Beri Perlawanan Ketat, Pacific Kalah 60-68 dari Stadium
Editor Bolanet | 11 Maret 2013 21:40
- Meskipun selalu memberikan perlawanan ketat hingga kuarter terakhir, Pacific Caesar Surabaya gagal melampaui raihan Stadium Jakarta. Stadium yang sedikit lebih agresif dan efektif keluar sebagai pemenang dengan selisih tipis, 68-60, dalam lanjutan Speedy NBL Indonesia 2012-2013 seri IV Solo di Sritex Arena, Senin (11/3).
Laga berjalan cukup seimbang. Performa dan akurasi Yan Pattikawa dan Randolph Ariestedes yang sempurna di kuarter pertama tidak diimbangi dengan baik oleh Merio Ferdiyansyah ataupun Indra Budianto. Hal yang sama terjadi pada kubu Pacific. Rata-rata field goals Airlangga Sabara dan Muhammad Ikrar yang mencapai angka lebih dari 50 persen, justru berkebalikan dengan para pemain Pacific lainnya. Pacific pun hanya tertinggal satu angka di kuarter pertama 16-15.
Setali tiga uang dengan kuarter pertama, Stadium tidak mampu mengoptimalkan kekuatan secara merata. Kedua tim memang sama-sama meningkatkan akurasi dengan jumlah sama 43 persen. Tetapi pada kubu Stadium, hanya Randolph yang memberi kontribusi sangat baik. Namun operasi Randolph selalu mendapat balasan setimpal dari Muhammad Ikrar, Eko Sasmito, dan Hari Suharsono. Jumlah tembakan Stadium yang lebih massif membawa tim ini mampu mempertahankan keunggulan di angka 40-37 di akhir kuarter kedua.
Hanya melakukan satu kali turnover di kuarter ketiga membuat Stadium semakin nyaman melakukan serangan. Randolph tetap menjadi ujung tombak utama meskipun beberapa pemain lain seperti Merio Ferdiyansyah dan Dino Leonardo memberi tambahan dari satu-dua tembakan masuk. Stadium mampu sedikit menjauh hingga 56-46 di ujung kuarter ketiga.
Tembakan-tembakan Merio mulai gencar di kuarter terakhir. Hal ini efektif menutup hilangnya Randolph. Meskipun mampu menambah enam poin di kuarter terakhir, Airlangga Sabara gagal menyelamatkan Pacific dari kekalahan. Total 13 poin Airlangga terbanyak kedua setelah Eko dengan 15 poin. Sementara Randolph menjadi yang terbanyak di Stadium dengan 18 poin. Merio menyusul dengan tambahan 14 poin. (nbl/kny)
Laga berjalan cukup seimbang. Performa dan akurasi Yan Pattikawa dan Randolph Ariestedes yang sempurna di kuarter pertama tidak diimbangi dengan baik oleh Merio Ferdiyansyah ataupun Indra Budianto. Hal yang sama terjadi pada kubu Pacific. Rata-rata field goals Airlangga Sabara dan Muhammad Ikrar yang mencapai angka lebih dari 50 persen, justru berkebalikan dengan para pemain Pacific lainnya. Pacific pun hanya tertinggal satu angka di kuarter pertama 16-15.
Setali tiga uang dengan kuarter pertama, Stadium tidak mampu mengoptimalkan kekuatan secara merata. Kedua tim memang sama-sama meningkatkan akurasi dengan jumlah sama 43 persen. Tetapi pada kubu Stadium, hanya Randolph yang memberi kontribusi sangat baik. Namun operasi Randolph selalu mendapat balasan setimpal dari Muhammad Ikrar, Eko Sasmito, dan Hari Suharsono. Jumlah tembakan Stadium yang lebih massif membawa tim ini mampu mempertahankan keunggulan di angka 40-37 di akhir kuarter kedua.
Hanya melakukan satu kali turnover di kuarter ketiga membuat Stadium semakin nyaman melakukan serangan. Randolph tetap menjadi ujung tombak utama meskipun beberapa pemain lain seperti Merio Ferdiyansyah dan Dino Leonardo memberi tambahan dari satu-dua tembakan masuk. Stadium mampu sedikit menjauh hingga 56-46 di ujung kuarter ketiga.
Tembakan-tembakan Merio mulai gencar di kuarter terakhir. Hal ini efektif menutup hilangnya Randolph. Meskipun mampu menambah enam poin di kuarter terakhir, Airlangga Sabara gagal menyelamatkan Pacific dari kekalahan. Total 13 poin Airlangga terbanyak kedua setelah Eko dengan 15 poin. Sementara Randolph menjadi yang terbanyak di Stadium dengan 18 poin. Merio menyusul dengan tambahan 14 poin. (nbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nonton Live Streaming Game 3 Thunder vs Pacers NBA Finals 2025 di Vidio
Basket 10 Juni 2025, 12:28
-
Saksikan NBA Playoffs 2024/2025: Game 5 - Timberwolves vs Lakers di Vidio
Basket 30 April 2025, 17:17
LATEST UPDATE
-
Tantang Fenerbahce, Liverpool Nostalgia Malam Magis di Istanbul
Liga Champions 4 November 2026, 14:40
-
Jose Mourinho Peringatkan Real Madrid untuk Tidak Jemawa ketika Hadapi AEK Athens
Liga Champions 4 November 2026, 14:20
-
Tempat Menonton Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:15
-
Link Streaming Melbourne Victory vs Persib, 4 November 2026
Bola Indonesia 4 November 2026, 14:09
-
Bocah Ajaib Manchester United itu Bernama Shea Lacey
Liga Champions 4 November 2026, 14:00
-
Tumbang Lawan AS Roma, Seberapa Parah Cedera Carlos Baleba?
Liga Inggris 4 November 2026, 13:20
-
Prediksi Celta vs Union Saint-Gilloise 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 13:10
-
Prediksi Real Sociedad vs Lyon 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 12:04
-
Gabriel Batistuta dan Kisah Cinta Abadi di Balik Selebrasi Ikonik 'Te Amo, Irina!'
Liga Italia 4 November 2026, 11:21
-
Prediksi AZ vs Juventus 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 10:09
-
Prediksi Milan vs Ferencvaros 6 November 2026
Liga Eropa UEFA 4 November 2026, 09:50
-
Di Balik Penalti Bruno Fernandes yang Diulang
Liga Champions 4 November 2026, 08:20
-
Mengungkap Penyebab Roma Gagal Bendung Kebangkitan Manchester United
Liga Champions 4 November 2026, 08:14
-
Selalu Ada Keyakinan di Old Trafford
Liga Champions 4 November 2026, 08:03
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18




