Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan

Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Prediksi Real Madrid vs Inter Milan di Liga Champions, Rabu 9 September 2026 (c) Bola.net

Bola.net - Real Madrid dan Inter Milan merupakan dua klub yang memiliki sejarah besar dalam dunia sepak bola. Jersey putih Real Madrid dan seragam hitam-biru Inter Milan pernah dikenakan sejumlah pemain terbaik sepanjang masa.

Membela kedua klub tersebut bukan keputusan karier yang biasa karena keduanya memiliki tuntutan besar. Para pemain dituntut bukan hanya memiliki kemampuan tinggi, tetapi juga mampu menghadapi tekanan yang datang bersama nama besar masing-masing tim.

Real Madrid dan Inter Milan memang berada dalam lingkungan sepak bola yang berbeda. Namun, keduanya sama-sama memiliki tradisi, ekspektasi, serta tekanan besar untuk terus meraih kesuksesan.

Meski tidak banyak, ada sejumlah pemain yang pernah merasakan atmosfer kedua klub tersebut. Beberapa datang ke Real Madrid setelah lebih dulu membangun nama di Italia, sementara lainnya berkarier di Madrid sebelum menjadi bagian penting dari sejarah Inter Milan.

Berikut tiga pemain terkenal yang mungkin sudah terlupakan pernah memperkuat Real Madrid dan Inter Milan. Ketiganya memiliki perjalanan karier yang berbeda sebelum akhirnya mengenakan jersey dua raksasa Eropa tersebut.

1. Roberto Carlos: Dari Kekecewaan di Inter Milan hingga Jadi Legenda Real Madrid

Tidak banyak pemain yang identik dengan Real Madrid seperti Roberto Carlos. Bek kiri asal Brasil tersebut menjadi salah satu pemain yang paling dikenang sepanjang sejarah klub setelah menjalani karier panjang di Santiago Bernabeu.

Namun, perjalanan Roberto Carlos di Eropa justru membawanya ke Italia terlebih dahulu. Pada 1995, ia bergabung dengan Inter Milan dan menghabiskan satu musim bersama Nerazzurri.

Musim tersebut berjalan cukup produktif bagi Roberto Carlos secara individu. Ia mencatat 34 penampilan dan mencetak tujuh gol, sebuah catatan luar biasa bagi seorang bek sekaligus bukti awal kemampuan ofensifnya.

Kebersamaan Roberto Carlos dengan Inter Milan hanya berlangsung selama satu musim. Real Madrid kemudian datang untuk merekrutnya, dan keputusan tersebut menjadi salah satu transfer terpenting dalam sejarah modern Los Blancos.

Roberto Carlos kemudian menghabiskan 11 musim di ibu kota Spanyol. Ia mencatat 584 penampilan di semua kompetisi dan mencetak 71 gol untuk Real Madrid.

Selama berada di Madrid, Roberto Carlos meraih empat gelar La Liga. Ia juga menjadi bagian dari tim yang mencapai tiga final Liga Champions pada 1998, 2000, dan 2002, dengan semuanya berakhir sebagai juara.

Final Liga Champions 2002 menghadirkan salah satu momen ikonik dalam kariernya. Umpan silang Roberto Carlos disambut tendangan spektakuler Zinedine Zidane yang menjadi gol kemenangan Real Madrid atas Bayer Leverkusen.

2. Fabio Cannavaro: Pemenang Ballon d'Or di Real Madrid

Hubungan Fabio Cannavaro dengan kedua klub mungkin tidak terlalu banyak diingat. Reputasi bek asal Italia tersebut lebih sering dikaitkan dengan kariernya bersama tim nasional Italia dan kesuksesannya di Real Madrid.

Cannavaro mengawali karier profesionalnya bersama Napoli sebelum berkembang di Parma. Pada 2002, ia kemudian pindah ke Inter Milan dalam sebuah transfer yang dilaporkan bernilai sekitar 23 juta euro dengan kontrak berdurasi empat tahun.

Awal perjalanan Cannavaro di Inter Milan berjalan cukup menjanjikan. Namun, hubungannya dengan Nerazzurri kemudian menjadi rumit hingga ia meninggalkan klub tersebut pada 2004.

Cannavaro selanjutnya bergabung dengan Juventus dan menghabiskan dua musim di Turin. Setelah itu, kariernya berubah drastis ketika Real Madrid datang untuk merekrutnya pada 2006 dengan biaya yang dilaporkan mencapai tujuh juta euro.

Tahun 2006 menjadi periode luar biasa bagi Cannavaro. Ia menjadi kapten Italia saat menjuarai Piala Dunia dan tampil gemilang sepanjang turnamen tersebut.

Performa Cannavaro kemudian mendapatkan penghargaan individu bergengsi. Ia memenangkan Ballon d'Or 2006 sekaligus penghargaan FIFA World Player of the Year.

Cannavaro menghabiskan tiga musim bersama Real Madrid dan turut meraih kesuksesan di level domestik. Ia membantu Los Blancos memenangkan La Liga pada musim 2006/2007 dan 2007/2008.

3. Esteban Cambiasso: Lulusan Akademi Madrid yang Jadi Legenda Inter Milan

Kisah Esteban Cambiasso mungkin menjadi yang paling menarik di antara ketiga pemain tersebut. Berbeda dengan Roberto Carlos dan Cannavaro, hubungan Cambiasso dengan Real Madrid sudah dimulai sejak level akademi.

Gelandang asal Argentina itu bergabung dengan akademi Real Madrid ketika masih muda bersama saudaranya, Nicolas. Ia kemudian kembali ke Argentina untuk mendapatkan kesempatan bermain reguler bersama Independiente dan River Plate.

Cambiasso akhirnya kembali ke Madrid dan masuk ke tim utama pada 2002. Ia menjalani periode yang cukup sukses dengan membantu Real Madrid meraih sejumlah trofi.

Selama berada di Madrid, Cambiasso memenangkan La Liga, Piala Interkontinental, Piala Super Eropa, dan Piala Super Spanyol. Namun, kebersamaannya dengan Los Blancos berakhir pada 2004 setelah kontraknya habis dan tidak diperpanjang.

Keputusan tersebut kemudian membuka jalan bagi Cambiasso untuk bergabung dengan Inter Milan. Di Italia, ia justru berkembang menjadi salah satu gelandang terbaik sekaligus pemain penting dalam salah satu periode tersukses dalam sejarah Nerazzurri.

Cambiasso menghabiskan satu dekade bersama Inter Milan. Ia memenangkan lima gelar liga dan menjadi bagian penting dari tim asuhan Jose Mourinho.

Musim 2009/2010 menjadi puncak karier Cambiasso bersama Inter Milan. Nerazzurri memenangkan Liga Champions setelah mengalahkan Bayern Munchen di final sekaligus melengkapi pencapaian bersejarah berupa treble.

Sumber: Madrid Universal