Eks Striker RB Leipzig: Trump Salah Satu Orang Paling Buruk di Dunia
Dimas Ardi Prasetya | 5 Juni 2020 22:16
Bola.net - Mantan striker RB Leipzig dan Timnas Amerika Terrence Boyd menuding Donald Trump sebagai salah satu orang paling buruk di muka bumi ini.
Pernyataan Boyd itu tentu tidak lepas dari kondisi di Amerika belakangan ini. Ada aksi gelombang protes besar di penjuru negara akibat tewasnya seorang warga kulit hitam bernama George Floyd akibat kebrutalan polisi kulit putih.
Protes itu makin melebar dan sebagian berubah rusuh. Terjadi pembakaran dan penjarahan di sejumlah tempat.
Trump sendiri sempat merespon aksi kerusuhan tersebut dengan keras. Ia menyatakan bahwa jika ada penjarahan, maka ia tak akan segan untuk memerintahkan pihak keamanan agar menembak para penjarah tersebut.
Aksi protes itu akhirnya juga terjadi di sekitar Gedung Putih. Trump sendiri bukannya berani menghadapi para demonstran, ia malah sembunyi di bunker dan menurunkan aparat militer di sekitar Gedung Putih.
Kecaman Boyd Pada Trump
Terrence Boyd kemudian melontarkan tudingan serius kepada Donald Trump. Ia menilai suami Melania itu ikut andil dalam memperparah situasi yang terjadi di Amerika belakangan ini.
"Saya sedih. Donald Trump adalah salah satu orang terburuk di planet ini. Ia membuat negaranya terpisah dan memperburuk keadaan di Amerika Serikat," ketusnya kepada T-Online.
"Saya suka A.S., tapi saya benci apa yang dibuat Trump dari negara itu," sambung Boyd.
Protes Harus Keras
Polisi menjadi sasaran kemarahan para pemrotes yang turun ke jalan. Mereka kemudian melakukan aksi vandalisme pada mobil-mobil polisi dan bahkan ada yang membakarnya.
Aksi itu ditentang oleh banyak pihak bahkan dari kalangan warga kulit hitam sendiri. Boyd juga ikut menentangnya, tetapi ia juga mengatakan reaksi terhadap diskriminasi terhadap warga kulit hitam selama beberapa dekade harus cukup keras untuk didengar.
"Tentu saja, tidak boleh ada mobil dibakar atau petugas polisi diserang. Kebanyakan petugas kepolisian memiliki keluarga dan orang-orang hebat, tetapi kita harus jujur dengan diri kita sendiri: solusi apa lagi yang ada?"
“Protes harus keras, harus muncul, karena cukup adalah cukup. Orang Afrika-Amerika harus memulai dari ketidakadilan yang konstan. Rasisme juga merupakan masalah di Jerman, tetapi memiliki tampilan yang sama sekali berbeda di Amerika Serikat. Jerman terus menjadi negara yang stabil," tuturnya.
Terrence Boyd lahir di Jerman. Ia pernah memperkuat Hertha BSC II, Borussia Dortmund II, dan SC Darmstadt 98. Saat ini ia memperkuat klub Hallescher FC yang bermain di kompetisi 3 Liga di Jerman.
(T-Online)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
3 Tuan Rumah Piala Dunia 2026 Tersingkir Bersamaan di Babak 16 Besar
Piala Dunia 7 Juli 2026, 19:43
-
Belgia Sindir Donald Trump dan FIFA Usai Singkirkan Amerika Serikat
Piala Dunia 7 Juli 2026, 18:06
-
Amerika Serikat Kesulitan Mengimbangi Permainan Belgia
Piala Dunia 7 Juli 2026, 17:40
-
Kekuatan Belgia Memang di Atas Amerika Serikat
Piala Dunia 7 Juli 2026, 15:37
LATEST UPDATE
-
Michael Olise Masih Aman di Bayern Munchen, Real Madrid Mundur
Liga Spanyol 21 Juli 2026, 20:00
-
Piala Dunia 64 Tim Berpotensi Ubah Peta Ekonomi Sepak Bola Global
Piala Dunia 21 Juli 2026, 19:40
-
Baru Punya Satu Bek Kiri, Persib Bakal Mafaatkan Fleksibelitas Pemain
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 19:26
-
Singapura Umumkan Skuad Resmi, Siap Tebar Ancaman di Piala AFF 2026
Bola Indonesia 21 Juli 2026, 19:02
-
Marcus Rashford Ikut Tur Pramusim Manchester United di Irlandia
Liga Inggris 21 Juli 2026, 19:00
-
3 Cara Xabi Alonso Memaksimalkan Morgan Rogers di Chelsea
Liga Inggris 21 Juli 2026, 18:18
-
David Alonso Naik ke MotoGP 2027 Bersama Honda HRC
Otomotif 21 Juli 2026, 18:02
LATEST EDITORIAL
-
6 Alternatif Enzo Fernandez untuk Real Madrid
Editorial 3 Juli 2026, 14:19
-
Makin Panas! 5 Opsi Klub Baru Julian Alvarez, Barcelona Jadi Tujuan Impian
Editorial 24 Juni 2026, 15:34
-
6 Kemenangan Terbesar dalam Sejarah Piala Dunia
Editorial 15 Juni 2026, 16:55










