Turnover Buat NSH GMC Gagal Taklukkan Stadium
Editor Bolanet | 3 April 2013 20:25
- NSH GMC Riau sebenarnya memiliki satu kesempatan untuk menyamakan kedudukan atau bahkan memenangkan pertandingan. Di sisa lima menit waktu laga, tertinggal hanya dua angka, NSH GMC malah melakukan turnover. Tidak tampak sense of crisis pada pemain-pemain NSH GMC. Stadium Jakarta akhirnya lolos dari lubang jarum untuk membungkus kemenangan, 82-80.
Stadium sebenarnya sudah unggul hingga 14 poin di akhir kuarter kedua, 50-36. Mereka pun mampu mengumpulkan 20 angka di kuarter ketiga. Namun permainan tenang NSH GMC juga selalu mampu membalas setiap poin dari Stadium.
Serangan-serangan NSH GMC berpusat pada center mereka, Max Yanto. Operasi Max di bawah ring benar-benar dominan. Baik Ruslan, Yan Pattikawa atau pemain-pemain lain kewalahan menghentikan Max. Max meraup delapan angka di kuarter ketiga.
Di kuarter terakhir, Max yang masih sulit dihentikan melesakkan sebuah tembakan dari bawah ring yang meskipun dilanggar, tetap menghasilkan angka. Max juga memasukkan bonus satu tembakan bebas yang ia dapatkan. Three point play Max menggenapi 26 poinnya di laga ini. Akumulasi raihan poin terbanyak dalam satu game selama karirnya di NBL Indonesia.
Sebuah tembakan tiga angka dari Lutfi Koswara memberi harapan besar kepada NSH GMC. Stadium yang unggul 14 poin terkejar hingga hanya satu angka. Stadium hanya mampu menambah satu angka melalui tembakan bebas. Namun jarak dua angka sudah cukup untuk memastikan kemenangan.
Tiga pemain Stadium mencetak poin dengan digit ganda. Merio Ferdiyansyah 22 poin, Ruslan 15, dan Fanny Budianto 14 poin. Sementara pada kubu NSH GMC, setelah Max, poin tertinggi dicetak oleh Juliano Gandhi dengan 16 poin. Gandhi membukukan double-double dengan tambahan 12 rebound.
”Sangat menyesakkan dada karena kami harus kalah lagi. Padahal kami berpeluang menyamakan kedudukan atau justru mencuri kemenangan. Namun, kerja keras anak-anak hari ini patut diacungi jempol, terlebih bagi Max Yanto dan Juliano Gandhi,” ujar Yusuf Arlan Ruslim, manajer NSH GMC. (nbl/kny)
Stadium sebenarnya sudah unggul hingga 14 poin di akhir kuarter kedua, 50-36. Mereka pun mampu mengumpulkan 20 angka di kuarter ketiga. Namun permainan tenang NSH GMC juga selalu mampu membalas setiap poin dari Stadium.
Serangan-serangan NSH GMC berpusat pada center mereka, Max Yanto. Operasi Max di bawah ring benar-benar dominan. Baik Ruslan, Yan Pattikawa atau pemain-pemain lain kewalahan menghentikan Max. Max meraup delapan angka di kuarter ketiga.
Di kuarter terakhir, Max yang masih sulit dihentikan melesakkan sebuah tembakan dari bawah ring yang meskipun dilanggar, tetap menghasilkan angka. Max juga memasukkan bonus satu tembakan bebas yang ia dapatkan. Three point play Max menggenapi 26 poinnya di laga ini. Akumulasi raihan poin terbanyak dalam satu game selama karirnya di NBL Indonesia.
Sebuah tembakan tiga angka dari Lutfi Koswara memberi harapan besar kepada NSH GMC. Stadium yang unggul 14 poin terkejar hingga hanya satu angka. Stadium hanya mampu menambah satu angka melalui tembakan bebas. Namun jarak dua angka sudah cukup untuk memastikan kemenangan.
Tiga pemain Stadium mencetak poin dengan digit ganda. Merio Ferdiyansyah 22 poin, Ruslan 15, dan Fanny Budianto 14 poin. Sementara pada kubu NSH GMC, setelah Max, poin tertinggi dicetak oleh Juliano Gandhi dengan 16 poin. Gandhi membukukan double-double dengan tambahan 12 rebound.
”Sangat menyesakkan dada karena kami harus kalah lagi. Padahal kami berpeluang menyamakan kedudukan atau justru mencuri kemenangan. Namun, kerja keras anak-anak hari ini patut diacungi jempol, terlebih bagi Max Yanto dan Juliano Gandhi,” ujar Yusuf Arlan Ruslim, manajer NSH GMC. (nbl/kny)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Nonton Live Streaming Game 3 Thunder vs Pacers NBA Finals 2025 di Vidio
Basket 10 Juni 2025, 12:28
-
Saksikan NBA Playoffs 2024/2025: Game 5 - Timberwolves vs Lakers di Vidio
Basket 30 April 2025, 17:17
LATEST UPDATE
-
Barcelona Tutup Sementara Tribune Suporter Usai Insiden El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:29
-
Barcelona dan Kekalahan di El Clasico yang Mengungkap Pentingnya Evolusi Taktik
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 06:24
-
Arda Guler Bikin Jose Mourinho Sulit Mencadangkannya Lagi
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:51
-
Bernardo Silva Buktikan Fans Real Madrid Benar, Jose Mourinho Keliru
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:46
-
Bagaimana Jude Bellingham Mendominasi Lini Tengah Barcelona
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:42
-
Toni Kroos dan Dani Carvajal soal Strategi Berani Jose Mourinho di El Clasico
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:37
-
Dukungan buat Trent Alexander-Arnold untuk Kembali ke Liverpool
Liga Spanyol 30 Oktober 2026, 05:32
-
Manchester United Hidupkan Lagi Minat pada Bintang Berbakat Barcelona Ini
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 22:18
-
Michael Carrick Tidak Terkejut Dirinya Tidak Jadi Dipecat Manchester United
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:58
-
Goncalo Ramos Kesulitan di AC Milan: Transfer 73 Juta Euro Belum Mampu jadi Mesin Gol
Liga Italia 29 Oktober 2026, 21:44
-
Michael Carrick Girang Kobbie Mainoo Sudah Pulih, Tapi Prihatin dengan Kondisi Sesko
Liga Inggris 29 Oktober 2026, 21:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






