Tim DBL All Star Dapatkan Pelajaran dari Satya Wacana
Editor Bolanet | 27 Oktober 2013 13:50
- Sebuah pelajaran berharga diperoleh tim putra DBL All-Star saat menjamu tim National Basketball League (NBL) Indonesia, Satya Wacana Metro LBC Bandung di Sritex Arena dalam lanjutan laga pemanasan jelang DBL International Challenge 2013 (26/10). Rivaldo Tandra dkk, dipaksa menyerah 34-64 oleh skuad yang tampil tidak full team ini.
Sejak kuarter pertama, Satya Wacana telah menguasai jalannya pertandingan. Serangan terpola dari klub profesional ini, sulit ditahan DBL All-Star. Satya Wacana unggul 9-3 pada kuarter pertama.
Saat pertengahan kuarter kedua, Yo Sua ditarik keluar setelah terjatuh akibat terjadi body charge dengan Adhitya Kusuma. Hal ini dimanfaatkan optimal oleh DBL All-Star dengan mencetak beberapa poin. Sayang, hal tersebut belum mampu menyamai perolehan Satya Wacana. Satya Wacana bertahan unggul dengan 34-19.
Pada awal kuarter ketiga, tren permainan DBL All-Star sedikit meningkat. Lima poin berhasil dicuri dalam waktu tiga menit. Setelah itu DBL All-Star dibuat scoreless hingga satu menit terakhir kuarter ketiga karena kedisiplinan permainan Satya Wacana. Skor di kuarter ketiga masih menjadi milik tim Bandung ini 45-27.
Pada kuarter akhir, Satya Wacana bermain lebih tenang dan semakin disiplin. Defense Satya Wacana pun kian sulit ditembus. Tim yang menempati peringkat sembilan musim lalu di NBL Indonesia ini akhirnya menyelesaikan game ini dengan margin poin yang cukup jauh.
Para pemain DBL All-Star bermain cukup baik dari awal hingga akhir. Postur dan skill mereka cukup lumayan. Maka itu, saya mencoba memasang 2 bigman untuk mengimbangi mereka,” ujar Efry Meldi, pelatih Satya Wacana Metro LBC Bandung.
Sementara itu, Ateng Sugijanto mengatakan bahwa inkonsistensi menjadi masalah bagi timnya. “Awalnya defense kami tidak terlalu jelek. Namun, saat kuarter ketiga para pemain kurang konsisten karena terlalu tegang dan kehilangan kepercayaan diri. Besok, kami akan berlatih shooting untuk memperbaiki tim ini,” ungkap mantan pelatih Bhinneka Solo tersebut.
Sementara itu, tim putri DBL All-Star menang 69-43 atas tim basket putri Universitas Gajah Mada Jogjakarta. Dengan hasil ini, tim putri DBL All-Star telah mengkoleksi dua kali kemenangan dalam laga pemanasan jelang DBL International Challenge. Sebelumnya, mereka menang melawan Universitas Muhammadiyah Solo di Sritex Arena 25 Oktober lalu.
Walaupun sempat seri di kuarter pertama dengan skor 17-17, tim basket UGM tetap tidak dapat mengejar angka. Fika Wirastuti, salah satu pemain UGM yang juga merupakan first team DBL Jogjakarta 2010 dan 2011 memuji kekuatan DBL All Star.
“Mereka sangat gesit. Kami bahkan kesulitan mengejar poin mereka. Tapi kami bangga bisa bertanding melawan DBL All-Star,” kelakar Fika di akhir pertandingan.
Selain untuk menjalin persahabatan dengan civitas akademika UGM, sparring ini di Gelanggang UGM ini merupakan salah satu langkah untuk mematangkan stategi dan kekompakan tim DBL All-Star yang akan berangkat ke Amerika awal November mendatang.
Hasil Pertandingan
Sejak kuarter pertama, Satya Wacana telah menguasai jalannya pertandingan. Serangan terpola dari klub profesional ini, sulit ditahan DBL All-Star. Satya Wacana unggul 9-3 pada kuarter pertama.
Saat pertengahan kuarter kedua, Yo Sua ditarik keluar setelah terjatuh akibat terjadi body charge dengan Adhitya Kusuma. Hal ini dimanfaatkan optimal oleh DBL All-Star dengan mencetak beberapa poin. Sayang, hal tersebut belum mampu menyamai perolehan Satya Wacana. Satya Wacana bertahan unggul dengan 34-19.
Pada awal kuarter ketiga, tren permainan DBL All-Star sedikit meningkat. Lima poin berhasil dicuri dalam waktu tiga menit. Setelah itu DBL All-Star dibuat scoreless hingga satu menit terakhir kuarter ketiga karena kedisiplinan permainan Satya Wacana. Skor di kuarter ketiga masih menjadi milik tim Bandung ini 45-27.
Pada kuarter akhir, Satya Wacana bermain lebih tenang dan semakin disiplin. Defense Satya Wacana pun kian sulit ditembus. Tim yang menempati peringkat sembilan musim lalu di NBL Indonesia ini akhirnya menyelesaikan game ini dengan margin poin yang cukup jauh.
Para pemain DBL All-Star bermain cukup baik dari awal hingga akhir. Postur dan skill mereka cukup lumayan. Maka itu, saya mencoba memasang 2 bigman untuk mengimbangi mereka,” ujar Efry Meldi, pelatih Satya Wacana Metro LBC Bandung.
Sementara itu, Ateng Sugijanto mengatakan bahwa inkonsistensi menjadi masalah bagi timnya. “Awalnya defense kami tidak terlalu jelek. Namun, saat kuarter ketiga para pemain kurang konsisten karena terlalu tegang dan kehilangan kepercayaan diri. Besok, kami akan berlatih shooting untuk memperbaiki tim ini,” ungkap mantan pelatih Bhinneka Solo tersebut.
Sementara itu, tim putri DBL All-Star menang 69-43 atas tim basket putri Universitas Gajah Mada Jogjakarta. Dengan hasil ini, tim putri DBL All-Star telah mengkoleksi dua kali kemenangan dalam laga pemanasan jelang DBL International Challenge. Sebelumnya, mereka menang melawan Universitas Muhammadiyah Solo di Sritex Arena 25 Oktober lalu.
Walaupun sempat seri di kuarter pertama dengan skor 17-17, tim basket UGM tetap tidak dapat mengejar angka. Fika Wirastuti, salah satu pemain UGM yang juga merupakan first team DBL Jogjakarta 2010 dan 2011 memuji kekuatan DBL All Star.
“Mereka sangat gesit. Kami bahkan kesulitan mengejar poin mereka. Tapi kami bangga bisa bertanding melawan DBL All-Star,” kelakar Fika di akhir pertandingan.
Selain untuk menjalin persahabatan dengan civitas akademika UGM, sparring ini di Gelanggang UGM ini merupakan salah satu langkah untuk mematangkan stategi dan kekompakan tim DBL All-Star yang akan berangkat ke Amerika awal November mendatang.
Hasil Pertandingan
Boys: DBL All-Star (34) – (64) Satya Wacana Metro LBC Bandung
Girls: DBL All-Star (69) – (43) Universitas Gajah Mada Jogjakarta
Jadwal DBL International Challenge:
Rabu, 31 Oktober 2013 – 16.30 WIB di Sritex Arena Solo
DBL All-Star v Gold Coast Junior Allstars (girls)
Jumat, 1 November 2013 – 16.30 WIB di Sritex Arena Solo
DBL All-Star v Gold Coast Junior Allstars (boys) (dbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Saksikan NBA Playoffs 2024/2025: Game 5 - Timberwolves vs Lakers di Vidio
Basket 30 April 2025, 17:17
-
Link Nonton NBA Playoffs Game 2: Golden State Warriors vs Houston Rockets di Vidio
Basket 23 April 2025, 17:30
LATEST UPDATE
-
Comeback Lawan Napoli, Chivu Sanjung Mental Juara Inter Milan
Liga Inggris 6 September 2026, 05:03
-
Man of the Match Inter vs Napoli: Lautaro Martinez
Liga Italia 6 September 2026, 01:27
-
5 Pelajaran Manchester City vs Coventry City: Debut Enzo Fernandez Jadi Sorotan
Liga Inggris 6 September 2026, 00:05
-
Erling Haaland Pecahkan Rekor Sergio Aguero di Manchester City
Liga Inggris 5 September 2026, 23:36
-
Rapor Pemain Manchester City vs Coventry City: Cherki Bersinar, Haaland Tetap Berbahaya
Liga Inggris 5 September 2026, 23:25
-
Man of the Match Man City vs Coventry City: Erling Haaland
Liga Inggris 5 September 2026, 23:16
-
Hasil Man City vs Coventry City: Haaland Jadi Penentu, The Citizens Sapu Bersih 3 Laga
Liga Inggris 5 September 2026, 22:54
-
Dikabarkan Cedera, Hansi Flick Ungkap Kondisi Terbaru Lamine Yamal
Liga Spanyol 5 September 2026, 20:30
-
Link Live Streaming Inter vs Napoli di Serie A 2026/2027
Liga Italia 5 September 2026, 20:00
-
Luka Modric Lanjut Bela Kroasia di Usia 41 Tahun
Piala Dunia 5 September 2026, 19:30
-
Link Live Streaming Man City vs Coventry City di Premier League 2026/2027
Liga Inggris 5 September 2026, 19:00
-
Tinggalkan Al Hilal, Karim Benzema Tak Akan Gabung Barcelona
Liga Spanyol 5 September 2026, 18:10
LATEST EDITORIAL
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33
-
5 Alternatif Bek Kiri Manchester United jika Gagal Mendapatkan Lewis Hall
Editorial 12 Agustus 2026, 12:51






