Tangis Pilu Lionel Messi Kala Gagal Bawa Argentina Juara Copa America 2016
Yaumil Azis | 14 September 2018 23:35
- Mantan staf pelatih Argentina, Elvio Paolorosso, mengungkapkan bagaimana sedihnya timnas kala tumbang di final Copa America 2016 lalu. Termasuk Lionel Messi, yang disebutnya menangis seperti anak kecil yang kehilangan ibunya.
Messi sudah mendapatkan hampir semua gelar yang bisa ia raih pada level klub dan juga individual. Liga Champions hingga Ballon d'Or sudah berulang kali ia raih sejak kemunculannya di tim senior Blaugrana tahun 2004 lalu.
Tetapi, kepingan prestasinya seolah masih belum lengkap lantaran dirinya selalu menemui jalan buntu kala bersama Argentina. Walau begitu, bukan berarti ia tidak pernah begitu dekat dengan gelar internasional pertamanya.
Scroll ke bawah untuk membaca komentar Elvio Paolorosso.
Tangis Pilu Lionel Messi
Di tahun 2016, Messi dan Argentina hanya butuh satu langkah lagi meraih gelar Copa America. Di partai puncak, mereka bertemu dengan Peru dan publik pun yakin Albiceleste tak akan menemui masalah.
Namun harapan itu tidak kunjung menjadi nyata. Setelah bermain imbang 0-0 hingga perpanjangan waktu, tim yang kala itu dibesut oleh Gerardo Martino tersebut justru tumbang pada babak adu penalti.
Ruang ganti setelah Copa America sangatlah menyakitkan, tetapi hal yang paling buruk datang, ujar Paolorosso soal kenangan menyakitkan itu kepada Jogo Bonito.
Jam dua pagi, kurang lebih, saya pergi ke ruang penyimpanan dan melihat Leo Messi benar-benar sendirian, menangis seperti anak kecil yang kehilangan ibunya, lanjutnya.
Tidak ada yang Menghiburnya
Paolorosso pun tak bisa berbuat apa-apa untuk menghiburnya kecuali memberinya pelukan hangat. Malahan, ia juga turut berduka dan menangis dalam situasi itu.
Dia merasa putus asa dan tidak ada yang bisa menghiburnya. Saya memberinya pelukan dan kami sedikit merengek bersama-sama, tambahnya.
Saya bersama Messi di Barcelona dan Argentina, dan apa yang bisa saya berikan kepadanya hanyalah ungkapan terima kasih. Dia selalu bekerja sama dengan baik dan bahkan sadar kalau lapangan terasa keras atau lembut, tutupnya.
Perjuangan Messi kembali menemui jalan buntu kala Argentina tampil di Piala Dunia 2018 lalu. Perjalanan Albiceleste hanya terhenti di babak 16 besar dan membuat sang pelatih, Jorge Sampaoli, harus kehilangan jabatannya.
Saksikan Juga Video Ini
Mengapa FIFA mencoret nama Lionel Messi dari daftar finalis pemain terbaik dunia? Simak penjelasannya melalui tautan video di bawah ini.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Hansi Flick Tegaskan Komitmen Perpanjang Kontrak di Barcelona
Liga Spanyol 21 April 2026, 23:52
-
Prediksi Barcelona vs Celta 23 April 2026
Liga Spanyol 21 April 2026, 21:51
-
Bastoni ke Barcelona? Tunggu Lampu Hijau Hansi Flick
Liga Spanyol 21 April 2026, 17:47
-
Lamine Yamal Bicara Inspirasi dan Lionel Messi
Liga Spanyol 21 April 2026, 17:17
-
Barcelona Mundur dari Perburuan Yan Diomande Akibat Harga 100 Juta Euro
Liga Spanyol 21 April 2026, 16:00
LATEST UPDATE
-
Timnas Argentina: Siapa Saja yang Hampir Pasti Masuk Skuad Piala Dunia 2026?
Piala Dunia 23 April 2026, 01:00
-
106 Hari yang Berujung Pemecatan: Kisah Singkat Liam Rosenior di Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:24
-
Calum McFarlane Kembali Jadi Pelatih Sementara Chelsea
Liga Inggris 23 April 2026, 00:17
-
Juventus Cari Alternatif: Alisson Sulit, De Gea Jadi Opsi
Liga Italia 22 April 2026, 23:23
LATEST EDITORIAL
-
7 Kandidat Pengganti Casemiro di Manchester United, Siapa Paling Ideal?
Editorial 22 April 2026, 15:08
-
Darurat Lini Depan Liverpool: 4 Opsi Pengganti Hugo Ekitike Usai Cedera Parah
Editorial 21 April 2026, 11:46
-
9 Kandidat Pengganti Alvaro Arbeloa di Real Madrid
Editorial 16 April 2026, 23:37











