Tanpa Pertandingan, Penjualan Atribut Arema Turun 70 Persen
Editor Bolanet | 2 Juni 2015 07:35
Toko City of Arema yang berlokasi di Jalan Trunojoyo kota Malang mengaku mengalami penurunan produksi dan penjualan antara 50 persen sampai 70 persen per bulan.
Sejak 2 bulan terakhir sudah terasa penurunannya, antara 50 persen sampai 70 persen. Penyebabnya ya karena Arema tidak main, kata Mifta Nur Ifayati, manajer City of Arema di tokonya, Senin (01/6).
Ya rugi Arema tidak main, produksi tidak bisa banyak-banyak. Takut juga kalau lama-lama bisa gulung tikar, tambahnya.
City of Arema memiliki dua toko, yang masing-masing menjual aneka aksesoris tim Arema. Satu toko berada di Jalan Trunojoyo dan satu lagi di Jalan Galunggung kota Malang. Selama ini, mereka memproduksi dan menjual jersey, boneka, topi, kaos supporter, syal dan lain-lain.
Mifta mencontohkan, produksi kaos suporter mengalami penurunan dari kondisi normal sebanyak 50 potong sehari menjadi 20 sampai 30 potong per hari. Bahkan, produksinya beberapa jenis juga harus dihentikan karena stok yang masih banyak.
Aksesoris Arema terkecil yang dijual dalam bentuk gantungan kunci dibanderol harga Rp 5 ribu. Sementara item termahal jenis jersey dan kaos suporter seharga Rp 150 Ribu.
Omzetnya kalau saat ada pertandingan atau kondisi normal sampai Rp 5 juta per hari. Sekarang mungkin sekitar Rp 1,5 Juta sampai Rp 1,8 Juta per hari. Sehari ini saja yang laku belum ada 10 potong, katanya.
Saat pertandingan Arema digelar, biasanya banyak penjual tiket nongkrong di depan tokonya. Tidak sedikit juga para suporter nonton bareng di depan toko yang tersedia beberapa unit televisi 32 Inchi. Namun, sekarang pemandangan itu sudah tidak terlihat lagi.
Konflik antara Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) berbuntut pembatalan seluruh kompetisi. Akibatnya, tidak ada jadwal pertandingan.
Federasi sepakbola dunia, FIFA, akhirnya juga menjatuhkan sanksi, yang membuat Indonesia dilarang mengikuti segala bentuk pertandingan internasional. Pemerintah dianggap melakukan intervensi pada dunia sepakbola Tanah Air. (dar/gia)
TAG TERKAIT
BERITA TERKAIT
-
Aksi Unik Erling Haaland Jelang Natal: Dari Mesin Gol Man City Jadi Santa Claus
Bolatainment 17 Desember 2025, 16:10
LATEST UPDATE
-
Ingat 2 Trofi UCL! Arbeloa Semprot Fans Madrid yang Hobi Cemooh Vinicius Jr
Liga Champions 20 Januari 2026, 11:17
-
Siulan Suporter di Bernabeu Cuma Bikin Real Madrid Lemah
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 11:03
-
Bersama Michael Carrick, MU Diyakino Sanggup Tembus Liga Champions
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:40
-
Rahasia Carrick Bisa Bawa MU Kalahkan Manchester City: Ubah Pola Latihan Setan Merah
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:30
-
Madrid vs Monaco: Arbeloa Pasang Target 8 Besar UCL dan Misi Damai dengan Suporter
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 10:22
-
Gelandang Barcelona Ini Bakal Jadi Suksesor Casemiro di Manchester United?
Liga Inggris 20 Januari 2026, 10:21
-
Mbappe Muak Lihat Rekannya di Madrid Dibully: Kritik Timnya, Jangan Orangnya!
Liga Spanyol 20 Januari 2026, 10:10
-
Carrick Effect! Kobbie Mainoo Putuskan Bertahan di MU
Liga Inggris 20 Januari 2026, 09:51
-
Real Madrid vs Monaco, Mbappe: Terima Kasih Mantan, Tapi Madrid Wajib Menang!
Liga Champions 20 Januari 2026, 09:50
LATEST EDITORIAL
-
5 Pemain Liverpool yang Bisa Ikuti Jurgen Klopp ke Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:24
-
4 Bek Tengah yang Bisa Jadi Target Chelsea di Bursa Januari: Ada Eks Real Madrid
Editorial 19 Januari 2026, 12:06
-
5 Kekalahan Terburuk Real Madrid di Copa del Rey Abad Ini
Editorial 16 Januari 2026, 10:19
-
5 Kandidat Pelatih Real Madrid Musim Depan: Zidane, Klopp, Siapa Lagi?
Editorial 15 Januari 2026, 07:26










