Benarkah Fans Viral Man United Ini Jadi Kaya Mendadak Gara-gara 16 Bulan Tak Potong Rambut?

Ari Prayoga | 10 Februari 2026 12:44
Benarkah Fans Viral Man United Ini Jadi Kaya Mendadak Gara-gara 16 Bulan Tak Potong Rambut?
Fans Manchester United, Frank Ilett yang viral karena tak memotong rambutnya hingga United menang 5 kali beruntun. (c) Instagram @theunitedstrand

Bola.net - Seorang penggemar garis keras Manchester United mendadak jadi sorotan publik setelah hampir 16 bulan tak menyentuh gunting rambut demi sebuah nazar unik. Dialah Frank Ilett, suporter Setan Merah yang kini dikenal luas di media sosial dengan julukan United Strand.

Frank memulai tantangan ekstrem tersebut pada Oktober 2024. Saat itu, ia berjanji tidak akan memotong rambutnya sampai Manchester United mampu meraih lima kemenangan beruntun. Sebuah janji yang awalnya terdengar sederhana, namun berubah menjadi ujian panjang seiring inkonsistensi performa klub kesayangannya.

Advertisement

Nazar tersebut dimulai di era Erik ten Hag dan berlanjut hingga masa kepelatihan Ruben Amorim. Ironisnya, dalam rentang hampir satu tahun, United hanya mampu mencatatkan dua kemenangan beruntun. Baru di bawah arahan pelatih saat ini, Michael Carrick, harapan itu kembali menyala.

Kini, setelah menaklukkan Manchester City, Arsenal, Fulham, dan Tottenham, Manchester United hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mewujudkan janji Frank. Laga kontra West Ham United pada Selasa malam menjadi penentuan, bukan hanya bagi klub, tetapi juga bagi rambut Frank yang kini telah mencapai panjang 25 sentimeter.

1 dari 5 halaman

Viral, Tapi Bukan Miliarder

Popularitas Frank melejit seiring panjang rambutnya. Ia kerap muncul di berbagai platform digital, bekerja sama dengan sejumlah merek, bahkan membangun bisnis e-commerce. Namun, pria berusia 29 tahun itu membantah anggapan bahwa aksinya membuatnya bergelimang uang.

“Saya jelas bukan jutawan seperti yang dibayangkan sebagian orang. Banyak yang mengira saya menghasilkan jutaan, padahal tidak seperti itu,” ujar Frank dalam wawancara eksklusif dengan media Inggris, The Sun.

Baginya, tantangan ini bukan soal uang. Nilai utama dari perjalanan panjang tersebut adalah ketahanan mental dan kecintaannya pada Manchester United. Meski demikian, ada harga yang harus dibayar, terutama soal kenyamanan.

Frank mengaku penglihatannya kerap terganggu akibat rambut yang menutupi wajah. Beruntung, kacamata yang ia kenakan sedikit membantu menopang poninya. “Saya hampir tidak bisa melihat dengan jelas sekarang. Rambut ini memang harus segera dipotong,” katanya sambil tertawa.

2 dari 5 halaman

Siap Donasi dan Galang Dana

Jika United benar-benar meraih kemenangan kelima, Frank berencana melakukan pemotongan rambut secara live streaming. Rambutnya tidak akan dibuang sia-sia. Ia telah berniat mendonasikannya ke Little Princess Trust, sebuah lembaga amal di Inggris yang menyediakan wig bagi anak-anak penderita penyakit serius.

Tak hanya itu, Frank juga menggelar penggalangan dana. Hingga saat ini, donasi yang terkumpul sudah mencapai sekitar 6.000 poundsterling. “Ini organisasi yang luar biasa, orang-orangnya juga hebat. Saya senang bisa membantu,” ujarnya.

Dengan panjang rambut yang sudah mencukupi syarat donasi, Frank bahkan telah menggandeng Argos sebagai “Official Delivery Partner” untuk menyediakan perlengkapan cukur dan perawatan rambut saat momen pemotongan tiba.

3 dari 5 halaman

Dukungan, Popularitas, dan Sisi Gelap Fandom

Popularitas Frank membuatnya sering mendapat perhatian langsung dari sesama penggemar United, termasuk permintaan tanda tangan di sekitar Old Trafford. Namun, ia juga pernah merasakan sisi gelap fanatisme sepak bola.

Pada September lalu, seorang individu secara agresif menarik rambut Frank usai laga kontra Chelsea. Insiden tersebut langsung ditangani pihak klub, dan pelaku dijatuhi larangan masuk stadion tanpa batas waktu.

4 dari 5 halaman

Harapan pada Carrick, Mimpi Juara Liga

Harapan pada Carrick, Mimpi Juara Liga

Pelatih Manchester United Michael Carrick. (c) AP Photo/Dave Thompson

Frank mengakui sempat kehilangan harapan ketika United mencari pelatih interim pada Januari. Namun, kebangkitan tim di bawah Michael Carrick mengubah segalanya.

Frank bahkan menilai Carrick layak dipertimbangkan sebagai pelatih permanen jika tren positif berlanjut, meski Thomas Tuchel tetap menjadi kandidat favoritnya.

Menjelang laga kontra West Ham, Frank mewaspadai ancaman Jarrod Bowen dan mantan bek United, Aaron Wan-Bissaka. Meski begitu, ia merasa ada skenario sempurna yang menanti.

“Rasanya seperti sudah ditakdirkan Carrick mengalahkan West Ham. Ini seperti akhir cerita yang pas,” ujarnya.

Namun pada akhirnya, Frank menegaskan bahwa statusnya sebagai penggemar sejati tetap di atas segalanya. Bahkan, ia rela menukar momen potong rambutnya dengan satu trofi bergengsi.

“Kalau harus memilih, saya akan mengorbankan diri saya sendiri. Rambut ini bisa saya pertahankan selamanya, asalkan United juara liga,” tutupnya.

Sumber: The Sun