Termasuk 'David Silva'-nya Korea, Ini Deretan Pemain yang Bersinar di Matchday 2 Olimpiade 2020
Serafin Unus Pasi | 26 Juli 2021 12:53
Bola.net - Gelaran Olimpiade 2020 yang diselenggarakan di Tokyo, kini sudah memasuki matchday kedua pada cabang olahraga sepakbola. Di matchday kali ini sejumlah hasil mengejutkan tersaji bagi para penggemar sepakbola.
Beberapa tim unggulan yang terpeleset di matchday pertama, kini mulai kembali menunjukan performa terbaik mereka. Tim-tim ini berjuang untuk setidaknya mengamankan tiket ke fase grup sekaligus berambisi mengamankan gelar juara grup.
Seperti contoh, Jerman yang di pertandingan pertama digilas oleh Brasil berhasil bangkit dan mengalahkan Arab Saudi. Ada juga Prancis yang dipermalukan Meksiko di pertandingan pertama sukses menang dramatis melawan Afrika Selatan melalui drama tujuh gol.
Wakil Amerika Selatan, Argentina yang terpeleset di pertandingan pertama juga bangkit dan berhasil mengalahkan Mesir. Hasil mengejutkan malah datang dari Brasil yang ditahan imbang oleh wakil Afrika, Pantai Gading di matchday kedua ini.
Dari delapan pertandingan yang tersaji, tentunya terdapat beberapa nama pemain yang tampil menonjol jika dibandingkan pemain-pemain lainnya. Siapa saja mereka? Berikut daftar pemainnya.
Takefusa Kubo

Takefusa Kubo kembali menjadi pembeda bagi Jepang. Setelah menjadi pahlawan kemenangan The Samurai Blue di pertandingan pertama, kali ini wonderkid Real Madrid itu kembali menunjukkan performa yang apik melawan Meksiko.
Winger andalan Jepang ini sukses membukukan 1 gol ke gawang Meksiko yang dijaga oleh Ochoa. Sejak awal babak pertama penampilannya sangat membuat beberapa bek milik Meksiko kewalahan.
Terbukti, baru enam menit pertandingan berjalan, Kubo mencetak gol melalui kaki kirinya yang memanfaatkan umpan milik Ritsu Doan. Sepanjang pertandingan Kubo beberapa kali mengancam gawang Meksiko, namun beberapa peluang apiknya berhasil digagalkan Ochoa.
Berkat penampilannya yang gemilang sejak awal hingga akhir laga berlangsung, Kubo berhasil memastikan Jepang lolos ke fase knockout di Olimpiade 2020.
Andre-Pierre Gignac

Andre-Pierre Gignac membuktikan bahwa usia bukanlah segalanya. Penyerang veteran berusia 35 tahun ini membukukan hattrick melawan Afrika Selatan.
Sejak awal laga, kedua tim bermain sangat agresif dengan melakukan jual beli serangan, pada lanjutan babak kedua Afrika selatan unggul terlebih dahulu lewat gol milik Kobamelo Kodisang, tidak lama berselang Gignac membalas gol tersebut setelah memanfaatkan operan milik Randal Kolo Muani di menit ke 57.
Afrika Selatan kembali membalaskan golnya melalui Evidence Makgopa setelah melalui umpan Kobamelo Kodisang yang berhasil ia manfaatkan membobol gawang Prancis di menit ke-73, beberapa menit berselang Gignac membalas gol penyama kedudukan, kali ini gol yang ia cetak melalui sundulan dari Michelin di menit ke-78.
Afrika Selatan kembali mengungguli Prancis, kali ini Teboho Mokoena mencetak gol yang membuat Afrika Selatan kembali unggul pada menit ke-82. Tak lama berselang Gignac membukukan hattrick miliknya usai mencetak gol penalti di menit 86, skor kini berubah menjadi 3-3.
Meskipun gol akhir penentu kemenangan dicetak oleh rekan setimnya Savanier. Gignac layak disebut sebagai pemain bersinar milik Prancis usai membantu Prancis menghindari kekalahan pada matchday 2 lanjutan Olimpiade 2020 ini.
Mikel Oyarzabal

Pemain selanjutnya datang dari negeri matador. Penyerang sayap andalan Real Sociedad ini menyumbangkan gol tunggal untuk kemenangan perdana Spanyol di Olimpiade 2020 ini.
La Furia Roja tampil cukup agresif dan menekan beberapakali Timnas Australia sejak awal laga. Jual beli serangan sejak awal terjadi, tetapi kedua tim belum mencetak gol hingga babak pertama usai.
Bukan Pedri atau Asensio, Oyarzabal justru keluar sebagai penentu kemenangan dari Timnas Spanyol. Sejak awal babak hingga pertengahan babak kedua dimulai Oyarzabal beberapa kali mengancam gawang milik Australia, hingga beberapa menit setelah Asensio turun, ia sukses mencetak gol melalui sundulan setelah memanfaatkan umpan milik Asensio di menit 80.
Gol tunggal milik Oyarzabal tersebut bertahan hingga akhir laga yang memastikan Spanyol masih punya asa untuk lolos ke fase gugur.
Lee Kang-In

Jika Jepang punya Takefusa Kubo, Korea Selatan punya bakat muda yang tidak kalah menarik. Ia adalah Lee Kang-In.
Pemain yang dijuluki David Silva-nya Korea itu masuk menggantikan Ui-jo Hwang di babak kedua. Ia mencetak dua gol yang masing-masing ia cetak pada menit ke-84 serta menit akhir perpanjangan waktu.
Gol pertama ia cetak melalui tendangan penalti yang sukses membuat Korea Selatan memperjauh keunggulan 3-0 dilaga tersebut. Tidak habis sampai situ. Ia kembali mencetak gol keduanya setelah mendapatkan operan Yun-sung Kang, dan sukses ia tendang kepojok gawang Rumania.
Ragnar Ache
Penyerang berusia 22 tahun ini menujadi nama terakhir pemain yang bersinar di Matchday 2 Olimpiade 2020 ini. Ache membukukan satu gol pada laga melawan Arab Saudi.
Kembali bermain dengan 10 orang tidak membuat Jerman patah semangat dalam memenangi laga ini. Ache sendiri mencetak gol setelah memanfaatkan bola muntah hasil tendangannya yang sempat ditepis kiper Arab Saudi Mohammed Al-Rubaie yang sukses menjadi gol miliknya.
Meskipun tidak bermain penuh dalam pertandingan ini beberapa tendangan serta sundulannya sendiri sukses membuat ancaman terhadap Arab Saudi. Dengan ini Jerman perlu membukukan kemenangan saat bertanding melawan Pantai Gading untuk mengamankan posisinya di Grup D.
(Bola.net/Risditya)
Baca Juga:
- Video: Sederhananya Alat Latihan Windy Cantika, Peraih Medali Pertama Indonesia di Olimpiade 2020
- Hasil Panahan Olimpiade 2020: Kalah dari Inggris, Tim Beregu Putra Indonesia Kandas
- Highlights Bulu Tangkis Olimpiade 2020: Praveen/Melati Kalah dari Pasangan Jepang
- Praveen/Melati Kalah di Olimpiade 2020, Netizen: Error Terus Bikin Emosi
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bangkit dari Cemoohan Madridista, Kamu Luar Biasa Vini Jr!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:48
-
Selebrasi Unik Jude Bellingham: Gestur Minum di Bernabeu, Respons Kritik Fans?!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:47
-
Daftar Peraih Man of The Match Liga Champions 2025/2026
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:45
-
Sesumbar Alvaro Arbeloa: Real Madrid Favorit Juara Liga Champions Musim 2025/2026!
Liga Champions 21 Januari 2026, 10:29
LATEST UPDATE
-
Resmi! Vidio Tayangkan UFC di Indonesia
Olahraga Lain-Lain 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Spalletti Siap Adu Mekanik dengan Mourinho
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:31
-
Juventus vs Benfica: Misi Wajib Menang Bianconeri!
Liga Champions 21 Januari 2026, 14:05
-
Menuju Piala Dunia 2026: Tiga Aturan Baru Disiapkan, VAR dan Timewasting Jadi Fokus
Piala Dunia 21 Januari 2026, 14:02
-
Transformasi Khephren Thuram: Dari Pemuda Naif Jadi 'Monster' Lini Tengah Juventus
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:58
-
Atalanta vs Bilbao: Ederson Minta La Dea Berikan 110 Persen!
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:42
-
Kontroversi Dalot vs Doku di Derby Manchester, Howard Webb Tegaskan VAR Sudah Tepat
Liga Inggris 21 Januari 2026, 13:30
-
Lupakan Mateta, Juventus Kini Selangkah Lagi Dapatkan Youssef En-Nesyri?
Liga Italia 21 Januari 2026, 13:29
-
Chelsea vs Pafos FC: Estevao Willian Mengejar Rekor Mbappe, Reuni David Luiz
Liga Champions 21 Januari 2026, 13:21
-
Man City Terpuruk di Bodo/Glimt, Guardiola Akui Segala Hal Berjalan Melawan Timnya
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:48
-
Setelah 12 Tahun, Ter Stegen Diam-Diam Tinggalkan Barcelona
Liga Spanyol 21 Januari 2026, 12:17
-
Inter Babak Belur di Kandang, Arsenal Terlalu Kejam di Depan Gawang
Liga Champions 21 Januari 2026, 12:17
LATEST EDITORIAL
-
9 Pemain yang Pernah Bermain untuk Inter Milan dan Arsenal
Editorial 20 Januari 2026, 14:06
-
6 Bek Tengah yang Bisa Datangkan Liverpool Setelah Kehilangan Marc Guehi
Editorial 20 Januari 2026, 13:05
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06




