Kekuatan Tak Berimbang, Aspac Bekuk Bimasakti
Editor Bolanet | 2 April 2013 20:22
- Bimasakti Nikko Steel Malang masih kesulitan untuk meraih kemenangan. Menghadapi Dell Aspac Jakarta dalam lanjutan Speedy NBL Indonesia 2012-2013 Seri V Bali di GOR Purna Krida Kerobokan Badung, Selasa (2/4), kekuatan dan kemampuan mereka tidak berimbang. Aspac lebih padu dan percaya diri. Sementara Bimasakti kerap ragu dan tidak akurat. Aspac menutup laga dengan kemenangan telak 83-56. Kekalahan ini menjadi tambahan beban bagi Bimasakti yang tengah mencari posisi aman untuk melaju ke babak Championship Series.
Saat Bimasakti memberi perlawanan ketat di kuarter pertama, Aspac malah seperti masih dalam kondisi yang biasa saja. Ketika Aspac akhirnya mulai beringas, kekuatan Bimasakti di kuarter pertama tidak terlalu maksimal di kuarter kedua. Aspac menjauh 37-24 di kuarter kedua setelah sebelumnya hanya unggul 23-20 di kuarter pertama.
Andakara Prastawa yang biasanya sangat tajam dari jarak-jarak jauh, kali ini tidak terlalu akurat. Namun kebuntuan Prastawa tertutupi oleh Xaverius Prawiro dan Handri Santosa. Dari dalam, Aspac menguasai area dengan menempatkan Fandi Andika Ramadhani dan Pringgo Regowo. Aspac semakin tidak terbendung dan menutup laga 64-40 di akhir kuarter ketiga.
Bimasakti bangkit untuk mencari peluang-peluang terakhir. Untung Maryono yang berani bermain lebih dekat ke arah ring berhasil menambah enam angka. Bimasakti juga lebih cepat dalam mengeksekusi tembakan-tembakan menengah. Sayang, peningkatan ini tetap tidak mampu menghentikan konsistensi Aspac yang tetap unggul walau tipis 19-16.
Dengan total 16 poin, Xaverius Prawiro mengumpulkan angka terbanyak bagi Aspac. Ramadhani juga cemerlang dengan koleksi 14 poin. Pemain andalan Bimasakti, Yanuar Dwi Priasmoro yang hanya melepaskan 10 tembakan, berhasil memasukkan enam di antaranya. Yanuar mencetak total 14 poin, terbanyak di antara para pemain Bimasakti lainnya.
”Pada kuarter awal kami bermain sangat mengecewakan. Sulit untuk bangkit mengejar ketertinggalan, mengingat lawan yang kami hadapi tim sekelas Aspac,” ungkap William Fraizer Mc Cammon, head coach Bimasakti berkebangsaan Amerika Serikat. (nbl/kny)
Saat Bimasakti memberi perlawanan ketat di kuarter pertama, Aspac malah seperti masih dalam kondisi yang biasa saja. Ketika Aspac akhirnya mulai beringas, kekuatan Bimasakti di kuarter pertama tidak terlalu maksimal di kuarter kedua. Aspac menjauh 37-24 di kuarter kedua setelah sebelumnya hanya unggul 23-20 di kuarter pertama.
Andakara Prastawa yang biasanya sangat tajam dari jarak-jarak jauh, kali ini tidak terlalu akurat. Namun kebuntuan Prastawa tertutupi oleh Xaverius Prawiro dan Handri Santosa. Dari dalam, Aspac menguasai area dengan menempatkan Fandi Andika Ramadhani dan Pringgo Regowo. Aspac semakin tidak terbendung dan menutup laga 64-40 di akhir kuarter ketiga.
Bimasakti bangkit untuk mencari peluang-peluang terakhir. Untung Maryono yang berani bermain lebih dekat ke arah ring berhasil menambah enam angka. Bimasakti juga lebih cepat dalam mengeksekusi tembakan-tembakan menengah. Sayang, peningkatan ini tetap tidak mampu menghentikan konsistensi Aspac yang tetap unggul walau tipis 19-16.
Dengan total 16 poin, Xaverius Prawiro mengumpulkan angka terbanyak bagi Aspac. Ramadhani juga cemerlang dengan koleksi 14 poin. Pemain andalan Bimasakti, Yanuar Dwi Priasmoro yang hanya melepaskan 10 tembakan, berhasil memasukkan enam di antaranya. Yanuar mencetak total 14 poin, terbanyak di antara para pemain Bimasakti lainnya.
”Pada kuarter awal kami bermain sangat mengecewakan. Sulit untuk bangkit mengejar ketertinggalan, mengingat lawan yang kami hadapi tim sekelas Aspac,” ungkap William Fraizer Mc Cammon, head coach Bimasakti berkebangsaan Amerika Serikat. (nbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nonton Live Streaming Game 3 Thunder vs Pacers NBA Finals 2025 di Vidio
Basket 10 Juni 2025, 12:28
-
Saksikan NBA Playoffs 2024/2025: Game 5 - Timberwolves vs Lakers di Vidio
Basket 30 April 2025, 17:17
LATEST UPDATE
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:02
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
-
Terungkap, Roy Keane Nyaris jadi Staff Pelatih Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:17
-
Update Nasib Piala Asia 2027, Erick Thohir Ungkap Jadwal Rapat Exco AFC
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:12
-
Terus Cadangkan Estevao, Ini Penjelasan Xabi Alonso
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 16:15
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






