Perjuangan 2 WNI, Demi Garuda Jaya Gowes Sepeda ke Myanmar
Editor Bolanet | 13 Oktober 2014 06:58
- Sisa-sisa debu masih menempel di wajahnya. Raut lelah, serta kantuk sudah menggelayut di pelopak mata. Namun mereka paksakan demi Garuda Jaya.
Seperti dilaporkan tim liputan , Didi Syafirdi dari Myanmar, dua pria perlahan menuruni anak tangga Stadion Youth Training Center. Penampilannya berbeda dengan suporter lainnya, helm, kacamata dan tas besar melekat di tubuh.
Yudha Pohan dan Aman Hamonangan Siregar baru saja menempuh jarak ribuan kilo. Dua pria asal Medan, Sumatera Utara itu memilih cara lain untuk sampai ke Myanmar.
Keduanya menggowes sepeda dari Bangkok, Thailand demi menyaksikan Evan dkk bertanding. Dari kampung halaman mereka terlebih dahulu terbang menggunakan pesawat.
Kita berangkat tanggal 5 Oktober, di jalan 7 hari, kata Pohan yang mengenakan celana pendek dan kaos putih itu.
Perjalanan tidak mudah ini sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Berbagai perlengkapan dibawa sebagai bekal. Sejumlah kendala juga sempat dihadapi selama mengayuh sepeda.
Kita kan keluar masuk hutan, harus matang persiapannya, ujar Pohan yang baru tiba pas Indonesia berhadapan dengan Australia, 12 Oktober kemarin.
Untuk sampai sesuai jadwal Indonesia U-19 main, kata Aman, dibuat target dalam sehari jarak yang harus dilahap. Jika tidak, lanjutnya, perjalanan sia-sia karena tak bisa lihat penampilan anak asuh Indra Sjafri.
Kita target sehari 100 kilo, 6 sampai 8 jam. Istirahat empat kali, pagi dan sore, kira-kira di jarak 25 kilo, ungkapnya.
Kegagalan Garuda Jaya tentu mengecewakan Pohan dan Aman. Mereka pun memilih kembali ke Tanah Air, pada Selasa (14/10), langsung terbang ke Medan. Sepeda kan bisa kita lipat, tandas Aman. [initial]
(mdk/mac)
Seperti dilaporkan tim liputan , Didi Syafirdi dari Myanmar, dua pria perlahan menuruni anak tangga Stadion Youth Training Center. Penampilannya berbeda dengan suporter lainnya, helm, kacamata dan tas besar melekat di tubuh.
Yudha Pohan dan Aman Hamonangan Siregar baru saja menempuh jarak ribuan kilo. Dua pria asal Medan, Sumatera Utara itu memilih cara lain untuk sampai ke Myanmar.
Keduanya menggowes sepeda dari Bangkok, Thailand demi menyaksikan Evan dkk bertanding. Dari kampung halaman mereka terlebih dahulu terbang menggunakan pesawat.
Kita berangkat tanggal 5 Oktober, di jalan 7 hari, kata Pohan yang mengenakan celana pendek dan kaos putih itu.
Perjalanan tidak mudah ini sudah dipersiapkan jauh-jauh hari. Berbagai perlengkapan dibawa sebagai bekal. Sejumlah kendala juga sempat dihadapi selama mengayuh sepeda.
Kita kan keluar masuk hutan, harus matang persiapannya, ujar Pohan yang baru tiba pas Indonesia berhadapan dengan Australia, 12 Oktober kemarin.
Untuk sampai sesuai jadwal Indonesia U-19 main, kata Aman, dibuat target dalam sehari jarak yang harus dilahap. Jika tidak, lanjutnya, perjalanan sia-sia karena tak bisa lihat penampilan anak asuh Indra Sjafri.
Kita target sehari 100 kilo, 6 sampai 8 jam. Istirahat empat kali, pagi dan sore, kira-kira di jarak 25 kilo, ungkapnya.
Kegagalan Garuda Jaya tentu mengecewakan Pohan dan Aman. Mereka pun memilih kembali ke Tanah Air, pada Selasa (14/10), langsung terbang ke Medan. Sepeda kan bisa kita lipat, tandas Aman. [initial]
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
LATEST UPDATE
-
AC Milan vs Inter Milan: 10 Fakta Menarik Jelang Derby della Madonnina
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:50
-
Chelsea Bisa Percepat Pemecatan Michael Carrick di Man Utd
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:36
-
3 Hal yang Patut Diperhatikan Jelang Barcelona vs Alaves
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:27
-
Kylian Mbappe Kini Memahami Kekecewaan Vinicius Junior di Ballon d'Or
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:23
-
Jadwal Lengkap La Liga 2026/2027
Liga Spanyol 31 Oktober 2026, 07:05
-
Jadwal Lengkap Serie A 2026/2027
Liga Italia 31 Oktober 2026, 07:03
-
Jadwal Lengkap Premier League 2026/2027
Liga Inggris 31 Oktober 2026, 07:01
-
Lille vs Lens: Giroud Masuk Menit 72, Cetak Gol Kemenangan Menit 86
Liga Eropa Lain 31 Oktober 2026, 06:40
LATEST EDITORIAL
-
4 Pemain Inggris yang Meraih Ballon d'Or sebelum Harry Kane
Editorial 27 Oktober 2026, 13:52
-
Kursi Panas Pelatih Premier League: 4 Manajer yang Berisiko Dipecat Lebih Dulu
Editorial 26 Oktober 2026, 23:49
-
7 Pelatih Gratis yang Bisa Gantikan Michael Carrick di Manchester United
Editorial 26 Oktober 2026, 16:03
-
5 Pemain Argentina yang Bisa Mewarisi Nomor 10 Lionel Messi
Editorial 8 Oktober 2026, 11:18






