Mesin Poin Pelita Jaya Bombardir Pacific Caesar
Editor Bolanet | 26 November 2012 21:55
- Mesin poin Pelita Jaya (PJ) Esia Jakarta terus memakan korban. Kali ini, Pacific Cesar Surabaya yang harus mengakui keperkasaan Kelly Purwanto dkk. Pelita Jaya menang telak 79-35 dalam lanjutan Speedy NBL Indonesia 2012-2013 seri I Bandung yang dilangsungkan di GOR C-Tra Arena, Senin (26/11).
Empat pemain Pelita Jaya mencetak double digit atau digit ganda pada laga ini. Keempat pemain itu adalah Kelly Purwanto (14 poin), Andy ‘Batam’ Poedjakesuma (12 poin), Daniel Wenas (11 poin), dan Ponsianus Indrawan (10 poin).
Kelly yang turun sebagai starter bagi Pelita Jaya di kuarter pertama menjadi bencana bagi Pacific. Kelly melakukan empat steal cepat yang semuanya terkonversi dengan baik menjadi poin. Selain cepat mencuri, kecepatan Kelly juga mau tidak mau harus diikuti oleh rekan-rekannya yang langsung meluncur ke depan ketika Kelly melakukan drive coast to coast (ujung ke ujung). Kontribusi 12 poin dari Kelly di kuarter pertama membawa Pelita Jaya unggul 25-7 di akhir kuarter pertama. Field goals Kelly mencapai 67 persen.
Peran Kelly yang begitu dominan di kuarter pertama sedikit diredam oleh head coach Pelita Jaya, Nathaniel Canson. Pria yang akrab disapa Coach Nath itu sengaja memarkir Kelly sepanjang kuarter kedua. Tugasnya diambil alih Vavories Palopo yang juga menunjukan kinerja luar biasa. Setiap tembakan Popo menghasilkan angka. Popo memasukan 100 persen usaha tembakannya dan mengemas enam angka. Pelita semakin jauh di depan di akhir kuarter kedua dengan skor 39-16.
Pada kuarter ketiga, Andy 'Batam' menjadi pemain lain yang membuat Pacific semakin frustasi. Meskipun gagal memasukan dua usaha tembakan tiga angka, Batam sukses menambah delapan angka dari drive dan tembakan medium. Pelita Jaya semakin sulit terkejar.
Sebaliknya, para pemain Pacific tak kunjung menemukan momentum untuk bangkit. Gege Nagata tampil sebagai pendulang angka tertinggi bagi Pacific dengan kontribusi 9 poin saja.
”Anak-anak terlalu takut dengan nama besar pemain lawan (Pelita Jaya). Akibatnya, mereka jadi grogi dan bermain seperti anak yang baru belajar basket,” ketus Eddy Santoso, pelatih Pacific Caesar Surabaya. (nbl/kny)
Empat pemain Pelita Jaya mencetak double digit atau digit ganda pada laga ini. Keempat pemain itu adalah Kelly Purwanto (14 poin), Andy ‘Batam’ Poedjakesuma (12 poin), Daniel Wenas (11 poin), dan Ponsianus Indrawan (10 poin).
Kelly yang turun sebagai starter bagi Pelita Jaya di kuarter pertama menjadi bencana bagi Pacific. Kelly melakukan empat steal cepat yang semuanya terkonversi dengan baik menjadi poin. Selain cepat mencuri, kecepatan Kelly juga mau tidak mau harus diikuti oleh rekan-rekannya yang langsung meluncur ke depan ketika Kelly melakukan drive coast to coast (ujung ke ujung). Kontribusi 12 poin dari Kelly di kuarter pertama membawa Pelita Jaya unggul 25-7 di akhir kuarter pertama. Field goals Kelly mencapai 67 persen.
Peran Kelly yang begitu dominan di kuarter pertama sedikit diredam oleh head coach Pelita Jaya, Nathaniel Canson. Pria yang akrab disapa Coach Nath itu sengaja memarkir Kelly sepanjang kuarter kedua. Tugasnya diambil alih Vavories Palopo yang juga menunjukan kinerja luar biasa. Setiap tembakan Popo menghasilkan angka. Popo memasukan 100 persen usaha tembakannya dan mengemas enam angka. Pelita semakin jauh di depan di akhir kuarter kedua dengan skor 39-16.
Pada kuarter ketiga, Andy 'Batam' menjadi pemain lain yang membuat Pacific semakin frustasi. Meskipun gagal memasukan dua usaha tembakan tiga angka, Batam sukses menambah delapan angka dari drive dan tembakan medium. Pelita Jaya semakin sulit terkejar.
Sebaliknya, para pemain Pacific tak kunjung menemukan momentum untuk bangkit. Gege Nagata tampil sebagai pendulang angka tertinggi bagi Pacific dengan kontribusi 9 poin saja.
”Anak-anak terlalu takut dengan nama besar pemain lawan (Pelita Jaya). Akibatnya, mereka jadi grogi dan bermain seperti anak yang baru belajar basket,” ketus Eddy Santoso, pelatih Pacific Caesar Surabaya. (nbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nonton Live Streaming Game 3 Thunder vs Pacers NBA Finals 2025 di Vidio
Basket 10 Juni 2025, 12:28
-
Saksikan NBA Playoffs 2024/2025: Game 5 - Timberwolves vs Lakers di Vidio
Basket 30 April 2025, 17:17
LATEST UPDATE
-
Dianggurin Chelsea, PSG Siap Tampung Estevao
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:20
-
Reaksi Juventus Usai Kalah dari Genoa: Gelar 'Retreat' Selama 2 Hari!
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:15
-
Roy Keane Senang Michael Carrick Tidak Jadi Dipecat, Tapi....
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:07
-
Setelah Chelsea, Liverpool Bidik Arsenal Sebagai Korban Berikutnya!
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 20:58
-
Prediksi BRI Super League: Persebaya vs Persijap 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:06
-
Prediksi BRI Super League: Java United vs Bhayangkara FC 30 Oktober 2026
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 20:02
-
Bruno Fernandes On Fire, Siap Bawa MU Menang di Kandang Chelsea
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 18:00
-
Jorge Martin Nekat Balapan di MotoGP Malaysia 2026 dengan Kondisi Patah Tulang
Otomotif 29 Oktober 2026, 17:51
-
Sir Jim Ratcliffe Pantau Langsung Laga Chelsea vs MU, Tekanan untuk Michael Carrick?
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 17:34
-
Tangan Dingin Carlos Pena Bikin Persita Tangerang Sulit Ditaklukkan
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:34
-
Jadwal Pekan ke-8 BRI Super League 2026/2027, Live di Indosiar dan Vidio!
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:30
-
3 Pemain Muda Borneo FC yang Mencuri Perhatian di BRI Super League 2026/2027
Bola Indonesia 29 Oktober 2026, 17:27
-
Rafael Struick Tegaskan Siap Kembali Perkuat Timnas Indonesia
Tim Nasional 29 Oktober 2026, 17:20
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18





