
Bola.net - FIFA kembali menghadapi gelombang kritik terkait keputusan kontroversial yang membuat Folarin Balogun tetap bisa tampil pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Laporan terbaru mengungkap proses pengambilan keputusan itu ternyata tidak melibatkan seluruh anggota komite disiplin.
Balogun sebelumnya menerima kartu merah saat Amerika Serikat menghadapi Bosnia dan Herzegovina pada babak 32 besar. Insiden terjadi setelah ia tanpa sengaja menginjak tendon Achilles bek Tarik Muharemović.
Berdasarkan regulasi turnamen, kartu merah tersebut semestinya membuat penyerang berusia 25 tahun itu menjalani hukuman larangan bermain satu pertandingan tanpa hak banding. Kondisi itu membuat Amerika Serikat kehilangan salah satu pemain andalannya saat menghadapi Belgia.
Namun, sehari sebelum laga dimulai, FIFA mengumumkan hukuman Balogun ditangguhkan selama satu tahun sehingga ia tetap memenuhi syarat tampil. Balogun kemudian bermain penuh selama 90 menit ketika Amerika Serikat kalah 1-4 dari Belgia.
Laporan Baru Ungkap Proses Pengambilan Keputusan

Keputusan bersejarah itu menjadi yang pertama sejak hukuman otomatis kartu merah diterapkan pada Piala Dunia 1970. Langkah tersebut langsung memicu keberatan dari berbagai pihak, termasuk UEFA dan Federasi Sepak Bola Belgia.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan keputusan diambil secara independen oleh badan disiplin organisasi. Ia juga membantah adanya campur tangan politik setelah muncul kabar Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menghubunginya terkait kasus Balogun.
"Dalam percakapan kami, saya menjelaskan bahwa ada proses hukum yang sedang berlangsung di badan peradilan independen FIFA dan kasus ini akan diputuskan oleh pihak yang berwenang. Begitulah sistem FIFA bekerja, dan prinsip itu akan selalu saya pertahankan," kata Infantino.
Akan tetapi, laporan The Times mengungkap fakta berbeda. Ketua Komite Disiplin FIFA, Mohammad Al-Kamali dari Uni Emirat Arab, dikabarkan menjadi satu-satunya orang yang mengambil keputusan tanpa melibatkan 17 anggota komite lainnya.
Muncul Pertanyaan Besar soal Konsistensi FIFA

Dalam perkara penting, komite disiplin biasanya melibatkan setidaknya tiga anggota untuk mencapai keputusan bersama. Oleh karena itu, mekanisme yang digunakan dalam kasus Balogun memunculkan tanda tanya baru mengenai penerapan prosedur internal FIFA.
Hingga laporan tersebut beredar, FIFA belum memberikan tanggapan resmi. Situasi itu membuat polemik mengenai pembatalan hukuman Balogun kembali menjadi perbincangan.
Efek Domino bagi Tim Peserta Lain

Keputusan terhadap Balogun ternyata mendorong negara lain mengajukan permintaan serupa kepada FIFA. Prancis meminta kartu kuning Michael Olise dihapus, sementara anggota parlemen Inggris Noah Law mengirim surat terbuka agar hukuman kartu merah Jarell Quansah juga ditangguhkan.
"Meskipun saya yakin Jarell Quansah memang layak menerima kartu merah dan peraturan wasit harus diterapkan secara konsisten, saya percaya akan tepat jika hukumannya ditunda hingga Piala Dunia selesai. Kita tahu situasi serupa terjadi sebelumnya ketika penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, menerima kartu merah pada babak 32 besar," tulis Noah Law.
Pelatih Inggris, Thomas Tuchel, bahkan sempat melontarkan candaan dengan mengusulkan menghubungi Donald Trump untuk membantu kasus Quansah. Ia kemudian mempertanyakan batas penerapan kebijakan tersebut.
"Dari mana semuanya dimulai, dan di mana akhirnya? Apakah kita bisa membatalkannya atau tidak? Apa yang sebenarnya sedang terjadi?" ujar Tuchel.
"Pertanyaan saya adalah, di mana batasnya? Saya tidak punya jawabannya. Apakah nanti kita juga mengajukan banding jika kartu kuning ternyata bukan kartu kuning?" tutupnya.
Sumber: Sports Illustrated
Advertisement
Berita Terkait
-
Piala Dunia 27 Oktober 2026 06:28Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
-
Piala Dunia 27 Oktober 2026 06:21Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
-
Piala Dunia 27 Oktober 2026 05:55Spanyol Sapu Bersih Yashin Trophy 2026 Putra dan Putri
-
Piala Dunia 27 Oktober 2026 05:45Luis de la Fuente Raih Men's Coach of the Year 2026, Cetak Sejarah
-
Liga Italia 19 Oktober 2026 15:39Christian Pulisic Masih Minim Kontribusi di Tengah Kebangkitan AC Milan
LATEST UPDATE
-
Tim Nasional 31 Oktober 2026 23:47Mimpi-mimpi Mitchell Baker: Bermain di Piala Dunia dan Premier League
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:39Kata-kata Michael Carrick Usai Manchester United Dihajar Chelsea
-
Liga Inggris 31 Oktober 2026 22:02Lisandro Martinez yang Konyol!
BERITA LAINNYA
-
piala dunia 30 Oktober 2026 22:20Hitung Mundur Menuju 1000 Gol Cristiano Ronaldo, Kurang Berapa?
-
piala dunia 27 Oktober 2026 08:15Rekap Ballon d'Or 2026: Daftar Lengkap Para Pemenang Penghargaan
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:41Alexia Putellas Raih Ballon d'Or Feminin 2026, Sempurnakan Comeback
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:28Harry Kane Raih Ballon d'Or 2026, Akhiri Penantian 25 Tahun Inggris
-
piala dunia 27 Oktober 2026 06:21Harry Kane Raih Gerd Muller Trophy 2026 dengan 73 Gol
-
piala dunia 27 Oktober 2026 05:55Spanyol Sapu Bersih Yashin Trophy 2026 Putra dan Putri
SOROT
-
Liputan6 31 Oktober 2026 00:27Prabowo Ingatkan Generasi Muda Jangan Malas Belajar Sejarah
-
Liputan6 30 Oktober 2026 23:40Naik Whoosh dari Cimahi, Prabowo Sapa Warga di Stasiun Halim
-
Liputan6 30 Oktober 2026 22:56Hadiah Istimewa Pramono untuk 10 Lurah Finalis Benyamin S Award
-
Liputan6 30 Oktober 2026 21:45Menteri Wihaji: Perbaiki Negara Dimulai dari Keluarga
-
Liputan6 30 Oktober 2026 20:48SMA Taruna Nusantara Kini Gratis, Prabowo Perluas Jadi 6 Kampus
HIGHLIGHT
Chelsea Rebut Morgan Rogers, Ini 5 Pemain yang Bis...
Gagal Dapat Michael Olise? Ini 5 Galactico Alterna...
7 Pemain Manchester United yang Wajib Bersinar di ...
8 Pemain Arsenal yang Berpotensi Dilepas untuk Dan...
5 Alternatif Lebih Murah dari Bradley Barcola yang...
Gagal Dapat Vinicius Junior? Ini 5 Winger yang Bis...
7 Transfer yang Bisa Dituntaskan Manchester United...
















:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5382303/original/097438400_1760576399-Chief_Executive_Officer__CEO__Danantara__Rosan_Perkasa_Roeslani_-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382832/original/057071200_1793012315-Prabowo_Subianto_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386841/original/019767400_1793378421-presidenri.go.id-30102026232744-6ae4c580aa9360.38613246-e1793377727603.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386830/original/012264700_1793375966-IMG_1430.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386812/original/083859800_1793371732-IMG_1252.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9386790/original/076408100_1793368092-28f33103-de2e-4df7-828d-659c9aef0269.jpg)
