minggu (8/3/2026) (c) AP Photo/Jon Super

Bola.net - Chelsea memastikan langkah ke perempat final FA Cup setelah mengalahkan Wrexham 4-2 melalui perpanjangan waktu. Laga berlangsung sengit karena tim tuan rumah dua kali mampu memimpin sebelum akhirnya kalah.

Chelsea datang dengan banyak perubahan dalam susunan pemain. Rotasi besar itu membuat permainan tim tamu terlihat tidak stabil sepanjang pertandingan.

Wrexham bahkan mampu memberi perlawanan serius meski akhirnya bermain dengan 10 pemain. Chelsea baru benar-benar mengamankan kemenangan setelah kualitas pemain dari bangku cadangan mulai memberi pengaruh.

Rotasi Besar Chelsea Mengubah Ritme Permainan

Rotasi Besar Chelsea Mengubah Ritme Permainan

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior. (c) AP Photo/Ian Walton

Pelatih Chelsea, Liam Rosenior, melakukan sembilan perubahan dalam susunan pemain utama. Beberapa pemain penting seperti Cole Palmer, Moises Caicedo, dan Enzo Fernandez bahkan tidak masuk skuad pertandingan.

Formasi awal Chelsea juga terlihat defensif dengan lima bek dan dua gelandang bertahan. Kombinasi tersebut membuat aliran serangan tim tamu tidak berkembang pada babak pertama.

Chelsea baru menciptakan peluang berarti setelah 27 menit melalui Alejandro Garnacho. Namun, tembakan tersebut masih lemah dan tidak menyulitkan kiper Wrexham.

Gol penyama kedudukan sebelum turun minum pun datang dalam situasi yang tidak mencerminkan dominasi permainan. Bola sempat mengenai punggung kiper Arthur Okonkwo setelah upaya sapuan George Thomason.

Wrexham Berani Menyerang dan Dua Kali Memimpin

Wrexham Berani Menyerang dan Dua Kali Memimpin

Josh Acheampong berduel dengan Zack Vyner di laga Wrexham vs Chelsea, Minggu (8/3/2026) (c) AP Photo/Jon Super

Wrexham tampil tanpa rasa takut meski menghadapi klub Premier League. Sam Smith membuka skor setelah memanfaatkan garis pertahanan tinggi milik Chelsea.

Tuan rumah kembali unggul pada babak kedua lewat sentuhan Callum Doyle. Ia menyambut setengah voli Josh Windass dari tepi kotak penalti.

Namun, keunggulan itu hanya bertahan empat menit. Josh Acheampong mencetak gol balasan untuk Chelsea melalui tembakan keras ke tiang dekat.

Pertandingan kemudian berubah menjadi duel terbuka. Pedro Neto hampir membawa Chelsea unggul, tetapi tembakannya hanya mengenai mistar gawang.

Kartu Merah Jadi Titik Balik Pertandingan

Kartu Merah Jadi Titik Balik Pertandingan

Skuad Chelsea merayakan gol Alejandro Garnacho ke gawang Wrexham (c) AP Photo/Jon Super

Momentum berubah pada menit ke-93 ketika George Dobson menerima kartu merah. Wasit Peter Bankes mengambil keputusan setelah meninjau tayangan VAR terkait tekel keras terhadap Garnacho.

Situasi tersebut membuat Wrexham mulai kehilangan tenaga saat memasuki perpanjangan waktu. Chelsea akhirnya memimpin untuk pertama kalinya lewat penyelesaian Garnacho di tiang jauh setelah menerima umpan Dario Essugo.

Wrexham sempat mencetak gol melalui Lewis Brunt pada menit ke-114. Akan tetapi, VAR membatalkan gol itu karena posisi offside.

Chelsea kemudian memastikan kemenangan menjelang akhir laga. Joao Pedro mencetak gol keempat melalui serangan balik saat pertahanan Wrexham mulai kelelahan.

Hasil ini memperpanjang rekor Chelsea yang tidak pernah kalah dari tim divisi bawah dalam 25 laga FA Cup terakhir. Namun, performa yang tidak konsisten tetap memunculkan pertanyaan tentang efektivitas rotasi besar dalam skuad mereka.

Sumber: BBC Sport