Kritik Timnas dan Pelatih Malaysia, Pejabat FAM Dihukum
Editor Bolanet | 5 April 2012 11:45
- Wakil Ketua Asosiasi Sepakbola Malaysia (FAM) Tan Sri Annuar Musa dikenai skorsing selama 30 bulan gara-gara mengkritik Timnas dan pelatih Datuk K Rajagobal.
Dengan sanksi yang dijatuhkan oleh Komite Disiplin FAM tersebut, Annuar dilarang mengikuti segala even sepakbola baik di tingkat internasional bagian maupun nasional.
Ketua Komite Disiplin FAM Datuk Taufik Abdul Razak seperti dikutip , mengatakan skorsing yang berlaku sejak diputuskan pada 4 April itu juga melarang Annuar mengikuti even sepakbola di Kelantan FA dimana ia menjadi Ketua Asosiasi Sepakbola Kelantan.
Annuar terbukti bersalah melanggar statuta FAM pasal 88 dengan membuat pernyataan negatif tentang Timnas pada 12 Februari 2012.
Berdasar pasal 88 tersebut, hanya ketua dan sekjen FAM yang boleh membuat pernyataan media kecuali ada orang lain yang diberi wewenang untuk mewakili keduanya.
Sebelum Annuar, dua pejabat FAM juga pernah dikenai skorsing. Pada 1991 mantan wakil ketua FAM Datuk Seri Raja Ahmad Zainuddin diskors selama 3 tahun dan pada 2001 mantan anggota FAM Datuk Ahmad Basri Akil juga diskors selama empat tahun.
Atas keputusan tersebut, Annuar tidak memiliki hak untuk melakukan banding karena itu hukuman paling rendah.
Sementara itu, Annuar menolak memberi keterangan dan langsung meninggalkan pertemuan dan bergegas menuju ke bandara untuk pulang ke Kota Bharu tanpa menunggu bentuk hukuman yang dijatuhkan kepadanya.
Soal keputusan biarlah pihak Komite Disiplin yang mengumumkan karena saya tidak bisa menunggu dan harus segera ke bandara, ungkapnya.
Namun ia sempat menyapa sekitar 300 orang pendukungnya yang menunggu di luar wisma FAM yang membentangkan spanduk mendukung dirinya.
Terima kasih kepada pihak media dan masyarakat yang memberikan dukungan kepada saya, ungkap Annuar yang juga mantan menteri Sukan dan Belia.
Bagaimana dengan Indonesia? Bila ada pihak yang mengkritik Timnas Garuda? Apakah juga akan memberikan hukuman saja, atau juga akan menjadi pelecut untuk membentuk Tim Nasional yang lebih baik dan disegani?. (ant/end)
Dengan sanksi yang dijatuhkan oleh Komite Disiplin FAM tersebut, Annuar dilarang mengikuti segala even sepakbola baik di tingkat internasional bagian maupun nasional.
Ketua Komite Disiplin FAM Datuk Taufik Abdul Razak seperti dikutip , mengatakan skorsing yang berlaku sejak diputuskan pada 4 April itu juga melarang Annuar mengikuti even sepakbola di Kelantan FA dimana ia menjadi Ketua Asosiasi Sepakbola Kelantan.
Annuar terbukti bersalah melanggar statuta FAM pasal 88 dengan membuat pernyataan negatif tentang Timnas pada 12 Februari 2012.
Berdasar pasal 88 tersebut, hanya ketua dan sekjen FAM yang boleh membuat pernyataan media kecuali ada orang lain yang diberi wewenang untuk mewakili keduanya.
Sebelum Annuar, dua pejabat FAM juga pernah dikenai skorsing. Pada 1991 mantan wakil ketua FAM Datuk Seri Raja Ahmad Zainuddin diskors selama 3 tahun dan pada 2001 mantan anggota FAM Datuk Ahmad Basri Akil juga diskors selama empat tahun.
Atas keputusan tersebut, Annuar tidak memiliki hak untuk melakukan banding karena itu hukuman paling rendah.
Sementara itu, Annuar menolak memberi keterangan dan langsung meninggalkan pertemuan dan bergegas menuju ke bandara untuk pulang ke Kota Bharu tanpa menunggu bentuk hukuman yang dijatuhkan kepadanya.
Soal keputusan biarlah pihak Komite Disiplin yang mengumumkan karena saya tidak bisa menunggu dan harus segera ke bandara, ungkapnya.
Namun ia sempat menyapa sekitar 300 orang pendukungnya yang menunggu di luar wisma FAM yang membentangkan spanduk mendukung dirinya.
Terima kasih kepada pihak media dan masyarakat yang memberikan dukungan kepada saya, ungkap Annuar yang juga mantan menteri Sukan dan Belia.
Bagaimana dengan Indonesia? Bila ada pihak yang mengkritik Timnas Garuda? Apakah juga akan memberikan hukuman saja, atau juga akan menjadi pelecut untuk membentuk Tim Nasional yang lebih baik dan disegani?. (ant/end)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
Johnny Jansen Girang Bali United Sapu Bersih 2 Laga Awal BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 16 September 2026, 21:07
-
Pierre Kalulu Diincar MU, Juventus: Maaf, Gak Dulu!
Liga Inggris 16 September 2026, 21:00
-
Lupakan Derby Manchester, Manchester United Fokus Penuh Hadapi Brighton
Liga Inggris 16 September 2026, 20:40
-
Inikah Penerus Harry Maguire di Skuad Manchester United?
Liga Inggris 16 September 2026, 20:20
-
Madura United Punya Misi Balas Dendam ke PSIM di Pekan ke-3 BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 16 September 2026, 20:13
-
Tajam dan Jadi Pembeda, Kenapa Carlos Espi Terus Cadangan, Wahai Mourinho?
Liga Inggris 16 September 2026, 20:00
-
Nganggur di Real Madrid, MU Siap Selamatkan Karir Endrick
Liga Inggris 16 September 2026, 19:40
-
Lagi, Jose Mourinho Pasang Badan untuk Vinicius Junior
Liga Spanyol 16 September 2026, 19:20
-
Kyohei Yoshino, Senjata Serbabisa Persija Jakarta
Bola Indonesia 16 September 2026, 19:19
-
Hasil FC Seoul vs Persib: Start Mulus Maung Bandung di Asia!
Bola Indonesia 16 September 2026, 18:55
-
Michael Carrick Konfirmasi Kapan Carlos Baleba Debut di MU
Liga Inggris 16 September 2026, 18:40
-
Setelah 12 Tahun Bersama, MU Bakal Berpisah dengan Luke Shaw?
Liga Inggris 16 September 2026, 18:20
-
Jose Mourinho Acungi Start Pertama Yan Diomande di Real Madrid
Liga Spanyol 16 September 2026, 17:56
-
Hasil BRI Super League: Kalah Lawan Dewa United, Borneo FC Terpuruk di Kandang
Bola Indonesia 16 September 2026, 17:34
-
Puja-puji Mikel Arteta untuk Bocah Ajaib Arsenal, Max Dowman
Liga Inggris 16 September 2026, 17:34
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
