Tampil Tanpa Pelatih, Pacific Gagal Hentikan Garuda
Editor Bolanet | 2 April 2013 21:04
- Tanpa head coach Eddy Santoso yang kabarnya tengah sakit, Pacific Caesar Surabaya tak kuasa menghentikan kencangnya laju Garuda Kukar Bandung. Saking kencangnya, Garuda untuk kali pertama meraih angka lebih dari 100 poin selama berlaga di NBL Indonesia. Garuda menekuk Pacific 101-74, dalam lanjutan Speedy NBL Indonesia 2012-2013 Seri V Bali di GOR Purna Krida Kerobokan, Badung, Selasa (2/4).
Pacific sempat memberikan perlawanan meyakinkan di kuarter pertama. Mengandalkan tembakan-tembakan dari Eko Sasmito, pergerakan Airlangga Sabara dan Hery Listiyono, Pacific unggul 21-18 di kuarter ini. Akurasi Pacific bahkan mencapai angka 53 persen.
Tak ingin mendapat pukulan lebih banyak, Garuda meningkatkan akselerasi di kuarter kedua. Hendru Ramli, Diftha Pratama, dan Wendha Wijaya membawa timnya bermain dalam tempo cepat. Tak hanya cepat, permainan Garuda juga terlihat dalam kendali yang baik. Akurasi terjaga bahkan meningkat. Meskipun Pacific mampu bermain stabil dengan tetap memasukkan 21 angka, Garuda lebih kencang dengan tambahan 32 angka.
Pada kuarter ketiga, Garuda kembali membukukan 32 angka. Hendru seperti kehilangan rem atas permainan cepatnya. Kecepatan ini membuat koordinasi pertahanan Pacific buyar. Konsentrasi pemain yang harus dihentikan terpecah antara Hendru dan Chandistira Pranatyo di luar atau Vinton Nolland yang terkadang merangsek ke dalam.
Pacific tetap mencoba bermain cepat. Namun hal ini tidak diiringi dengan penguasaan bola yang baik. Pacific melakukan sembilan turnover di kuarter terakhir, dan Garuda mengambil untung tujuh poin dari kesalahan-kesalahan tersebut.
Hendru Ramli dengan 21 poin menjadi yang terproduktif dalam hal mencetak angka. Namun penampilan yang tidak kalah gemilang ditunjukkan oleh Wendha Wijaya yang memberi kontribusi 13 assist. Jumlah assist terbanyak dalam satu pertandingan NBL Indonesia sejauh ini. Rekor sebelumnya dipegang Denny Sartika (Bimasakti Nikko Steel Malang) yang mencetak 12 assist saat menghadapi NSH GMC Riau, 5 April 2012.
”Kemenangan telak ini sangat berarti bagi kami, setelah menelan dua kekalahan sebelumnya. Saya berharap mental dan moral rekan-rekan dapat terangkat menghadapi laga selanjutnya,” ujar Hendru Ramli. (nbl/kny)
Pacific sempat memberikan perlawanan meyakinkan di kuarter pertama. Mengandalkan tembakan-tembakan dari Eko Sasmito, pergerakan Airlangga Sabara dan Hery Listiyono, Pacific unggul 21-18 di kuarter ini. Akurasi Pacific bahkan mencapai angka 53 persen.
Tak ingin mendapat pukulan lebih banyak, Garuda meningkatkan akselerasi di kuarter kedua. Hendru Ramli, Diftha Pratama, dan Wendha Wijaya membawa timnya bermain dalam tempo cepat. Tak hanya cepat, permainan Garuda juga terlihat dalam kendali yang baik. Akurasi terjaga bahkan meningkat. Meskipun Pacific mampu bermain stabil dengan tetap memasukkan 21 angka, Garuda lebih kencang dengan tambahan 32 angka.
Pada kuarter ketiga, Garuda kembali membukukan 32 angka. Hendru seperti kehilangan rem atas permainan cepatnya. Kecepatan ini membuat koordinasi pertahanan Pacific buyar. Konsentrasi pemain yang harus dihentikan terpecah antara Hendru dan Chandistira Pranatyo di luar atau Vinton Nolland yang terkadang merangsek ke dalam.
Pacific tetap mencoba bermain cepat. Namun hal ini tidak diiringi dengan penguasaan bola yang baik. Pacific melakukan sembilan turnover di kuarter terakhir, dan Garuda mengambil untung tujuh poin dari kesalahan-kesalahan tersebut.
Hendru Ramli dengan 21 poin menjadi yang terproduktif dalam hal mencetak angka. Namun penampilan yang tidak kalah gemilang ditunjukkan oleh Wendha Wijaya yang memberi kontribusi 13 assist. Jumlah assist terbanyak dalam satu pertandingan NBL Indonesia sejauh ini. Rekor sebelumnya dipegang Denny Sartika (Bimasakti Nikko Steel Malang) yang mencetak 12 assist saat menghadapi NSH GMC Riau, 5 April 2012.
”Kemenangan telak ini sangat berarti bagi kami, setelah menelan dua kekalahan sebelumnya. Saya berharap mental dan moral rekan-rekan dapat terangkat menghadapi laga selanjutnya,” ujar Hendru Ramli. (nbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Saksikan NBA Playoffs 2024/2025: Game 5 - Timberwolves vs Lakers di Vidio
Basket 30 April 2025, 17:17
-
Link Nonton NBA Playoffs Game 2: Golden State Warriors vs Houston Rockets di Vidio
Basket 23 April 2025, 17:30
LATEST UPDATE
-
Jurgen Klopp Selangkah Lagi Latih Timnas Jerman
Piala Dunia 23 Juli 2026, 12:01
-
Nonton Piala Dunia 2026 Full 104 Laga Cukup Beli Voucher FolaPlay di GoPay
Lain Lain 23 Juli 2026, 11:03
-
Kabar Duka, Legenda Sepak Bola Indonesia M Basri Tutup Usia
Bola Indonesia 23 Juli 2026, 11:00
-
Joshua Zirkzee Tegaskan Ingin Bertahan di Manchester United
Liga Inggris 23 Juli 2026, 09:16
-
Al Hilal Terus Berburu Bintang, Kini Bidik Ousmane Dembele
Asia 23 Juli 2026, 08:46
-
Masih Ada yang Kurang dari Performa Lamine Yamal di Piala Dunia 2026
Piala Dunia 23 Juli 2026, 07:27
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34













