Tangisi Kobe Bryant, Shaquille O'Neal: Nama Kami Akan Selalu Terikat
Anindhya Danartikanya | 29 Januari 2020 13:10
Bola.net - Setelah mengutarakan kesedihannya yang mendalam lewat media sosial, Shaquille O'Neal, akhirnya muncul di hadapan publik demi menyampaikan tribut untuk mantan rekan setimnya di Los Angeles Lakers, Kobe Bryant, yang meninggal dunia pada Minggu (26/1/2020) pagi waktu California.
Bryant, beserta delapan penumpang lain, termasuk sang putri kedua, Gianna, tewas dalam kecelakaan helikopter di Calabasas, saat menuju fasilitas latihan Mamba Sports Academy di Thousand Oaks. Bryant meninggal dalam usia 41 tahun, sementara Gianna dalam usia 13 tahun.
Bryant bertandem dengan O'Neal di Lakers pada 1996-2004, dan dikenal sebagai salah satu duo pemain paling hebat dalam sejarah NBA. Bersama-sama, mereka merebut gelar juara pada 2000, 2001, dan 2002. Saat masih aktif bermain, keduanya dikenal kerap cekcok, namun pada akhirnya bersahabat erat.
Kerap Cekcok, Tapi Selalu Baik-Baik Selesaikan Masalah
Dalam program tribut untuk Bryant yang disiarkan TNT, Selasa (28/1/2020) waktu Los Angeles, O'Neal yang didampingi Charles Barkley, Kenny Smith, Ernie Johnson, dan Dwyane Wade, mengungkapkan duka citanya yang dalam atas kepergian Bryant dan tak berhenti menangis. Ia pun mengenang masa-masa kejayaan mereka.
"Nama kami akan selalu terikat berkat semua yang kami lakukan bersama. Orang selalu bertanya soal hubungan kami, dan saya bilang pada mereka bahwa sama seperti hubungan saya dengan Charles. Kami dua orang dengan mental yang sama kuat, namun akan menyelesaikan semuanya dengan cara kami sendiri," tutur O'Neal.
Empat kali juara NBA ini mengakui ia dan Bryant kerap berselisih, namun menegaskan rasa hormat mereka tak pernah hilang. Satu-satunya hal terpenting dalam hubungan mereka adalah bekerja sama demi meraih kemenangan, dan saat pensiun, mereka jadi kawan baik.
Kepergian Bryant Ubah Hidup O'Neal
"Ketika ada di dalam lapangan dan menang, itulah aku dan Kobe yang sesungguhnya, itulah yang kami lakukan bersama. Semua ini rasanya seperti ditusuk tiga kali tepat di dada. Tamparan kuat terakhir adalah fakta anak perempuan tercintanya bersamanya di dalam helikopter," ungkap 'Shaq'.
Kematian Bryant dan Gianna yang mendadak pun diakui O'Neal mengubah hidup dan jalan pikirannya. Ia mengaku jadi menyadari bahwa ia tak terlalu sering menyatakan kepeduliannya terhadap orang lain, termasuk kawan-kawan kerjanya di TNT, yakni Barkley, Smith, dan Johnson.
"Ini semua membuatku berpikir bahwa, dalam hidup, kita kerap menahan beberapa hal yang semestinya kita lakukan. Kadang kita menganggap remeh beberapa hal. Aku tak mengobrol dengan kalian sesering seharusnya. Aku seharusnya lebih banyak bicara dengannya (Bryant). Semua ini mengubahku. Aku akan bekerja lebih baik untuk merangkul orang-orang lebih dekat," pungkas O'Neal.
Baca Juga:
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Jersey Baru Barcelona: Kenang Kobe Bryant dalam Balutan Mamba Mentality
Liga Spanyol 30 Juli 2025, 12:47
-
Jadwal dan Link Streaming NBA Finals 2025: Thunder vs Pacers di Vidio
Basket 13 Juni 2025, 17:07
-
Nonton Live Streaming Game 3 Thunder vs Pacers NBA Finals 2025 di Vidio
Basket 10 Juni 2025, 12:28
LATEST UPDATE
-
3 Cara Xabi Alonso Memaksimalkan Morgan Rogers di Chelsea
Liga Inggris 21 Juli 2026, 18:18
-
David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
Otomotif 21 Juli 2026, 18:02
-
Zinedine Zidane Sudah Teken Kontrak sebagai Pelatih Timnas Prancis
Piala Dunia 21 Juli 2026, 17:22
-
Manchester United Terdepan dalam Perburuan Gelandang Prancis
Liga Inggris 21 Juli 2026, 17:17
-
Juventus Rilis Jersey Tandang 2026-2027, Warna Pink Ikonik Kembali
Liga Italia 21 Juli 2026, 16:48
-
Ini Alasan Bernardo Silva Akan Bersinar di Real Madrid
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 15:18
-
Juventus Minta Emiliano Martinez Paksa Pergi dari Aston Villa
Liga Italia 21 Juli 2026, 15:10
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55










