Eks Bintang NBA Puaskan Penggemar Basket Indonesia
Editor Bolanet | 28 Juni 2012 17:10
- Empat eks bintang NBA menghibur penggemar basket nasional dengan berkolaborasi bersama pemain dalam negeri di ajang Flexi NBL Indonesia feat. USA Pro Ball Alumni di Bandung kemarin (27/6).
PT DBL Indonesia selaku penyelenggara menghadirkan empat bintang NBA seperti Jason Williams, Vin Baker, Ricky Pierce, dan Duane Causwell yang berkolaborasi dengan dua tim NBL All-Star di C-Tra Arena.
Jason Williams yang dijuluki White Chocolate, adalah pebasket yang mempunyai gaya akrobatik dan pernah memikat dunia saat membela Sacramento Kings. Pria berusia 36 tahun tersebut pernah merasakan gelar juara bersama Miami Heat pada 2006 dan baru berhenti bermain dari NBA pada 2011 lalu.
Bintang besar lainnya yang bergabung adalah Vin Baker. Mantan pemain Seattle Supersonics itu pernah masuk ke dalam jajaran NBA All-Star empat kali berturut-turut dari 1995-1998. Center dengan tinggi 211 cm tersebut menjadi bagian dari tim nasional Amerika Serikat yang meraih medali emas di Olimpiade Sydney 2000.
Sedangkan Ricky Pierce masuk NBA All-Star pada 1991 saat membela Seattle Supersonics dan terpilih sebagai NBA Sixth Man of The Year.
Melengkapi barisan USA Pro Ball Alumni adalah center Duane Causwell, yang pernah berkiprah di NBA selama 12 tahun bersama Sacramento Kings dan Miami Heat.
Williams bersama Causwell bergabung dengan tim merah All-Star NBL yang diperkuat antara lain oleh Faisal Julius Achmad (Satria Muda), Dimaz Muharri (CLS Knights), Vamiga Michel (Satria Muda), dan Agustinus Indrajaya (CLS Knights), serta Wan Amran (Garuda Bandung) sebagai pelatih.
Sedangkan Pearce dan Baker berkolaborasi dengan tim biru yang diperkuat antara lain oleh Kelly Purwanto (Pelita Jaya), Andy 'Batam' Poedjakesuma (Pelita Jaya), Mario Gerungan (Aspac), dan Richardo Uneputty (Comfort Mobile BSC), serta sebagai pelatih adalah Rastafari Horongbala (Pelita Jaya).
Williams yang menjadi bintang pertandingan langsung membuat penonton di C-Tra Arena bersorak ketika melesakkan tembakan tiga angka di pada awal kuarter. Di kesempatan selanjutnya, elbow pass Williams diselesaikan dengan apik oleh Dimaz Muharri dengan sebuah lay-up.
Tim merah yang unggul di tiga kuarter pertama, harus kewalahan menembus benteng pertahanan tim biru yang dijaga oleh Baker di kuarter terakhir. Dalam 'perang bintang' selama empat puluh menit tersebut, tim biru akhirnya keluar menjadi juara dengan skor 67-63.
Senang sekali bisa bermain bersama alumni NBA apalagi bersama Jason Williams yang merupakan idola saya, kata Kelly Purwanto yang bermain untuk tim Biru. Dia mempunyai umpan dan kemampuan dribble yang sangat bagus.
Sementara itu, pebasket CLS Knights Dimaz Muharri yang tampil cukup kompak dengan Williams mengaku kagum dengan performa para alumni NBA yang masih tangguh walaupun sudah pensiun dari dunia bola basket profesional.
Kita harus memperhatikan gerakan Jason Williams. Walaupun dia sedang tidak melihat kita, dia tetap bisa memberi umpan yang bagus dan tidak bisa diprediksi, kata Dimaz. Ketika mendapat elbow pass, saya juga tidak mau kalah dan berusaha menyelesaikan umpan tersebut dengan gaya.
Baker pun mengaku senang bisa berlaga dengan para bintang bola basket Indonesia tersebut. Permainan yang sangat menyenangkan, para fans dan para pemain di sini sangat hebat. Saya ingin bisa bermain lagi di sini di kesempatan mendatang, kata Baker.
Percayalah kalian bisa bermain di NBA. Kuncinya adalah latihan yang keras dan rutin. Maka kalian akan mendapatkan kesempatan itu, lanjut Baker.
Sependapat dengan Baker, Williams juga mengaku ingin tampil kembali di Indonesia. Tetaplah berlatih keras. Saya akan senang bisa kembali lagi ke sini.
Flexi National Basketball League (NBL) Indonesia All-Star 2012 feat. USA Pro Ball Alumni akan mengunjungi Surabaya dan digelar di DBL Arena, Sabtu (30/6) mendatang. (ant/kny)
PT DBL Indonesia selaku penyelenggara menghadirkan empat bintang NBA seperti Jason Williams, Vin Baker, Ricky Pierce, dan Duane Causwell yang berkolaborasi dengan dua tim NBL All-Star di C-Tra Arena.
Jason Williams yang dijuluki White Chocolate, adalah pebasket yang mempunyai gaya akrobatik dan pernah memikat dunia saat membela Sacramento Kings. Pria berusia 36 tahun tersebut pernah merasakan gelar juara bersama Miami Heat pada 2006 dan baru berhenti bermain dari NBA pada 2011 lalu.
Bintang besar lainnya yang bergabung adalah Vin Baker. Mantan pemain Seattle Supersonics itu pernah masuk ke dalam jajaran NBA All-Star empat kali berturut-turut dari 1995-1998. Center dengan tinggi 211 cm tersebut menjadi bagian dari tim nasional Amerika Serikat yang meraih medali emas di Olimpiade Sydney 2000.
Sedangkan Ricky Pierce masuk NBA All-Star pada 1991 saat membela Seattle Supersonics dan terpilih sebagai NBA Sixth Man of The Year.
Melengkapi barisan USA Pro Ball Alumni adalah center Duane Causwell, yang pernah berkiprah di NBA selama 12 tahun bersama Sacramento Kings dan Miami Heat.
Williams bersama Causwell bergabung dengan tim merah All-Star NBL yang diperkuat antara lain oleh Faisal Julius Achmad (Satria Muda), Dimaz Muharri (CLS Knights), Vamiga Michel (Satria Muda), dan Agustinus Indrajaya (CLS Knights), serta Wan Amran (Garuda Bandung) sebagai pelatih.
Sedangkan Pearce dan Baker berkolaborasi dengan tim biru yang diperkuat antara lain oleh Kelly Purwanto (Pelita Jaya), Andy 'Batam' Poedjakesuma (Pelita Jaya), Mario Gerungan (Aspac), dan Richardo Uneputty (Comfort Mobile BSC), serta sebagai pelatih adalah Rastafari Horongbala (Pelita Jaya).
Williams yang menjadi bintang pertandingan langsung membuat penonton di C-Tra Arena bersorak ketika melesakkan tembakan tiga angka di pada awal kuarter. Di kesempatan selanjutnya, elbow pass Williams diselesaikan dengan apik oleh Dimaz Muharri dengan sebuah lay-up.
Tim merah yang unggul di tiga kuarter pertama, harus kewalahan menembus benteng pertahanan tim biru yang dijaga oleh Baker di kuarter terakhir. Dalam 'perang bintang' selama empat puluh menit tersebut, tim biru akhirnya keluar menjadi juara dengan skor 67-63.
Senang sekali bisa bermain bersama alumni NBA apalagi bersama Jason Williams yang merupakan idola saya, kata Kelly Purwanto yang bermain untuk tim Biru. Dia mempunyai umpan dan kemampuan dribble yang sangat bagus.
Sementara itu, pebasket CLS Knights Dimaz Muharri yang tampil cukup kompak dengan Williams mengaku kagum dengan performa para alumni NBA yang masih tangguh walaupun sudah pensiun dari dunia bola basket profesional.
Kita harus memperhatikan gerakan Jason Williams. Walaupun dia sedang tidak melihat kita, dia tetap bisa memberi umpan yang bagus dan tidak bisa diprediksi, kata Dimaz. Ketika mendapat elbow pass, saya juga tidak mau kalah dan berusaha menyelesaikan umpan tersebut dengan gaya.
Baker pun mengaku senang bisa berlaga dengan para bintang bola basket Indonesia tersebut. Permainan yang sangat menyenangkan, para fans dan para pemain di sini sangat hebat. Saya ingin bisa bermain lagi di sini di kesempatan mendatang, kata Baker.
Percayalah kalian bisa bermain di NBA. Kuncinya adalah latihan yang keras dan rutin. Maka kalian akan mendapatkan kesempatan itu, lanjut Baker.
Sependapat dengan Baker, Williams juga mengaku ingin tampil kembali di Indonesia. Tetaplah berlatih keras. Saya akan senang bisa kembali lagi ke sini.
Flexi National Basketball League (NBL) Indonesia All-Star 2012 feat. USA Pro Ball Alumni akan mengunjungi Surabaya dan digelar di DBL Arena, Sabtu (30/6) mendatang. (ant/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Perbandingan Prestasi Stephen Curry dengan Point Guard Legendaris: Keunikan dan Kelebihannya
Basket 28 Februari 2025, 14:30
-
Persentase Tembakan Tiga Angka Steph Curry: Angka Menakjubkan dalam Kariernya
Basket 28 Februari 2025, 14:15
-
NBA All-Star 2025: Tim Shaq Juara, Stephen Curry Rebut MVP
Basket 17 Februari 2025, 14:32
-
Jadwal Live Streaming NBA All Star 2025 di Vidio
Basket 14 Februari 2025, 23:47
-
Jazz vs Clippers: Dramatis, Clippers Menang 120-116
Basket 14 Februari 2025, 14:30
LATEST UPDATE
-
Lagi, Jose Mourinho Pasang Badan untuk Vinicius Junior
Liga Spanyol 16 September 2026, 19:20
-
Kyohei Yoshino, Senjata Serbabisa Persija Jakarta
Bola Indonesia 16 September 2026, 19:19
-
Hasil FC Seoul vs Persib: Start Mulus Maung Bandung di Asia!
Bola Indonesia 16 September 2026, 18:55
-
Michael Carrick Konfirmasi Kapan Carlos Baleba Debut di MU
Liga Inggris 16 September 2026, 18:40
-
Setelah 12 Tahun Bersama, MU Bakal Berpisah dengan Luke Shaw?
Liga Inggris 16 September 2026, 18:20
-
Jose Mourinho Acungi Start Pertama Yan Diomande di Real Madrid
Liga Spanyol 16 September 2026, 17:56
-
Hasil BRI Super League: Kalah Lawan Dewa United, Borneo FC Terpuruk di Kandang
Bola Indonesia 16 September 2026, 17:34
-
Puja-puji Mikel Arteta untuk Bocah Ajaib Arsenal, Max Dowman
Liga Inggris 16 September 2026, 17:34
-
Arti Penting Carabao Cup untuk Michael Carrick dan Manchester United
Liga Inggris 16 September 2026, 17:25
-
Link Streaming Seoul FC vs Persib Bandung di ACL 2, 16 September 2026
Bola Indonesia 16 September 2026, 16:14
-
Taisei Marukawa Jalani Proses Naturalisasi WNI, Didorong untuk Bela Timnas Indonesia
Bola Indonesia 16 September 2026, 15:56
-
Ivan Mamut ke Persija Diklaim Sebagai Transfer Termahal dalam Sejarah Liga Indonesia
Bola Indonesia 16 September 2026, 15:51
-
Jay Idzes Cedera, Timnas Indonesia Terancam Tanpa Sang Kapten di FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 16 September 2026, 15:43
-
Streaming Asian Games 2026 Sepak Bola Putra: Kuda Hitam yang Bisa Mengejutkan di Vidio
Lain Lain 16 September 2026, 15:00
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33

