Bendera Italia dan Jerman di Sepatu Montolivo
Editor Bolanet | 28 Juni 2012 18:45
- Partai semifinal kedua antara dan malam nanti akan terasa spesial khususnya buat Riccardo Montolivo.
Pemain tengah Azzurri yang memiliki ibu Jerman dan ayah Italia ini akan mengenakan sepatu yang masing-masing dihiasi bendera kedua negara tersebut.
Tapi bagi Montolivo, model sepatu seperti itu bukanlah hal baru.
Aku memakai sepatu seperti itu sejak pertama kali bermain bola. Jadi aku tidak akan mengubah kebiasaan ini, ujar pemain berusia 27 tahun tersebut.
Malam nanti memang laga spesial. Aku tak bisa menyembunyikan asalku. Sebagian dari diriku berdarah Jerman. Sampai usia 15 tahun, aku selalu menghabiskan musim panas di sana. Sampai sekarangpun aku masih berhubungan dengan teman-temanku di Jerman. Tapi aku lahir dan besar di Italia. Jadi aku merasa 99 persen Italia.
Darah Jerman yang mengalir di dalam diri Montolivo berasal dari bagian utara wilayah Schleswig-Holstein, dekat perbatasan Denmark. Dia sendiri besar di dekat Bergamo, Italia bagian utara.
Montolivo juga bisa berbicara dalam bahasa Jerman dengan lancar. Dia bahkan menjadi penterjemah untuk dirinya sendiri ketika seorang wartawan Jerman memberikan beberapa pertanyaan selama jumpa pers Selasa kemarin.
Ketika ditanya apa yang terasa Jerman dari dirinya, Montolivo menyebutkan sifat dinginnya di dalam dan di luar lapangan. Kecuali waktu penalti, imbuhnya seraya tersenyum.
Dia tentu membicarakan tendangannya yang tidak membuahkan gol di ajang adu penalti melawan Inggris di perempat final hari Minggu lalu.
Ketika kamu gagal seperti itu, kamu merasa dunia membebani pundakmu, ujar Montolivo. Tapi begitu kembali ke tengah lapangan, aku tenang dan percaya diri kembali. Aku yakin kegagalanku tidak menjadikan kekalahan timku.
Dan memang benar keyakinan Montolivo. Italia unggul melawan Inggris dengan skor 4-2.
Pemain tengah Azzurri yang memiliki ibu Jerman dan ayah Italia ini akan mengenakan sepatu yang masing-masing dihiasi bendera kedua negara tersebut.
Tapi bagi Montolivo, model sepatu seperti itu bukanlah hal baru.
Aku memakai sepatu seperti itu sejak pertama kali bermain bola. Jadi aku tidak akan mengubah kebiasaan ini, ujar pemain berusia 27 tahun tersebut.
Malam nanti memang laga spesial. Aku tak bisa menyembunyikan asalku. Sebagian dari diriku berdarah Jerman. Sampai usia 15 tahun, aku selalu menghabiskan musim panas di sana. Sampai sekarangpun aku masih berhubungan dengan teman-temanku di Jerman. Tapi aku lahir dan besar di Italia. Jadi aku merasa 99 persen Italia.
Darah Jerman yang mengalir di dalam diri Montolivo berasal dari bagian utara wilayah Schleswig-Holstein, dekat perbatasan Denmark. Dia sendiri besar di dekat Bergamo, Italia bagian utara.
Montolivo juga bisa berbicara dalam bahasa Jerman dengan lancar. Dia bahkan menjadi penterjemah untuk dirinya sendiri ketika seorang wartawan Jerman memberikan beberapa pertanyaan selama jumpa pers Selasa kemarin.
Ketika ditanya apa yang terasa Jerman dari dirinya, Montolivo menyebutkan sifat dinginnya di dalam dan di luar lapangan. Kecuali waktu penalti, imbuhnya seraya tersenyum.
Dia tentu membicarakan tendangannya yang tidak membuahkan gol di ajang adu penalti melawan Inggris di perempat final hari Minggu lalu.
Ketika kamu gagal seperti itu, kamu merasa dunia membebani pundakmu, ujar Montolivo. Tapi begitu kembali ke tengah lapangan, aku tenang dan percaya diri kembali. Aku yakin kegagalanku tidak menjadikan kekalahan timku.
Dan memang benar keyakinan Montolivo. Italia unggul melawan Inggris dengan skor 4-2.
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Bukan Piala Dunia 2030, Ini Target Pertama Andrea Pirlo di Timnas Italia
Piala Dunia 26 Juli 2026, 00:14
-
Tolak Tawaran Fantastis Italia, Pep Guardiola Pilih Dekat dengan Keluarga
Piala Dunia 24 Juli 2026, 21:09
LATEST UPDATE
-
Setelah 12 Tahun Bersama, MU Bakal Berpisah dengan Luke Shaw?
Liga Inggris 16 September 2026, 18:20
-
Jose Mourinho Acungi Start Pertama Yan Diomande di Real Madrid
Liga Spanyol 16 September 2026, 17:56
-
Hasil BRI Super League: Kalah Lawan Dewa United, Borneo FC Terpuruk di Kandang
Bola Indonesia 16 September 2026, 17:34
-
Puja-puji Mikel Arteta untuk Bocah Ajaib Arsenal, Max Dowman
Liga Inggris 16 September 2026, 17:34
-
Arti Penting Carabao Cup untuk Michael Carrick dan Manchester United
Liga Inggris 16 September 2026, 17:25
-
Link Streaming Seoul FC vs Persib Bandung di ACL 2, 16 September 2026
Bola Indonesia 16 September 2026, 16:14
-
Taisei Marukawa Jalani Proses Naturalisasi WNI, Didorong untuk Bela Timnas Indonesia
Bola Indonesia 16 September 2026, 15:56
-
Ivan Mamut ke Persija Diklaim Sebagai Transfer Termahal dalam Sejarah Liga Indonesia
Bola Indonesia 16 September 2026, 15:51
-
Jay Idzes Cedera, Timnas Indonesia Terancam Tanpa Sang Kapten di FIFA ASEAN Cup 2026
Tim Nasional 16 September 2026, 15:43
-
Streaming Asian Games 2026 Sepak Bola Putra: Kuda Hitam yang Bisa Mengejutkan di Vidio
Lain Lain 16 September 2026, 15:00
-
Jadwal Lengkap Timnas Voli Putra dan Putri Indonesia di Asian Games 2026
Voli 16 September 2026, 13:49
-
Daftar Atlet Bulutangkis Indonesia di Asian Games 2026: Jonatan Christie Bakal jadi Tumpuan
Bulu Tangkis 16 September 2026, 13:35
-
Mengapa Timnas Sepak Bola Indonesia Tidak Tampil di Asian Games 2026? Ini Penyebabnya
Tim Nasional 16 September 2026, 13:23
-
Prediksi Real Sociedad vs Bournemouth 18 September 2026
Liga Eropa UEFA 16 September 2026, 13:17
LATEST EDITORIAL
-
Bukan Cuma Ronaldo, 3 Pemain Ini Juga Pernah Membela Real Madrid dan Inter Milan
Editorial 8 September 2026, 20:58
-
Robert Sanchez Blunder Lagi, 5 Kiper Ini Bisa Jadi Solusi Chelsea
Editorial 27 Agustus 2026, 14:00
-
5 Pemain Manchester United yang Pernah Memakai Nomor 20 Sebelum Carlos Baleba
Editorial 26 Agustus 2026, 12:06
-
4 Klub yang Bisa Jadi Pelabuhan Nicolas Jackson, Aston Villa Paling Berpeluang?
Editorial 25 Agustus 2026, 11:33



