
Bola.net - Polemik dualisme kepengurusan yang terjadi di Pengurus Besar Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PB PTMSI) semakin berkembang.
Tidak hanya PB PTMSI yang digugat ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori), namun sejumlah Pengurus Provinsi (Pengprov) PTMSI juga akan terseret karena diduga menerima suap saat berlangsungnya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada Desember tahun lalu.
Munaslub yang memenangkan Dato Sri Tahir sebagai Ketua Umum PB PTMSI tiga periode berturut-turut tersebut, dilaksanakan di Hotel Merlyn, Jakarta, pada 11-12 Desember 2011.
Sejumlah Pengprov yang disebut-sebut menerima uang sogokan, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Bali, Aceh, Banten dan Sulawesi Selatan. Pihak yang akan mengadukan ke Baori (Pengadilan Olahraga di bawah naungan KONI Pusat) adalah Komite Penyelamat Tenis Meja Indonesia (KPTMI).
Menurut Anggota KPTMI Hasmy Rusley, Pengprov PTMSI Jateng pimpinan Farhan disebut sebagai penggerak beredarnya uang suap ke sejumlah Pengprov yang lain. Uang tersebut berasal dari tim sukses Dato Sri Tahir.
"Nanti, saat sidang di Baori ada beberapa Pengprov yang akan mengembalikan uang tersebut, Mereka dapat uang dengan dikoordinir Pengprov Jateng," kata Hasmy kepada Bola.net di Jakarta, Kamis (3/5).
Dia mengatakan, para pengurus Pengprov, termasuk Jateng mendapat suap sebesar Rp 150 juta. Dana untuk memuluskan langkah Dato Sri Tahir menuju PB PTMSI tersebut, diberikan dua tahap.
Menurutnya, tahap pertama diberikan senilai Rp 50 juta saat pertemuan di Hotel Novotel Yogyakarta pada 6 Desember 2011. Kemudian, tahap kedua ditransfer melalui rekening sebesar Rp 100 juta saat hari pelaksanaan pemilihan Ketua Umum PB PTMSI di Hotel Merlyn, Jakarta.
"Kami berani bertanggungjawab atas persoalan ini. Semua ada bukti-buktinya. Yang pasti, ini akan dibeberkan pada sidang lanjutan di Baori. Kami masih menunggu jadwal sidang dari Baori," ungkapnya.
Lebih lanjut, Hasmy mengutarakan bahwa persoalan suap seperti itu semestinya tidak boleh terjadi. Sebab, praktik kotor ini akan merusak olahraga tenis meja di Indonesia.
"Kami berharap semua uang yang sudah diterima, dikembalikan lagi," tegasnya.
Pria yang juga pemerhati tenis meja asal Jatim ini mengungkapkan, Pengprov Jateng diduga mendapat jatah dari tim sukses Dato Sri Tahir dengan nominal paling banyak. Selain Rp 150 juta, diduga juga menerima imbalan lain karena memiliki atlet nasional yang bermain di SEA Games lalu. Dia memperkirakan dana tersebut senilai Rp 100 juta. Jadi, jika ditotal, maka uang yang diterima Farhan kurang lebih sebesar Rp 250 juta. (esa/kny)
Tidak hanya PB PTMSI yang digugat ke Badan Arbitrase Olahraga Indonesia (Baori), namun sejumlah Pengurus Provinsi (Pengprov) PTMSI juga akan terseret karena diduga menerima suap saat berlangsungnya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) pada Desember tahun lalu.
Munaslub yang memenangkan Dato Sri Tahir sebagai Ketua Umum PB PTMSI tiga periode berturut-turut tersebut, dilaksanakan di Hotel Merlyn, Jakarta, pada 11-12 Desember 2011.
Sejumlah Pengprov yang disebut-sebut menerima uang sogokan, yakni Jawa Tengah, Jawa Barat Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Bali, Aceh, Banten dan Sulawesi Selatan. Pihak yang akan mengadukan ke Baori (Pengadilan Olahraga di bawah naungan KONI Pusat) adalah Komite Penyelamat Tenis Meja Indonesia (KPTMI).
Menurut Anggota KPTMI Hasmy Rusley, Pengprov PTMSI Jateng pimpinan Farhan disebut sebagai penggerak beredarnya uang suap ke sejumlah Pengprov yang lain. Uang tersebut berasal dari tim sukses Dato Sri Tahir.
"Nanti, saat sidang di Baori ada beberapa Pengprov yang akan mengembalikan uang tersebut, Mereka dapat uang dengan dikoordinir Pengprov Jateng," kata Hasmy kepada Bola.net di Jakarta, Kamis (3/5).
Dia mengatakan, para pengurus Pengprov, termasuk Jateng mendapat suap sebesar Rp 150 juta. Dana untuk memuluskan langkah Dato Sri Tahir menuju PB PTMSI tersebut, diberikan dua tahap.
Menurutnya, tahap pertama diberikan senilai Rp 50 juta saat pertemuan di Hotel Novotel Yogyakarta pada 6 Desember 2011. Kemudian, tahap kedua ditransfer melalui rekening sebesar Rp 100 juta saat hari pelaksanaan pemilihan Ketua Umum PB PTMSI di Hotel Merlyn, Jakarta.
"Kami berani bertanggungjawab atas persoalan ini. Semua ada bukti-buktinya. Yang pasti, ini akan dibeberkan pada sidang lanjutan di Baori. Kami masih menunggu jadwal sidang dari Baori," ungkapnya.
Lebih lanjut, Hasmy mengutarakan bahwa persoalan suap seperti itu semestinya tidak boleh terjadi. Sebab, praktik kotor ini akan merusak olahraga tenis meja di Indonesia.
"Kami berharap semua uang yang sudah diterima, dikembalikan lagi," tegasnya.
Pria yang juga pemerhati tenis meja asal Jatim ini mengungkapkan, Pengprov Jateng diduga mendapat jatah dari tim sukses Dato Sri Tahir dengan nominal paling banyak. Selain Rp 150 juta, diduga juga menerima imbalan lain karena memiliki atlet nasional yang bermain di SEA Games lalu. Dia memperkirakan dana tersebut senilai Rp 100 juta. Jadi, jika ditotal, maka uang yang diterima Farhan kurang lebih sebesar Rp 250 juta. (esa/kny)
Advertisement
Berita Terkait
LATEST UPDATE
-
Liga Inggris 16 September 2026 20:40Lupakan Derby Manchester, Manchester United Fokus Penuh Hadapi Brighton
-
Liga Inggris 16 September 2026 20:20Inikah Penerus Harry Maguire di Skuad Manchester United?
-
Bola Indonesia 16 September 2026 20:13Madura United Punya Misi Balas Dendam ke PSIM di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/2027
-
Liga Inggris 16 September 2026 20:00Tajam dan Jadi Pembeda, Kenapa Carlos Espi Terus Cadangan, Wahai Mourinho?
-
Liga Inggris 16 September 2026 19:40Nganggur di Real Madrid, MU Siap Selamatkan Karir Endrick
-
Liga Spanyol 16 September 2026 19:20Lagi, Jose Mourinho Pasang Badan untuk Vinicius Junior
BERITA LAINNYA
-
olahraga lain lain 16 September 2026 13:1135 Cabor yang Diikuti Indonesia di Asian Games 2026: Sepak Bola Absen
-
olahraga lain lain 15 September 2026 15:27KONI Dukung PB ESI di Bawah Herindra, Bidik Prestasi Dunia dan Perkuat Game Lokal
SOROT
-
Liputan6 16 September 2026 20:43Prabowo Ungkap Alasan TNI Perlu Diperkuat hingga ke Daerah
-
Liputan6 16 September 2026 20:26Besok Hari Terakhir Pencarian 5 Jurnalis, Ini Syarat Operasi Diperpanjang
-
Liputan6 16 September 2026 20:012 Mobil Terparkir di Tebet Terbakar, Ini Penyebabnya
-
Liputan6 16 September 2026 19:48Update Temuan Hari ke-9 Pencarian Jurnalis Hilang Kontak
-
Liputan6 16 September 2026 19:33Ketua Baleg DPR: RUU Reforma Agraria Selesai Senin
-
Liputan6 16 September 2026 19:29KPK Belum Cegah Nusron Wahid Terkait Kasus Korupsi HGB Summarecon
MOST VIEWED
Jakarta Barat Juara Umum Popprov DKI 2026, Atlet Peraih Emas Dapat Bonus dari Bang Kent
KONI Dukung PB ESI di Bawah Herindra, Bidik Prestasi Dunia dan Perkuat Game Lokal
Kisah Kashish Malik Menuju Asian Games 2026: Tekanan, Pengorbanan Ayah, dan Ambisi India di Taekwondo
35 Cabor yang Diikuti Indonesia di Asian Games 2026: Sepak Bola Absen
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...












:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371296/original/051373700_1759645693-pra8.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350141/original/056340600_1789565200-1001673249.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350129/original/068209700_1789563676-WhatsApp_Image_2026-09-16_at_19.53.47.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350124/original/044332600_1789562927-WhatsApp_Image_2026-09-16_at_19.46.08.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5354064/original/028103000_1758191356-7032a730-490b-440c-9036-c32b46c8ce27.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5530864/original/019695200_1773496477-4.jpg)
