Kontroversi yang Mengiringi Trofi Cristiano Ronaldo di Liga Arab Saudi
Afdholud Dzikry | 22 Mei 2026 08:50
Bola.net - Perjalanan Cristiano Ronaldo membawa Al Nassr juara Saudi Pro League akhirnya tuntas lewat drama besar. Keberhasilan ini sekaligus mengakhiri penantian panjang sang megabintang setelah hampir tiga tahun merumput di Arab Saudi.
Namun, trofi perdana ini tidak diraih dengan mudah oleh sang kapten. Berbagai kontroversi hebat sempat mewarnai kebersamaannya dengan klub berjersey kuning tersebut. Bahkan, hubungan internal mereka dikabarkan sempat memanas menjelang akhir kompetisi.
Sejak awal kedatangannya dari Manchester United, Ronaldo memicu revolusi besar di Asia. Kehadirannya menarik minat para bintang top dunia untuk ikut hijrah. Meski begitu, investasi masif tersebut sering kali berujung pada kekecewaan pahit.
Gelar juara baru bisa dipastikan pada Jumat (22/05/2026) dini hari WIB saat laga pamungkas digelar. Al Nassr sukses menumbangkan Damac dengan skor meyakinkan 4-1. Di balik pesta tersebut, tersimpan cerita tentang aksi mogok sang pemain yang sempat mengguncang publik.
Aksi Mogok dan Kekecewaan Terbuka CR7

Pada Februari lalu, tensi tinggi sempat menyelimuti internal klub saat Ronaldo absen dalam dua pertandingan penting. Publik sempat dikejutkan oleh keputusan sang penyerang yang memilih mengambil cuti di tengah ketatnya persaingan liga. Aksi tersebut langsung memicu spekulasi liar mengenai masa depannya di Riyadh.
Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Ronaldo merasa tidak puas dengan manajemen Public Investment Fund (PIF). Sang pemain menduga ada perlakuan istimewa yang lebih menguntungkan kubu rival utama mereka, Al-Hilal. Ketidakpuasan itulah yang memicu gelombang ketidakstabilan di dalam skuad.
"Saya rasa ini tidak baik untuk liga. Semua orang mengeluh. Ini sepak bola, bukan perang… tetapi tidak semuanya diperbolehkan,” ujar Ronaldo.
"Saya akan berbicara di akhir musim karena saya telah melihat banyak hal buruk. Banyak pemain mengeluh lewat Instagram, Facebook, berbicara soal wasit, liga, hingga proyek yang sedang berjalan. Itu tidak bagus. Itu bukan tujuan liga ini," tambahnya.
Tudingan Keberpihakan Liga dan Pudarnya Euforia

Di sisi lain, isu miring juga datang dari para rival yang mengkritik jalannya kompetisi. Penyerang Al-Ahli, Ivan Toney, bersama winger asal Brasil, Galeno, secara terbuka mempertanyakan netralitas pengadil lapangan. Mereka menuduh bahwa regulasi Saudi Pro League musim ini cenderung menguntungkan pihak Al-Nassr.
Polemik ini mencuat di tengah kekhawatiran global mengenai penurunan gairah proyek olahraga di Arab Saudi. Kabar pemotongan dana LIV Golf oleh PIF serta penundaan Winter Asian Games 2029 memperkuat indikasi tersebut. Atmosfer kompetisi sepak bola pun dinilai tidak seluar biasa saat awal ledakan transfer tahun 2023.
“Kesuksesan Ronaldo dan Al-Nassr dapat memberikan dorongan besar yang memang sangat dibutuhkan sepak bola Arab Saudi, yang belakangan mulai kesulitan mempertahankan hype seperti tiga tahun lalu,” kata pengamat olahraga internasional Simon Chadwick.
Konsistensi Skuad Menuju Panggung Juara

Meskipun diterpa badai rumor dan isu miring, fokus Al Nassr di bawah asuhan Jorge Jesus tidak goyah. Mereka memperlihatkan penilaian yang cermat dalam menjaga konsistensi permainan di lapangan hijau. Bahkan, absennya sang kapten selama beberapa minggu akibat cedera tidak meruntuhkan mental bertanding tim.
Puncaknya terjadi saat Al Nassr sukses meredam tekanan akhir dari Al Hilal pada pekan pamungkas. Kemenangan telak 4-1 atas Damac memastikan pesta juara separuh kota Riyadh yang berwarna kuning dimulai. Ronaldo menjadi pahlawan lewat sumbangan dua gol penentu yang mengunci kemenangan manis tersebut.
“Sekarang tergantung pada semua klub, liga, dan para pengambil keputusan di negara itu untuk memanfaatkan kesuksesan yang telah dibantu Ronaldo hadirkan,” tutup Chadwick.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Kronologi Retaknya Hubungan Cristiano Ronaldo dan Jorge Jesus di Timnas Portugal
Piala Eropa 7 Oktober 2026, 22:13
-
Soal Pernyataan Cristiano Ronaldo, Jorge Jesus Pilih Diam Seribu Bahasa
Piala Eropa 7 Oktober 2026, 19:53
LATEST UPDATE
-
Pemain Juventus Muak, Luciano Spalletti Dianggap Terlalu Banyak Bicara!
Liga Italia 30 Oktober 2026, 22:58
-
Dominic Calvert-Lewin Diincar MU, Leeds: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:57
-
Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
Piala Dunia 30 Oktober 2026, 22:20
-
Youri Tielemans Lega Michael Carrick Selamat dari Pemecatan di MU
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 22:07
-
Tidak Takut, Michael Carrick Justru Tidak Sabar MU Hadapi Chelsea
Liga Inggris 30 Oktober 2026, 21:46
-
Prediksi BRI Super League: PSM vs Madura United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:10
-
Prediksi BRI Super League: Persik vs Persita 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:05
-
Prediksi BRI Super League: Arema FC vs Bali United 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 20:00
-
Prediksi BRI Super League: Dewa United vs Persija 31 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 19:55
-
Tempat Menonton Persebaya vs Persijap di BRI Super League, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:05
-
Nova Arianto Semringah Lihat Amar Brkic Bersinar di Borneo FC
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 18:00
-
Link Streaming Persebaya vs Persijap, 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 30 Oktober 2026, 17:59
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




