Tundukkan NSH GMC, CLS Knights Pimpin Grup B
Editor Bolanet | 25 September 2013 21:55
- CLS Knights Surabaya memantapkan posisinya dalam perebutan tiket semifinal Speedy NBL Indonesia Preseason Tournament 2013, menyusul kemenangan 73-50 atas NSH GMC Riau di DBL Arena Surabaya, Rabu (25/9). Kemenangan itu mengantarkan CLS Knights ke puncak klasemen sementara Grup B.
Hasil positif tersebut tidak didapat dengan mudah. NSH GMC memberi perlawanan sengit sejak kuarter pertama. Juliano Gandhi mencuri poin lebih dahulu melalui tembakan tiga angka saat pertandingan baru berjalan 10 detik. Hingga sisa empat menit kuarter pertama, permainan NSH masih stabil dan mampu mengimbangi CLS 10-10. Namun CLS berhasil membalik keadaan dan leading 27-18 di penghujung kuarter.
Pergerakan cepat pemain CLS mulai sulit dibendung oleh NSH di kuarter kedua. Serangan CLS pun lebih menggila. Serangan yang dimotori oleh Dwi Haryoko berhasil membawa CLS memimpin jauh. CLS mengoleksi 45 poin di kuarter kedua. Sedangkan NSH, hanya mampu membukukan 29 poin.
Strategi zone defense yang diusung CLS pada dua pertandingan sebelumnya, masih diterapkan di game ini. Pola permainan bertahan tersebut makin terorganisir rapi khususnya saat kuarter ketiga. Buktinya, hingga lima menit kuarter ketiga berjalan NSH hanya bisa mencetak dua poin.
Selain itu, akurasi tembakan dan transisi offense ke defense yang buruk makin menambah penderitaan NSH. Apalagi, field goal NSH hanya 35 persen. Dengan mudah CLS menambah pundi-pundi poin. Kuarter ketiga masih menjadi milik CLS 65-39.
Semangat para pemain CLS yang menggebu berlanjut di kuarter keempat. Unggul jauh, pelatih Kim Dong-won melakukan rotasi pemain dan menyimpan beberapa pemain. Hingga kuarter keempat, NSH masih sulit mengejar selisih poin. Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan CLS 73-50.
“Sampai sekarang, kami masih beradaptasi dengan pola permainan yang diterapkan pelatih. Namun, sejauh ini saya melihat performa tim sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Pemain rookie pun sudah mulai tampil konsisten,” ungkap Dwi Haryoko, kapten CLS Knights yang mencetak poin terbanyak bagi timnya (14 poin). (nbl/kny)
Hasil positif tersebut tidak didapat dengan mudah. NSH GMC memberi perlawanan sengit sejak kuarter pertama. Juliano Gandhi mencuri poin lebih dahulu melalui tembakan tiga angka saat pertandingan baru berjalan 10 detik. Hingga sisa empat menit kuarter pertama, permainan NSH masih stabil dan mampu mengimbangi CLS 10-10. Namun CLS berhasil membalik keadaan dan leading 27-18 di penghujung kuarter.
Pergerakan cepat pemain CLS mulai sulit dibendung oleh NSH di kuarter kedua. Serangan CLS pun lebih menggila. Serangan yang dimotori oleh Dwi Haryoko berhasil membawa CLS memimpin jauh. CLS mengoleksi 45 poin di kuarter kedua. Sedangkan NSH, hanya mampu membukukan 29 poin.
Strategi zone defense yang diusung CLS pada dua pertandingan sebelumnya, masih diterapkan di game ini. Pola permainan bertahan tersebut makin terorganisir rapi khususnya saat kuarter ketiga. Buktinya, hingga lima menit kuarter ketiga berjalan NSH hanya bisa mencetak dua poin.
Selain itu, akurasi tembakan dan transisi offense ke defense yang buruk makin menambah penderitaan NSH. Apalagi, field goal NSH hanya 35 persen. Dengan mudah CLS menambah pundi-pundi poin. Kuarter ketiga masih menjadi milik CLS 65-39.
Semangat para pemain CLS yang menggebu berlanjut di kuarter keempat. Unggul jauh, pelatih Kim Dong-won melakukan rotasi pemain dan menyimpan beberapa pemain. Hingga kuarter keempat, NSH masih sulit mengejar selisih poin. Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan CLS 73-50.
“Sampai sekarang, kami masih beradaptasi dengan pola permainan yang diterapkan pelatih. Namun, sejauh ini saya melihat performa tim sudah jauh lebih baik dari sebelumnya. Pemain rookie pun sudah mulai tampil konsisten,” ungkap Dwi Haryoko, kapten CLS Knights yang mencetak poin terbanyak bagi timnya (14 poin). (nbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nonton Live Streaming Game 3 Thunder vs Pacers NBA Finals 2025 di Vidio
Basket 10 Juni 2025, 12:28
-
Saksikan NBA Playoffs 2024/2025: Game 5 - Timberwolves vs Lakers di Vidio
Basket 30 April 2025, 17:17
LATEST UPDATE
-
Link Streaming Liverpool vs Chelsea 29 Oktober 2026
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 23:00
-
KapanLagi Korea Hadirkan Pengalaman Belajar Hangeul yang Seru Bersama Kkuljaem
Lain Lain 28 Oktober 2026, 22:30
-
Perang Dingin Real Madrid dengan Wasit La Liga Terus Berlanjut
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 22:28
-
Newcastle Siap Beri Diskon Jika MU Mau Pekerjakan Eddie Howe
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 22:19
-
Saingi MU, Chelsea Juga Kejar Bek TImnas Inggris Ini
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 21:55
-
Hasil Sempurna Persib di Asia: 5 Laga, 5 Kemenangan, dan Hanya Kebobolan 1 Kali!
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:44
-
Dibuang Liverpool, Real Madrid Siap Tampung Alexis Mac Allister
Liga Spanyol 28 Oktober 2026, 21:21
-
Usai Christian Pulisic, AC Milan Bakal Berikan Kontrak Baru untuk Adrien Rabiot
Liga Italia 28 Oktober 2026, 21:08
-
Hasil Persib vs Melbourne Victory: Maung Bandung Masih Sempurna di Asia
Bola Indonesia 28 Oktober 2026, 21:07
-
Tantang Chelsea, MU Siap Diperkuat Sang Jendral Lini Tengah Mereka
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:21
-
Bruno Fernandes Baikan dengan Michael Carrick, Siap Starter Lawan Chelsea
Liga Inggris 28 Oktober 2026, 20:14
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






