Menang 55-51, Merah Putih Kandaskan Juara Bertahan
Editor Bolanet | 15 Maret 2013 18:15
- Medco Merah Putih Predators Jakarta menegaskan diri sebagai tim debutan yang serius mengejar tempat di Championship Series Speedy WNBL Indonesia. Itu terlihat setelah mereka berhasil mengandaskan sang juara bertahan Surabaya Emdee Fever. Banyaknya turnover Fever semakin membenamkan mereka. Merah Putih menang dramatis 55-51.
Fever telah mulai mengoleksi turnover sejak kuarter pertama. Meskipun belum mampu memanfaatkan turnover Fever, Merah Putih mendapatkan manfaat dari buyarnya strategi-strategi Fever yang berpotensi menambah angka. Sumber poin terbesar Fever datang dari Gabriel Sophia yang masih sulit untuk dihentikan ketika bermain di bawah ring. Dengan total 11 poin, Gabriel membawa Fever unggul sementara 14-12 di kuarter pertama.
Sementara Fever masih mengandalkan Gabriel sebagai eksekutor akhir, Merah Putih mulai menyebarkan sumber titik-titik tembaknya. Esther Marsha menambah enam poin di kuarter kedua untuk membawa Merah Putih mengimbangi gempuran Fever. Kedua tim bermain sama kuat di kuarter kedua dengan mencetak masing-masing 15 poin.
Pertahanan ketat Merah Putih mulai berbicara banyak di kuarter ketiga. Kondisi ini mempersulit para pemain Fever untuk melepaskan umpan yang akurat. Hingga akhir kuarter ketiga, Merah Putih berhasil mendulang 15 poin dari total 18 turnover Fever.
Merah Putih sebenarnya memiliki kesempatan untuk membungkus kemenangan sejak lima menit menjelang laga berakhir. Serangan-serangan Fever tidak lagi tajam. Akurasi Gabriel dan kawan-kawan menurun drastis. Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Merah Putih melakukan tujuh turnover yang seharusnya berpotensi menjadi poin-poin mudah.
Unggul 53-51 menjelang berakhirnya laga, Merah Putih berhasil menambah dua poin lagi melalui offensive rebound Tesa Mandella yang langsung diteruskan dengan tembakan. Tesa mencetak empat poin secara keseluruhan.
Poin terbanyak Merah Putih datang dari Esther dengan total 13 poin. Disusul Windi Hastari yang meraih dobel-dobel, 12 poin dan 12 rebound. Pada kubu Fever, Gabriel luar biasa dengan 22 poin dan 21 rebound.
Kemenangan yang sangat memuaskan Merah Putih. Jajaran manajemen tim Merah Putih terlihat sangat gembira usai laga. Sepertinya masa adaptasi Merah Putih sudah cukup. Main lawan Fever instruksinya cuma satu, matikan Marlina. Kalau itu dilakukan, Fever sulit berkembang. Kami merasa sekarang udah dapat atmosfer WNBL, ungkap Jacky I. Hatta, head coach Merah Putih usai laga.
Sementara itu, evaluasi besar patut dilakukan Surabaya Fever. Sepanjang pertandingan, total 26 turnover dilakukan. Kami main buruk hari ini. Kurang sabar. Offense sebenarnya cukup bagus. Tapi defense kami jelek sekali, sesal Mari Visrael Ramos Valencia, sang pelatih Fever. (wnbl/kny)
Fever telah mulai mengoleksi turnover sejak kuarter pertama. Meskipun belum mampu memanfaatkan turnover Fever, Merah Putih mendapatkan manfaat dari buyarnya strategi-strategi Fever yang berpotensi menambah angka. Sumber poin terbesar Fever datang dari Gabriel Sophia yang masih sulit untuk dihentikan ketika bermain di bawah ring. Dengan total 11 poin, Gabriel membawa Fever unggul sementara 14-12 di kuarter pertama.
Sementara Fever masih mengandalkan Gabriel sebagai eksekutor akhir, Merah Putih mulai menyebarkan sumber titik-titik tembaknya. Esther Marsha menambah enam poin di kuarter kedua untuk membawa Merah Putih mengimbangi gempuran Fever. Kedua tim bermain sama kuat di kuarter kedua dengan mencetak masing-masing 15 poin.
Pertahanan ketat Merah Putih mulai berbicara banyak di kuarter ketiga. Kondisi ini mempersulit para pemain Fever untuk melepaskan umpan yang akurat. Hingga akhir kuarter ketiga, Merah Putih berhasil mendulang 15 poin dari total 18 turnover Fever.
Merah Putih sebenarnya memiliki kesempatan untuk membungkus kemenangan sejak lima menit menjelang laga berakhir. Serangan-serangan Fever tidak lagi tajam. Akurasi Gabriel dan kawan-kawan menurun drastis. Namun yang terjadi adalah sebaliknya. Merah Putih melakukan tujuh turnover yang seharusnya berpotensi menjadi poin-poin mudah.
Unggul 53-51 menjelang berakhirnya laga, Merah Putih berhasil menambah dua poin lagi melalui offensive rebound Tesa Mandella yang langsung diteruskan dengan tembakan. Tesa mencetak empat poin secara keseluruhan.
Poin terbanyak Merah Putih datang dari Esther dengan total 13 poin. Disusul Windi Hastari yang meraih dobel-dobel, 12 poin dan 12 rebound. Pada kubu Fever, Gabriel luar biasa dengan 22 poin dan 21 rebound.
Kemenangan yang sangat memuaskan Merah Putih. Jajaran manajemen tim Merah Putih terlihat sangat gembira usai laga. Sepertinya masa adaptasi Merah Putih sudah cukup. Main lawan Fever instruksinya cuma satu, matikan Marlina. Kalau itu dilakukan, Fever sulit berkembang. Kami merasa sekarang udah dapat atmosfer WNBL, ungkap Jacky I. Hatta, head coach Merah Putih usai laga.
Sementara itu, evaluasi besar patut dilakukan Surabaya Fever. Sepanjang pertandingan, total 26 turnover dilakukan. Kami main buruk hari ini. Kurang sabar. Offense sebenarnya cukup bagus. Tapi defense kami jelek sekali, sesal Mari Visrael Ramos Valencia, sang pelatih Fever. (wnbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Saksikan NBA Playoffs 2024/2025: Game 5 - Timberwolves vs Lakers di Vidio
Basket 30 April 2025, 17:17
-
Link Nonton NBA Playoffs Game 2: Golden State Warriors vs Houston Rockets di Vidio
Basket 23 April 2025, 17:30
LATEST UPDATE
-
Manchester United Kejar Tonali, Newcastle Minta 115 Juta Euro
Liga Inggris 7 Juni 2026, 00:40
-
MU Sudah Kelarkan Transfer Ederson, Tapi Belum Bisa Disahkan?
Liga Inggris 6 Juni 2026, 23:40
-
10 Momen Tak Terlupakan yang Membentuk Sejarah Piala Dunia
Piala Dunia 6 Juni 2026, 23:03
-
Nasib Unik Matthijs de Ligt, Selalu Berganti Pelatih Setiap Musim
Liga Inggris 6 Juni 2026, 22:40
-
Hasil Lengkap Pertandingan AVC Women's Volleyball Cup 2026
Voli 6 Juni 2026, 22:04
LATEST EDITORIAL
-
Arsenal Cari Winger Kiri Baru, Ini 5 Kandidatnya
Editorial 4 Juni 2026, 13:59
-
4 Striker Incaran Barcelona untuk Era Baru Hansi Flick
Editorial 3 Juni 2026, 16:19
-
3 Pemain Bournemouth yang Bisa Dibawa Andoni Iraola ke Liverpool
Editorial 3 Juni 2026, 16:05
-
6 Transfer yang Bisa Membawa Manchester United Juara Liga Champions
Editorial 3 Juni 2026, 15:47












