Potensi Besar, Timnas Muda Butuh Banyak Jam Terbang
Editor Bolanet | 28 Agustus 2012 17:00
- Manajer Timnas Muda bola basket, Danny Kosasih mengatakan bahwa finis di peringkat 11 pada 22nd FIBA Asia U-18 Championship di Ulan Bator, Mongolia pekan lalu menunjukkan Timnas Muda masih membutuhkan jam terbang lebih.
Kekurangan jam terbang merupakan satu-satunya kelemahan tim pada laga kejuaraan 22nd FIBA Asia U-18 Championship tersebut, demikian jelas Danny.
Saya melihat mereka memiliki potensi yang menjanjikan. Mereka memenangi beberapa pertandingan, tetapi kekalahan yang mereka terima pun selisih angkanya tidak lebar. Saya rasa apa yang mereka butuhkan adalah jam terbang dengan memaksimalkan jumlah pertandingan mereka, katanya.
Pada laga pertama melawan China Taipei, Timnas Muda dikalahkan 99-44. Di laga berikutnya, Jan Misael Panagan dan kawan-kawan berhasil membendung Bahrain dengan memetik kemenangan 72-67. Namun selanjutnya Timnas Muda kembali kalah. Di tangan tuan rumah Mongolia, mereka tunduk 67-73. Kendati demikian, punggawa muda Indonesia tetap lolos ke ronde kedua.
Secara postur, Indonesia masih kalah oleh Iran. Alhasil, terpaksa harus bertekuk lutut dengan kekalahan 26-97. Kemudian, di tangan Arab Saudi, Timnas Muda kembali menelan kekalahan dengan skor 67-73. Dengan kekalahan tersebut, mereka dipastikan tidak lolos ke putaran final.
Kendati demikian, tim Merah Putih masih menjalani satu laga terakhir. Melawan Bahrain, Timnas Muda kembali memetik kemenangan dengan skor 67-64.
Maka dari itu, evaluasi yang saya nilai perlu adalah liga di usia U-18 tersebut. Saat ini di Indonesia tidak ada liganya. Tetapi, kami akan menyertakan mereka kejuaraan di luar negeri pada Januari 2013 di Hongkong. Untuk memantapkan mereka, anak-anak akan diuji tanding dengan tim NBL yang kami rasa memiliki level sesuai sebagai lawan latih tanding, tegasnya. Danny yang menambahkan bahwa Timnas Muda merupakan proyeksi untuk SEA Games 2015.
Ia yakin timnya mampu menjadi juara dalam dua atau tiga tahun mendatang. Dengan catatan, pembinaan terhadap mereka harus dilakukan dengan konsistensi yang tinggi. Selain itu, para atlet juga harus mau mengabdi 100 persen, tandasnya. (ant/kny)
Kekurangan jam terbang merupakan satu-satunya kelemahan tim pada laga kejuaraan 22nd FIBA Asia U-18 Championship tersebut, demikian jelas Danny.
Saya melihat mereka memiliki potensi yang menjanjikan. Mereka memenangi beberapa pertandingan, tetapi kekalahan yang mereka terima pun selisih angkanya tidak lebar. Saya rasa apa yang mereka butuhkan adalah jam terbang dengan memaksimalkan jumlah pertandingan mereka, katanya.
Pada laga pertama melawan China Taipei, Timnas Muda dikalahkan 99-44. Di laga berikutnya, Jan Misael Panagan dan kawan-kawan berhasil membendung Bahrain dengan memetik kemenangan 72-67. Namun selanjutnya Timnas Muda kembali kalah. Di tangan tuan rumah Mongolia, mereka tunduk 67-73. Kendati demikian, punggawa muda Indonesia tetap lolos ke ronde kedua.
Secara postur, Indonesia masih kalah oleh Iran. Alhasil, terpaksa harus bertekuk lutut dengan kekalahan 26-97. Kemudian, di tangan Arab Saudi, Timnas Muda kembali menelan kekalahan dengan skor 67-73. Dengan kekalahan tersebut, mereka dipastikan tidak lolos ke putaran final.
Kendati demikian, tim Merah Putih masih menjalani satu laga terakhir. Melawan Bahrain, Timnas Muda kembali memetik kemenangan dengan skor 67-64.
Maka dari itu, evaluasi yang saya nilai perlu adalah liga di usia U-18 tersebut. Saat ini di Indonesia tidak ada liganya. Tetapi, kami akan menyertakan mereka kejuaraan di luar negeri pada Januari 2013 di Hongkong. Untuk memantapkan mereka, anak-anak akan diuji tanding dengan tim NBL yang kami rasa memiliki level sesuai sebagai lawan latih tanding, tegasnya. Danny yang menambahkan bahwa Timnas Muda merupakan proyeksi untuk SEA Games 2015.
Ia yakin timnya mampu menjadi juara dalam dua atau tiga tahun mendatang. Dengan catatan, pembinaan terhadap mereka harus dilakukan dengan konsistensi yang tinggi. Selain itu, para atlet juga harus mau mengabdi 100 persen, tandasnya. (ant/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nonton Live Streaming Game 3 Thunder vs Pacers NBA Finals 2025 di Vidio
Basket 10 Juni 2025, 12:28
-
Saksikan NBA Playoffs 2024/2025: Game 5 - Timberwolves vs Lakers di Vidio
Basket 30 April 2025, 17:17
LATEST UPDATE
-
Hasil Venezia vs Inter: Dua Gol Bunuh Diri Bawa Nerazzurri ke Puncak Serie A
Liga Italia 29 Oktober 2026, 04:03
-
Tempat Menonton Liverpool vs Chelsea di Carabao Cup, 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:59
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
-
Saingi MU, Chelsea Juga Kejar Bek TImnas Inggris Ini
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 21:55
-
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:44
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
Liga Italia 28 Oktober 2026, 21:08
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






