Tanpa Ryan Febriyan, NSH GMC Digempur Pelita Jaya
Editor Bolanet | 2 April 2013 18:05
- Tanpa dampingan center Ryan Febriyan, NSH GMC Riau menjadi bulan-bulanan Pelita Jaya Energi-MP Jakarta. Kelly Purwanto dkk tanpa ampun menggempur NSH GMC dalam lanjutan Speedy NBL Indonesia Seri V Bali di GOR Purna Krida Kerobokan, Badung, Selasa (2/4). Dari pola serangan rapi hingga serangan-serangan fastbreak, Pelita Jaya memukul NSH GMC dengan skor, 103-45.
Total 103 poin yang diceploskan Kelly dkk pada laga ini merupakan skor tertinggi babak reguler musim ini. Kemenangan triple digit (skor mencapai angka 100 atau lebih) tertinggi sebelumnya juga dibukukan oleh Pelita Jaya, yakni 101-49, saat menghadapi NSH GMC pada seri IV Solo, 11 Maret lalu.
Sebuah four point play dari Ary Chandra pada dua menit menjelang berakhirnya laga menggenapi poin Pelita Jaya di angka 100. Sebelumnya, selain Ary Chandra, Kelly Purwanto, Robert Santo Yunarto, Andy 'Batam' dan lain-lain bergantian menceploskan bola ke jaring NSH GMC.
Pada kuarter pertama saja, penetrasi Dimas Aryo Dewanto dan Erick Sebayang tidak mampu dihentikan pertahanan NSH GMC. Kedua pemain ini memasukkan semua tembakannya. Itu belum termasuk yang datang dari Batam atau center Pelita Jaya yang tidak memiliki lawan di dalam area pertahanan NSH GMC. Pelita Jaya langsung meninggalkan NSH GMC 29-5.
Agresivitas Pelita Jaya tidak menurun di kuarter kedua. Dan ini terjadi di dua ujung lapangan. Baik saat menyerang maupun bertahan. Ketatnya pertahanan Pelita Jaya membuat tembakan-tembakan dari pemain NSH GMC tidak akrab dengan sasaran. Akurasi Max Yanto dan kawan-kawan hanya 16 persen. NSH GMC hanya mampu mencetak delapan angka di kuarter kedua.
Tertinggal sangat jauh, NSH GMC akhirnya memaksakan Max Yanto untuk berduel menghadapi bigman Pelita Jaya. Cara ini cukup efektif. Butuh dua pemain untuk menghentikan Max ketika ia sudah siap menembak di paint area. Dari luar, Max mendapat sokongan dari tembakan-tembakan Yunus Effendi. NSH GMC berhasil mencetak 13 angka di kuarter ketiga.
Mengandalkan para pemain cadangannya, Pelita Jaya tetap dominan di semua aspek. Kelly Purwanto dan kawan-kawan meraup 27 poin melalui turnover NSH GMC, serta 20 poin dari serangan-serangan cepat. Dan para pemain cadangan Pelita Jaya mengumpulkan total poin lebih banyak daripada para starter. Para pemain cadangan mencetak total 69 poin.
Dengan raihan 17 poin, Ary Chandra mengumpulkan angka terbanyak bagi Pelita Jaya. Batam, Dimas, dan Erick masing-masing 11, disusul oleh Daniel Wenas dan Ferdinand Damanik masing-masing 10 poin.
”Kami menang telak bukan karena kami bermain bagus, melainkan mereka (NSH GMC) yang sedang bermain jelek,” ujar Nathaniel Canson, head coach Pelita Jaya.
NSH GMC beruntung memiliki Max Yanto. Pemain tertinggi di NBL Indonesia ini membukukan double-double usai memasukkan 19 poin dan meraup 13 rebound agar timnya tidak tertinggal terlalu jauh. Bagi Max, itu adalah double-double kelimanya sepanjang karir di NBL Indonesia. (nbl/kny)
Total 103 poin yang diceploskan Kelly dkk pada laga ini merupakan skor tertinggi babak reguler musim ini. Kemenangan triple digit (skor mencapai angka 100 atau lebih) tertinggi sebelumnya juga dibukukan oleh Pelita Jaya, yakni 101-49, saat menghadapi NSH GMC pada seri IV Solo, 11 Maret lalu.
Sebuah four point play dari Ary Chandra pada dua menit menjelang berakhirnya laga menggenapi poin Pelita Jaya di angka 100. Sebelumnya, selain Ary Chandra, Kelly Purwanto, Robert Santo Yunarto, Andy 'Batam' dan lain-lain bergantian menceploskan bola ke jaring NSH GMC.
Pada kuarter pertama saja, penetrasi Dimas Aryo Dewanto dan Erick Sebayang tidak mampu dihentikan pertahanan NSH GMC. Kedua pemain ini memasukkan semua tembakannya. Itu belum termasuk yang datang dari Batam atau center Pelita Jaya yang tidak memiliki lawan di dalam area pertahanan NSH GMC. Pelita Jaya langsung meninggalkan NSH GMC 29-5.
Agresivitas Pelita Jaya tidak menurun di kuarter kedua. Dan ini terjadi di dua ujung lapangan. Baik saat menyerang maupun bertahan. Ketatnya pertahanan Pelita Jaya membuat tembakan-tembakan dari pemain NSH GMC tidak akrab dengan sasaran. Akurasi Max Yanto dan kawan-kawan hanya 16 persen. NSH GMC hanya mampu mencetak delapan angka di kuarter kedua.
Tertinggal sangat jauh, NSH GMC akhirnya memaksakan Max Yanto untuk berduel menghadapi bigman Pelita Jaya. Cara ini cukup efektif. Butuh dua pemain untuk menghentikan Max ketika ia sudah siap menembak di paint area. Dari luar, Max mendapat sokongan dari tembakan-tembakan Yunus Effendi. NSH GMC berhasil mencetak 13 angka di kuarter ketiga.
Mengandalkan para pemain cadangannya, Pelita Jaya tetap dominan di semua aspek. Kelly Purwanto dan kawan-kawan meraup 27 poin melalui turnover NSH GMC, serta 20 poin dari serangan-serangan cepat. Dan para pemain cadangan Pelita Jaya mengumpulkan total poin lebih banyak daripada para starter. Para pemain cadangan mencetak total 69 poin.
Dengan raihan 17 poin, Ary Chandra mengumpulkan angka terbanyak bagi Pelita Jaya. Batam, Dimas, dan Erick masing-masing 11, disusul oleh Daniel Wenas dan Ferdinand Damanik masing-masing 10 poin.
”Kami menang telak bukan karena kami bermain bagus, melainkan mereka (NSH GMC) yang sedang bermain jelek,” ujar Nathaniel Canson, head coach Pelita Jaya.
NSH GMC beruntung memiliki Max Yanto. Pemain tertinggi di NBL Indonesia ini membukukan double-double usai memasukkan 19 poin dan meraup 13 rebound agar timnya tidak tertinggal terlalu jauh. Bagi Max, itu adalah double-double kelimanya sepanjang karir di NBL Indonesia. (nbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Saksikan NBA Playoffs 2024/2025: Game 5 - Timberwolves vs Lakers di Vidio
Basket 30 April 2025, 17:17
-
Link Nonton NBA Playoffs Game 2: Golden State Warriors vs Houston Rockets di Vidio
Basket 23 April 2025, 17:30
LATEST UPDATE
-
Michael Carrick Prediksi MU Bakal Kerepotan di Kandang Everton
Liga Inggris 6 September 2026, 06:30
-
Bos Inter Milan Sanjung Napoli: Mereka Lawan yang Benar-benar Merepotkan!
Liga Italia 6 September 2026, 06:00
-
Cristiano Ronaldo Tak Berkutik, Al-Nassr Telan Kekalahan Pertama di Musim 2026/2027
Asia 6 September 2026, 05:28
-
Comeback Lawan Napoli, Chivu Sanjung Mental Juara Inter Milan
Liga Inggris 6 September 2026, 05:03
-
Man of the Match Inter vs Napoli: Lautaro Martinez
Liga Italia 6 September 2026, 01:27
-
5 Pelajaran Manchester City vs Coventry City: Debut Enzo Fernandez Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 00:05
-
Erling Haaland Pecahkan Rekor Sergio Aguero di Manchester City
Liga Inggris 5 September 2026, 23:36
-
Rapor Pemain Manchester City vs Coventry City: Cherki Bersinar, Haaland Tetap Berbahaya
Liga Inggris 5 September 2026, 23:25
-
Man of the Match Man City vs Coventry City: Erling Haaland
Liga Inggris 5 September 2026, 23:16
-
Hasil Man City vs Coventry City: Haaland Jadi Penentu, The Citizens Sapu Bersih 3 Laga
Liga Inggris 5 September 2026, 22:54
-
Dikabarkan Cedera, Hansi Flick Ungkap Kondisi Terbaru Lamine Yamal
Liga Spanyol 5 September 2026, 20:30
-
Link Live Streaming Inter vs Napoli di Serie A 2026/2027
Liga Italia 5 September 2026, 20:00
-
Luka Modric Lanjut Bela Kroasia di Usia 41 Tahun
Piala Dunia 5 September 2026, 19:30
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51





