Bimasakti Malang Belum Juga Bangkit
Editor Bolanet | 22 Februari 2013 18:41
- Tuan rumah NBL Indonesia 2012-2013 Seri III Malang, Bimasakti Nikko Steel belum juga bangkit dari keterpurukan. Adalah Satya Wacana Angsapura Salatiga yang membuat Bimasakti harus menelan kekalahan tiga kali berturut-turut di GOR Bimasakti, Malang, Jumat (22/2).
Permainan cepat langsung diterapkan Satya Wacana pada awal kuarter dan membuat Bimasaki keteteran. Pelatih Bimasakti, William McCammon pun langsung memasukkan kapten Deny Sartika yang baru pulih dari cedera. Namun jump shoot Deny di akhir kuarter tak mampu mengejar keunggulan Satya Wacana 18-11.
Berondongan three points Bimasakti di kuarter berikutnya mampu membuat mereka mengejar. Dua tembakan tiga angka Yanuar Dwi Priasmoro dan sekali dari Made Indra Novrihadi sempat membuat skor sama kuat 20-20 di pertengahan kuarter. Namun, Yanuar memimpin kebangkitan timnya dan membawa Bimasakti berbalik memimpin 30-29.
Pada kuarter ketiga, keadaan berbalik lagi. Giliran Satya Wacana yang menguasai jalannya laga. Dua kali blok yang dilakukan Luthfianes Gunawan kepada Bima Rizky membuat mental tuan rumah seakan runtuh. Kejar mengejar angka terjadi, namun kali ini giliran Satya Wacana yang unggul satu bola, 56-54.
Dua tembakan tiga angka Yo Sua membuat Satya Wacana leading dua bola di awal kuarter empat ini. Harapan untuk memaksakan babak over time mulai muncul kala Bima Rizky mendapat hadiah free throw ketika ia memasukkan tembakan tiga angka. Namun sayang, free throw yag dieksekusinya gagal dan giliran free throw demi free throw Satya Wacana membuat mereka tak terkejar. Bimasakti pun dipaksa menyerah 73-80. (fjr/kny)
Permainan cepat langsung diterapkan Satya Wacana pada awal kuarter dan membuat Bimasaki keteteran. Pelatih Bimasakti, William McCammon pun langsung memasukkan kapten Deny Sartika yang baru pulih dari cedera. Namun jump shoot Deny di akhir kuarter tak mampu mengejar keunggulan Satya Wacana 18-11.
Berondongan three points Bimasakti di kuarter berikutnya mampu membuat mereka mengejar. Dua tembakan tiga angka Yanuar Dwi Priasmoro dan sekali dari Made Indra Novrihadi sempat membuat skor sama kuat 20-20 di pertengahan kuarter. Namun, Yanuar memimpin kebangkitan timnya dan membawa Bimasakti berbalik memimpin 30-29.
Pada kuarter ketiga, keadaan berbalik lagi. Giliran Satya Wacana yang menguasai jalannya laga. Dua kali blok yang dilakukan Luthfianes Gunawan kepada Bima Rizky membuat mental tuan rumah seakan runtuh. Kejar mengejar angka terjadi, namun kali ini giliran Satya Wacana yang unggul satu bola, 56-54.
Dua tembakan tiga angka Yo Sua membuat Satya Wacana leading dua bola di awal kuarter empat ini. Harapan untuk memaksakan babak over time mulai muncul kala Bima Rizky mendapat hadiah free throw ketika ia memasukkan tembakan tiga angka. Namun sayang, free throw yag dieksekusinya gagal dan giliran free throw demi free throw Satya Wacana membuat mereka tak terkejar. Bimasakti pun dipaksa menyerah 73-80. (fjr/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Saksikan NBA Playoffs 2024/2025: Game 5 - Timberwolves vs Lakers di Vidio
Basket 30 April 2025, 17:17
-
Link Nonton NBA Playoffs Game 2: Golden State Warriors vs Houston Rockets di Vidio
Basket 23 April 2025, 17:30
LATEST UPDATE
-
Prancis Tinggalkan Banyak Catatan Positif dari Piala Dunia 2026
Piala Dunia 22 Juli 2026, 18:03
-
Spanyol Punya Modal Besar Pertahankan Gelar Piala Dunia pada 2030
Piala Dunia 22 Juli 2026, 17:31
-
Piala Dunia 2026 Pecahkan Rekor! Ini Cara Seluruh 308 Gol Tercipta
Piala Dunia 22 Juli 2026, 16:47
-
Kalah 0-3, Bali United Dapat Ujian Berkualitas dari Timnas Indonesia
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:39
-
Tampil di Piala AFF 2026, Singapura Kehilangan Dua Pemain Andalan
Bola Indonesia 22 Juli 2026, 16:30
-
Alasan Manchester United Enggan Belanja Pemain Tembus 100 Juta Pounds
Liga Inggris 22 Juli 2026, 14:00
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55













